28.9 C
Jakarta
Beranda blog Halaman 266

Tapanuli Utara Dengan Inovasi, Bupati JTP Terima Penghargaan Juara 3 se-Sumut

0

Medan, Mediaistana.com – Bupati Taput Dr.jonius Taripar Parsaoran hutabarat.S.Si M.Si hari ini menerima penghargaan Inovasi Juara (3)perangkat daerah terbaik Sesumatra utara Di medan , Rabu (19/11/2025).
Penghargaan ini di Berikan langsung Gubernur .BOBBY nasution .dan diterima sebagai keberhasilan Tapanuli utara inovasi IMATUTU untuk Pemerintah Daerah yang telah mencapai Tahap Display Inovasi (Tahap program implemntasi kurikulum muatan lokal di tapanuli utara Inovasi berupa penyelenggaraan Pameran Inovasi Pelayanan Publik di tarutung taput .‎

‎Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengapresiasi seluruh inovasi yang dipamerkan dalam kegiatan ini.

‎“Kegiatan ini diikuti oleh pelajar, universitas, perangkat daerah, hingga kabupaten/kota. Oleh karena itu, saya berharap agenda ini tidak hanya menjadi seremonial. Inovasi yang sudah ada harus benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan mampu diimplementasikan secara berkelanjutan,” tegas Bobby.

‎Dengan mengusung tema “Smart Province, Innovative People”, North Sumatera Innovation Day 2025 menjadi ruang berbagi ide, kolaborasi, serta penampilan solusi inovatif yang relevan bagi pembangunan daerah.

‎Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen Kabupaten Tapanuli Utara dalam memperkuat inovasi pendidikan dan pelayanan publik sebagai bagian dari misi pembangunan daerah.*

Editor :A Hamzah S

Dinas Sosial Aceh Gelar Pelatihan Pemanfaatan Gawai Pintar untuk Karya Jurnalistik

0

Banda Aceh — Dinas Sosial Aceh menggelar kegiatan pelatihan pemanfaatan gawai pintar bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan instansi tersebut. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam menghasilkan karya jurnalistik serta memaksimalkan penggunaan perangkat digital untuk kebutuhan pelaporan kegiatan dinas. Rabu (19/11/2025)

Plt Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidir,SE, M.M menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mendukung efektivitas kerja para PNS Dinas Sosial, terutama dalam tugas-tugas advokasi, dokumentasi kegiatan, hingga penyajian informasi yang memenuhi standar jurnalistik.

“Kami berharap kegiatan ini mampu membantu peserta yang terdiri dari pekerja sosial, jaringan dinas Sosial dan pegawai dinsos aceh untu memaksimalkan kerja-kerja sosial mereka. Dengan pendekatan digital dan teknologi yang terus berkembang, kemampuan mengolah informasi melalui gawai pintar menjadi sangat penting,” ujar Chaidir.

Pelatihan ini berlangsung di UPTD Panti Sosial Anak Jroh Naguna, Banda Aceh. Sedikitnya 40 orang peserta mengikuti kegiatan ini untuk peningkatan kapasitas aparatur.

Kepala UPTD Panti Sosial Anak Jroh Naguna, Muhibuthibiri, S.Ag, juga menambahkan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur dalam memanfaatkan teknologi digital. Menurutnya, kemampuan dasar jurnalistik dan dokumentasi kini menjadi kebutuhan utama dalam tugas pelayanan sosial.

“Pelatihan ini sangat penting, minimal untuk membuat laporan kegiatan bagi atasan, menyebarkan konten positif di media sosial, serta menggunakan telepon pintar secara bijaksana,” ungkap Muhibuthibiri.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemateri profesional, di antaranya Raja Umar, A.Md, Cut Nauval Dafistri, S.Sos., M.Sos, dan Nova Misdayanti, S.I.Kom. Para peserta mendapatkan materi mengenai Design Digital, Jurnalistik Dasar, serta Teknik Videografi dan Fotografi Dasar.

Melalui pelatihan ini, Dinas Sosial Aceh berharap para peserta mampu menerapkan keterampilan baru untuk mendukung transparansi, akuntabilitas, dan promosi kegiatan sosial kepada masyarakat secara lebih efektif dan kreatif. []

Polres Dumai Gelar Kampanye Keselamatan Berkendara dan Bagi Helm Gratis di Operasi Zebra 2025

0

Dumai, Mediaistana.com – Polres Dumai, melalui Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas), menggelar kampanye keselamatan yang disertai dengan pembagian helm gratis kepada pengendara sepeda motor di berbagai lokasi strategis di Kota Dumai, Selasa (18/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian integral dari Operasi Zebra Lancang Kuning 2025, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan.

Kapolres Dumai, AKBP Angga Febrian Herlambang S.I.K, S.H, melalui Kasat Lantas Polres Dumai, AKP Elva Zilla, S.T.K, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud komitmen Polri dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman dan kondusif.

“Melalui kampanye ini, kami berupaya untuk terus mengingatkan masyarakat akan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas dan selalu mengutamakan keselamatan diri serta pengguna jalan lainnya,” ujar AKP Elva Zilla.

Tidak sampai disitu. Lanjut Kasat Lantas Polres Dumai menjelaskan,”Pembagian helm gratis ini juga merupakan bentuk kepedulian kami terhadap keselamatan pengendara, khususnya bagi mereka yang belum memiliki atau menggunakan helm yang memenuhi standar keselamatan.”

Kegiatan kampanye dan pembagian helm ini dilaksanakan pada hari Selasa, 18 November 2025, mulai pukul 09.00 hingga 09.30 WIB, di Jl. Sultan Syarif Kasim dan Jl. Jenderal Sudirman. Kegiatan ini melibatkan personel Sat Lantas Polres Dumai serta didukung oleh berbagai pihak terkait.

Sementara itu, Kapolres Dumai AKBP Angga menyampaikan, dengan kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas, dan Terdistribusinya helm standar keselamatan kepada pengendara sepeda motor yang membutuhkan.

“Selain itu, kegiatan ini kedepannya bisa Meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, dan Terwujudnya situasi Kamseltibcar Lantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) yang lebih baik di wilayah hukum Polres Dumai,” jelasnya.

Terakhir, AKBP Angga Febrian Herlambang berharap, melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat akan keselamatan berlalu lintas semakin meningkat, sehingga dapat menekan angka kecelakaan dan menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman bagi seluruh pengguna jalan di Kota Dumai.*(A Hamzah S)

Rilis,Polres Dumai

Sekdakab bersama Kepala Bappeda Pidie Hadir saat Rakor Penguatan Impelmentasi dan Evaluasi Otsus

0

Jakarta – Sekda Pidie, Drs. Samsul Azhar, dan Kepala Bappeda, H. Isnaini Ibrahim, menghadiri Rakor Penguatan Implementasi dan Evaluasi Tata Kelola Kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) di Jakarta. Acara ini diadakan di Menara Paninsula Hotel, Jakarta, pada Rabu (19/11/2025).

Rakor ini dihadiri oleh 70 Sekda dan Kepala Bappeda kabupaten/kota dari beberapa provinsi, termasuk Aceh, DI Yogyakarta, Papua, dan lain-lain. Dipimpin oleh Deputi I Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenkopolkam, Mayjen TNI Dr. Heri Wiranto.

Dalam rapat, Mayjen TNI Heri Wiranto menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengimplementasikan kebijakan Otsus. Beliau juga meminta agar Sekda dan Kepala Bappeda meningkatkan koordinasi dan komunikasi dalam mengatasi tantangan pembangunan di daerah.

Penguatan implementasi Otsus diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah. Evaluasi tata kelola kebijakan Otsus juga perlu dilakukan untuk memastikan bahwa kebijakan tersebut efektif dan efisien.

Rakor ini bertujuan untuk memperkuat implementasi Otsus dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah. Dengan adanya sinergi dan koordinasi yang baik, diharapkan dapat mengatasi tantangan pembangunan di daerah.

Mayjen TNI Heri Wiranto juga berharap agar kebijakan Otsus dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat di daerah. Dengan demikian, dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mencapai tujuan pembangunan nasional. []

Etika, Akurasi, Independensi Sebuah Tantangan Bagi Pers Di Era Kecepatan Informasi

0

Jakarta, Mediaistana.com-Rabu (19/11/2025) Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Administrasi Jakarta Utara menyelenggarakan Talk show bertajuk “Etika, Akurasi, dan Independensi: Tantangan Pers Di Era Kecepatan Informasi” dihadiri oleh Walikota Administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat, Anggota Dewan Pers Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Pers Yogi Hadi Ismanto,Kepala Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Administrasi Jakarta Utara R.Fauzy, Serta Perwakilan Organisasi Aliansi Jurnalis Bersatu (AJB) dan para Undangan lainnya.

Acara ini membahas tantangan yang dihadapi oleh pers di era digital, di mana kecepatan informasi menjadi keunggulan sekaligus tantangan besar.

Hendra Hidayat selaku Walikota Jakarta Utara menekankan pentingnya menjaga etika, akurasi, dan independensi dalam jurnalisme di era digital, Di tengah arus informasi yang sangat cepat, pers harus tetap menjadi pilar kepercayaan masyarakat dengan menyajikan berita yang akurat dan berimbang, serta sesuai dengan Fakta yang nyata dan peran penting Pers dalam mendukung Pembangunan serta demokrasi di Jakarta Utara,” ujarnya.

Talk show yang berisi suatu diskusi mengenai bagaimana pers dapat menjaga kredibilitasnya di tengah kemudahan akses informasi dan maraknya media sosial.

Yogi Hadi Ismanto selaku Narasumber dari Dewan Pers serta praktisi media membahas pedoman penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam jurnalistik, seperti yang dirilis oleh Dewan Pers pada Januari 2025, yang menekankan verifikasi, transparansi serta akuntabilitas dalam penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Komitmen Pemerintah daerah untuk mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab serta memastikan informasi yang disajikan tidak menyesatkan masyarakat dengan maraknya isu Independensi Pers dan Tantangan Regulasi Media di Indonesia,” ungkap Walikota Jakarta Utara Hendra Hidayat.

Perlu adanya kolaborasi antara berbagai pihak untuk meningkatkan literasi digital dan menjaga kualitas jurnalisme,Pers harus tetap independen dan berpegang pada kode etik jurnalistik, terutama di era di mana Artificial Intelligence (AI) dan media sosial yang mempengaruhi penyebaran informasi serta memperkuat peran media sebagai pilar demokrasi yang kredibel dan terpercaya” ujar Yogi Hadi Ismanto selaku Narasumber dari perwakilan Dewan Pers.

Tinjau Dayah Baitul Huda Al-Aziziyah, Ini Kata Wabup T. Zainal Abidin.

0

 

Aceh Timur-Mediaistana.com 

Suasana penuh haru dan bahagia bagi para santri Dayah Baitul Huda Al-Aziziyah, Desa Paya Naden, Kecamatan Madat ketika Wakil Bupati Aceh Timur T. Zainal Abidin, S.Pd.I., M.H, berkunjung sekaligus meninjau langsung aktivitas Pendidikan di Dayah itu. Rabu 19 Nov 2025.

 

Kedatangan orang nomor dua di Aceh Timur itu disambut hangat para santri, dewan guru, serta para tokoh masyarakat setempat. Para santri tak menyangka dapat bertemu langsung dengan putra asli Madat yang kini mengemban amanah sebagai Wakil Bupati.

 

Dalam kunjungannya, Wabup T. Zainal Abidin berkeliling meninjau ruang belajar, asrama, hingga area pengajian. Ia tampak berdialog akrab dengan para santri, menanyakan aktivitas harian, sekaligus memberikan motivasi agar terus semangat dalam menuntut ilmu agama.

 

“Dayah adalah benteng moral masyarakat. Para santri adalah generasi yang kelak akan membawa cahaya keilmuan dan akhlak bagi daerah ini,” Ungkap Wabup T. Zainal Abidin.

 

Selain melihat aktivitas belajar, Wabup juga memperhatikan kondisi fisik fasilitas pengajian yang saat ini membutuhkan renovasi. Beberapa ruangan tampak sudah tidak layak dan butuh sentuhan perbaikan agar proses belajar mengajar berlangsung nyaman.

 

Wabup menyampaikan bahwa pemerintah Kabupaten Aceh Timur akan mengupayakan bantuan sesuai kemampuan anggaran serta membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak.

 

“Kita akan carikan solusi terbaik. Dayah seperti ini harus terus hidup dan menjadi tempat yang layak bagi generasi kita menimba ilmu,” Tegasnya.

 

Kunjungan tersebut tidak hanya memberi semangat baru bagi para santri, tetapi juga menjadi bukti kepedulian pemerintah Aceh Timur terhadap pendidikan Dayah sebagai salah satu pilar penting pembangunan karakter di Aceh Timur.

 

Para santri mengaku senang atas kehadiran Wabup. Bagi mereka, kedatangan sosok putra asli Madat itu adalah motivasi besar untuk terus belajar, berjuang, dan menjaga tradisi keilmuan pesantren.

 

Masyarakat juga berharap dengan adanya perhatian pemerintah akan membawa Dayah Baitul Huda Al-Aziziyah semakin maju dan mampu mencetak generasi berilmu yang berakhlak mulia.(MN) 

Polres Aceh Timur Edukasi Keselamatan Kepada Pelajar, Rangkaian Operasi Zebra Seulawah 2025

0

 

 

Aceh Timur-Mediaistana.com 

Polres Aceh Timu Polda Aceh memberikan edukasi kepada pelajar SMAN 1 Peureulak tentang keselamatan berlalu lintas sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Operasi Zebra Seulawah Tahun 2025.

 

“Anak-anak remaja perlu diberi pemahaman yang kuat terkait keselamatan berlalu lintas di jalan raya guna menghindari kecelakaan lalu lintas,” kata Kasat Lantas Polres Aceh Timur AKP Hardi, S.H., Rabu, (19/11/2025).

 

Ia mengemukakan, Operasi Zebra bukan hanya sekadar penegakan hukum, namun juga upaya preventif untuk menyelamatkan jiwa masyarakat, khususnya para pelajar yang rentan terhadap risiko kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

 

Disamping itu pihaknya mengajak pihak sekolah ikut terlibat dalam pencegahan terhadap siswa/siswi yang melakukan aktivitas pelanggaran lalu lintas, termasuk peran aktif orang tua.

 

“Melalui edukasi ini kami berharap pelajar bisa menjadi pelopor keselamatan,” ujar AKP Hardi.

 

Menurutnya, kecelakaan lalu lintas kapan saja bisa terjadi bila pengendara lalai terhadap rambu-rambu, maka anak di bawah umur sebaiknya jangan diberi akses mengendarai sepeda motor di jalan raya.

 

Pada kesempatan itu, personel Satlantas Polres Aceh Timur juga menyampaikan sejumlah poin penting tentang keselamatan berlalu lintas yakni menggunakan helm sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), larangan berkendara bagi pelajar di bawah umur.

 

“Kami hanya bisa mengimbau, peran orang tua sangat penting dalam menjaga keselamatan anak,” lanjut Kasat Lantas.

 

Dari edukasi itu Polres Aceh Timur berharap tercipta generasi muda yang sadar aturan, tertib, dan mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungannya masing-masing.

 

“Operasi Zebra Seulawah Tahun 2025 sebagai salah satu upaya Kepolisian menekan angka kecelakaan di jalan raya. Karena berkendara tanpa mematuhi aturan dapat mengancam keselamatan jiwa.” Terang Kasat Lantas Polres Aceh Timur AKP Hardi, S.H.(MN) 

Ratusan Peterjun Kostrad Hiasi Langit Kota Timah Babel

0

Jakarta -MEDIA ISTANA (Puspen TNI). Komandan Batalyon Yonif Para Raider 501/BY Divisi 2 Kostrad Letkol Inf I Gusti Bagus Prayuda pimpin ratusan peterjun, hiasi langit Pulau Timah melaksanakan penerjunan lintas udara (linud) sebagai bagian dari latihan terpadu berskala besar yang melibatkan seluruh matra TNI yang digelar di Desa Mabat, Bangka Belitung, Rabu (19/11/2025). Kehadiran satuan peterjun Kostrad ini menegaskan kesiapan TNI dalam meningkatkan kemampuan dan proyeksi kekuatan dalam respons cepat menghadapi berbagai potensi ancaman di wilayah nasional.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI bersama Menteri Pertahanan, para Menteri ESDM, Wakil Panglima TNI dan juga pejabat tinggi kementrian terkait, menyaksikan secara langsung proses penerjunan dari titik tinjau utama. Kehadiran para pimpinan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap peningkatan kemampuan tempur, interoperabilitas antar-matra, serta kesiapan operasional TNI dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis dan dinamika ancaman modern.

Kehadiran Yonif 501 di Bangka Belitung menjadi elemen strategis dalam penguatan operasi darat, sekaligus bagian dari integrasi latihan darat, laut dan udara yang bertujuan meningkatkan pengendalian wilayah nasional. Latihan ini sekaligus mempertegas komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya pada sektor-sektor strategis seperti pertambangan timah yang menjadi aset penting nasional.

Penerjunan ini merupakan bagian dari rangkaian latihan untuk meningkatkan kemampuan profesional prajurit Kostrad, khususnya dalam operasi lintas udara. Selain mengasah teknik terjun, kegiatan ini juga bertujuan menjaga kesiapsiagaan satuan dalam menghadapi berbagai tugas operasi yang menuntut kecepatan dan ketepatan pergerakan pasukan, terutama dalam pengamanan kawasan vital seperti jalur distribusi dan area industri timah yang strategis.

Latihan penerjunan ini menggunakan dua pesawat angkut berat C-130 Hercules. Pesawat A-1328 dari Skadron Udara 32 Malang dan pesawat A-1318 dari Skadron Udara 31 Halim Perdanakusuma, membawa ratusan peterjun.

Warga setempat tampak antusias menyaksikan ratusan prajurit melayang turun dengan payung masing-masing, menciptakan pemandangan spektakuler di langit Bangka Belitung. Kehadiran para peterjun ini diharapkan turut mempererat hubungan TNI dengan masyarakat serta memberikan edukasi mengenai kemampuan satuan-satuan elite TNI dalam menjaga kedaulatan negara, termasuk perlindungan aset-aset nasional seperti tambang timah yang menjadi identitas dan kebanggaan Bangka Belitung.

HAMDAN A.md

Karaoke Wijaya 37 Disorot Warga: Dugaan Prostitusi Terselubung dan Jual Miras Ilegal

0

Mediaistana.com | Jakarta — Industri hiburan malam kembali menjadi sorotan tajam warga Jakarta Barat. Di tengah maraknya karaoke plus-plus yang diduga menjadi kedok praktik prostitusi dan peredaran minuman ilegal, salah satu tempat yang kini paling banyak menuai keluhan publik adalah Karaoke Wijaya 37, bagian dari jaringan PT Wijaya Group yang disebut memiliki sedikitnya delapan cabang di wilayah Jakarta Barat.

Berdasarkan pantauan langsung wartawan Sorot News di lapangan, sejumlah aktivitas mencurigakan diduga terjadi di lokasi yang berada di kawasan Ruko Jl. Gang Macan, Kebon Jeruk tersebut. Informasi yang dihimpun dari beberapa narasumber memperkuat dugaan bahwa tempat karaoke itu tidak hanya menyediakan layanan hiburan biasa, namun juga praktik ilegal yang meresahkan warga.

Seorang narasumber kunci mengungkapkan kepada awak media bahwa dirinya memiliki bukti percakapan, mengetahui alur transaksi, bahkan menyatakan siap menjadi saksi resmi apabila aparat penegak hukum ingin menindaklanjutinya.

“Saya tahu persis aktivitas di dalamnya. Ada dua talent berinisial P dan R yang bekerja sebagai LC (pemandu lagu). Dari apa yang saya lihat, mereka bukan hanya menemani tamu, tapi juga bisa ‘di-open BO’. Kamarnya ada di dalam, bisa juga dibawa keluar. Semuanya ada tarifnya,” ujarnya.

Narasumber lain juga menyebut adanya dugaan mami dan pihak pengelola yang diduga ikut mengakomodasi praktik tersebut sehingga aktivitas diduga berjalan secara sistematis.

Dugaan Pelanggaran Hukum: Dari Prostitusi, Miras Ilegal, hingga Royalti Lagu

Selain dugaan prostitusi, warga dan sumber internal menyebut adanya indikasi pelanggaran lain, seperti:

Penjualan minuman beralkohol ilegal dengan kadar alkohol di atas 15%.

Pemutaran lagu tanpa pembayaran royalti, yang masuk dalam kategori pelanggaran hak cipta.

Diduga adanya mucikari atau pihak yang mengatur transaksi seksual di dalam lokasi.

Jika terbukti benar, aktivitas tersebut bisa masuk ranah pidana sebagaimana diatur dalam:

Pasal 30 jo. Pasal 4 ayat (2) huruf d
Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi,
yang mengancam pelaku dengan hukuman:

Penjara 6 bulan hingga 6 tahun,

Denda Rp250 juta sampai Rp3 miliar.

Warga, “Ini Sudah Rahasia Umum, Tempat Favorit Hidung Belang”

Hasil investigasi lapangan menunjukkan warga sekitar sudah lama mencurigai aktivitas tersebut. Salah seorang warga menyatakan:

“Bukan rahasia, mas. Di Wijaya ini memang banyak laki-laki hidung belang datang buat nyanyi sekalian BO. Kamarnya ada, tinggal cocok harga saja,” ujar seorang warga yang meminta namanya disamarkan.

Informasi warga menguatkan adanya dugaan bahwa sistem BO dilakukan terbuka dan terorganisir.

Harga LC dan BO Diduga Terstruktur

Dari data yang dihimpun, para LC disebut mendapat tarif:

Rp100.000 per jam untuk menemani tamu bernyanyi.

Rp350.000 per sekali BO/check-in, berdasarkan penuturan para narasumber.

Namun ironisnya, menurut pengakuan salah satu pekerja wanita berinisial M, para LC justru menerima penghasilan yang kecil karena diduga mengalami potongan hingga 50% oleh manajemen dan agensi. Ia mengaku tak mendapatkan: gaji tetap, jaminan kesehatan, perlindungan kerja sebagaimana diatur pemerintah.

“Tempatnya sudah besar, PT lagi. Tapi para pekerja dipotong besar. Kami dipaksa melayani tamu, tapi penghasilan sangat kecil,” ungkap M.

Beroperasi Hampir 8 Tahun, Cabang Bertebaran di Jakbar

Warga menyebut Karaoke Wijaya telah beroperasi hampir delapan tahun di Jakarta Barat, dengan sebaran lokasi di:

Kebon Jeruk, Grogol Petamburan, Tambora, Kembangan dan wilayah lainnya.

Beberapa wanita LC yang bekerja di sana disebut merupakan “pindahan” dari area hiburan malam di kawasan Royal, Penjaringan, Jakarta Utara.

Desakan Publik: Tiga Pilar Harus Bertindak

Gelombang desakan terhadap aparat pemerintah semakin besar. Warga menilai tidak ada alasan bagi pihak kepolisian, Satpol PP, maupun pemerintah kota untuk membiarkan aktivitas dugaan prostitusi berkedok karaoke terus berjalan.

“Kalau tidak berani menutup tempat seperti ini, wajar publik bertanya ada apa?” ujar seorang tokoh warga.

Sejumlah aktivis muda di Jakarta Barat bahkan meminta Kapolda Metro Jaya, Pemprov DKI, hingga TNI turun tangan menindak tegas.

“Tempat seperti ini bukan hanya merusak moral, tapi jadi potensi penyebaran penyakit berbahaya. Harus ada keberanian pemerintah untuk menutup,” tegas salah satu aktivis.

Ada pula seruan ke Bapak Pramono Anung dan Rano Karno sebagai Penjabat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk memberi atensi khusus.

Sorot News hingga berita ini disusun masih berupaya meminta klarifikasi dari manajemen PT Wijaya Group dan penanggung jawab Karaoke Wijaya 37.
Warga berharap pemerintah segera memeriksa, mengawasi, dan memutuskan langkah hukum yang tepat agar dugaan praktik prostitusi dan pelanggaran hukum di wilayah Jakarta Barat tidak terus berkembang.

(red/tim)

Karaoke Wijaya Group di Jakbar Disorot: Diduga Jadi Sarang Prostitusi dan Jual Minuman Ilegal

0

Mediaistana.com | Jakarta — Dibalik lampu warna-warni dan ruang karaoke kedap suara, dugaan praktik gelap di sebuah jaringan hiburan bernama Wijaya Group Entertainment kembali menyeruak ke permukaan. Beroperasi selama delapan tahun dan memiliki sejumlah cabang di Jakarta Barat, salah satu lokasi yang kini menjadi sorotan tajam publik adalah Wijaya Karaoke Taman Ratu, Duri Kepa, Kebon Jeruk. (20/11/2025)

Hasil penelusuran lapangan yang dilakukan tim kami mengungkap indikasi aktivitas ilegal yang cukup sistematis di ruang-ruang karaoke yang seharusnya hanya digunakan sebagai tempat hiburan keluarga.

Di Balik Pintu Ruang Karaoke: Tarif Prostitusi Diatur, LC Dijajakan Per Jam

Seorang narasumber yang pernah masuk ke dalam salah satu room karaoke memberikan kesaksian yang memperkuat dugaan tersebut. Ia mengaku ditawarkan pemandu lagu (LC) dengan tarif Rp100.000 per jam.

Namun yang lebih mengejutkan, narasumber ini mengungkapkan bahwa LC dapat langsung di-booking untuk kegiatan prostitusi dengan tarif Rp350.000 per sekali transaksi–semuanya dilakukan secara terselubung namun terstruktur.

“Mereka menawarkan secara langsung. Tarifnya sudah jelas. Bahkan ada kode tertentu dari karyawan,” ungkap narasumber tersebut.

Selain praktik transaksi layanan seksual, tempat ini juga diduga menjual minuman beralkohol ilegal dengan kadar di atas 15%. Alkohol tersebut tidak memiliki label resmi dan tidak tercatat dalam izin usaha karaoke yang mereka miliki.

Warga Sekitar: ‘Setiap Malam Ramai, Tapi Ada yang Aneh’

Penelusuran kami ke sejumlah warga sekitar menunjukkan keresahan yang sudah berlangsung lama. Aktivitas pengunjung yang keluar-masuk hingga dini hari, suara gaduh, serta perputaran kendaraan diduga menjadi tanda adanya praktik usaha yang tidak wajar.

Seorang tokoh pemuda setempat mengatakan bahwa dampak keberadaan karaoke tersebut sudah sangat terasa.

“Ini bukan tempat karaoke biasa. Anak-anak muda bisa keluar masuk bebas, ada minuman, dan kami mendengar ada praktik prostitusi. Ini merusak lingkungan,” ujarnya.

Warga mengaku sudah berulang kali menyampaikan keluhan, namun penindakan dinilai hanya seperti formalitas.

Sidak Hanya Formalitas? Warga Pertanyakan Keseriusan Aparat

Tuntutan dari warga Duri Kepa sangat jelas: instansi terkait seperti Dinas Pariwisata, Satpol PP, hingga aparat kepolisian harus bertindak nyata dan tidak sekadar sweeping yang dilakukan di jam-jam yang tidak menunjukkan aktivitas mencurigakan.

Warga bahkan menilai ada ketidakberesan dalam pola pengawasan.

“Kalau sidaknya hanya sore atau jam siang, ya tidak bakal ketahuan. Kami curiga ada permainan atau setoran sehingga tempat seperti ini bisa bebas beroperasi,” ujar seorang warga lainnya yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Aturan Sudah Ada, Tapi Penindakan Tak Sejalan

Ironisnya, aturan yang mengatur usaha hiburan di Jakarta cukup jelas dan ketat.

Beberapa payung hukum yang seharusnya menjadi landasan penindakan antara lain:

Perda DKI Jakarta No. 4/2015 tentang Usaha Hiburan

Pergub No. 195/2016 tentang Penataan dan Pengawasan Usaha Hiburan

Pasal 303 KUHP tentang minuman keras ilegal

UU Pornografi No. 44/2008, Pasal 30 junto Pasal 4 ayat (2) huruf d, yang mengatur larangan prostitusi dengan ancaman 6 bulan hingga 6 tahun penjara serta denda hingga Rp3 miliar

Dengan dugaan kuat adanya transaksi prostitusi serta penjualan alkohol ilegal, karaoke ini seharusnya dapat langsung dikenai sanksi administratif hingga pidana.

Namun di lapangan, penegakan hukum dinilai berjalan lambat—bahkan mandek.

Operasi Penertiban: Ada di Atas Kertas, Tak Terlihat di Lapangan

Meski Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim telah melakukan berbagai operasi penertiban, kenyataannya berdasarkan pantauan warga, karaoke-karaoke dengan dugaan praktik ilegal justru semakin menjamur dan tetap beroperasi tanpa hambatan.

Kondisi ini memicu tanda tanya besar di kalangan warga.

Apakah ada pihak yang sengaja melindungi?
Mengapa tempat yang diduga melanggar aturan tetap tidak tersentuh?

Warga juga memperingatkan bahwa praktik prostitusi yang dibiarkan dapat berpotensi menjadi media penyebaran penyakit menular seperti HIV/AIDS.

Kesimpulan: Warga Menyerukan Penindakan Nyata, Bukan Sekadar Janji

Warga Duri Kepa menegaskan bahwa mereka tidak menolak usaha hiburan, tetapi menolak keras praktik ilegal yang mengancam moral, keamanan, dan kesehatan publik.

Kini bola panas ada di tangan aparat dan pemerintah daerah. Warga menunggu langkah tegas, bukan sekadar retorika atau sidak seremonial.

“Kami tidak ingin lingkungan kami dijadikan sarang prostitusi. Kami minta aparat turun tangan, bukan jadi penonton,” tutup salah satu tokoh lingkungan.

(red/tim)