30.4 C
Jakarta
Beranda blog Halaman 289

Pertamina Patra Niaga Laksanakan Investigasi Menyeluruh, Tegaskan Komitmen Layanan Kualitas BBM

0

Mediaistana.com|Surabaya – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) sampaikan permohonan maaf atas munculnya ketidaknyamanan atas laporan masyarakat terkait kendala pada mesin kendaraan setelah pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di beberapa SPBU wilayah distribusi Jawa Timur.(29/10/2025)

Pertamina pastikan penyaluran produk BBM tetap berjalan lancar sehingga kebutuhan energi masyarakat tidak terganggu dan juga memastikan seluruh produk yang disalurkan telah melalui proses pengawasan ketat, mulai dari terminal pengirim hingga lembaga penyalur resmi, sebagai wujud komitmen kami dalam menghadirkan produk yang aman dan berkualitas bagi masyarakat.

Beberapa hari terakhir, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menerima aduan dari konsumen mengenai produk Pertalite yang terindikasi menimbulkan gangguan pada mesin kendaraan bermotor.

Diantaranya area Lamongan, Gresik, Bojonegoro, Tuban, Surabaya, Sidoarjo dan Malang.

Menanggapi hal tersebut, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa seluruh proses distribusi BBM telah dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku,

termasuk pemeriksaan mutu produk melalui pengujian laboratorium sebelum disalurkan kepada masyarakat.

“Prioritas utama kami adalah menjamin keamanan suplai serta mutu produk BBM yang diterima masyarakat sesuai dengan regulasi yang berlaku. Setiap tahapan distribusi dilakukan berdasarkan standar yang telah ditetapkan untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga,” ujar Ahad.

Sebagai langkah tindak lanjut, Pertamina Patra Niaga telah melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan terhadap produk Pertalite yang berasal dari Terminal BBM Tuban dan Terminal BBM Surabaya sebagai mayoritas supply point BBM area terdampak dan hasilnya BBM dinyatakan _on spec_ sesuai spesifikasi.

“Saat ini sedang berjalan investigasi lanjutan untuk pengecekan _Quality and Quantity_ (QQ) BBM di level SPBU sebagai titik distribusi akhir kepada masyarakat.

Rangkaian investigasi ini dilaksanakan guna memastikan kualitas dan kesesuaian spesifikasi produk,” tegas Ahad.

Sebagai bentuk keterbukaan layanan publik, Pertamina saat ini menyediakan tujuh belas titik posko (bertambah 14 titik dari kondisi awal 3 titik) untuk melayani keluhan dan pelaporan masyarakat dengan panduan langkah (terlampir).

Untuk wilayah terdampak lainnya diluar lokasi posko diatas dapat menghubungi SPBU terakhir pembelian BBM, atau bisa menghubungi via Pertamina Contact Center pada pilihan kanal berikut :
– Call Center 135
– ⁠Email pcc135@pertamina.com
– ⁠DM Instagram @pertamina.135

agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

 

*Media Contact*
*Ahad Rahedi*
*Area Manager Comm, Rel. & CSR*
*PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus*
*+62 811-7505-229*

Satgasus KPK Tipikor Riau Ungkap dugaan Skandal tanah rakyat 300 hektar di desa Kuala pandukk

0

PELALAWAN – RIAU | Awan gelap kembali menyelimuti tata kelola pertanahan di Riau. Tim Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Tipikor Riau menemukan indikasi kuat adanya praktik mafia tanah di kawasan perbatasan Desa Kuala Panduk dan Desa Pangkalan Terap, Kabupaten Pelalawan.

Ketua Satgasus KPK-Tipikor Riau, julianto, mengungkap bahwa timnya mendapati aktivitas pembukaan lahan secara masif dengan menggunakan alat berat, meliputi area seluas sekitar 300 hektare. Aktivitas tersebut mengemuka melalui dalih kepemilikan surat tanah yang diklaim atas nama masyarakat desa.

Namun, setelah ditelusuri, banyak warga justru mengaku tidak pernah memberikan kuasa ataupun mengetahui adanya klaim tersebut.

“Kami menduga ada jaringan terstruktur yang memanipulasi data kepemilikan untuk meraup keuntungan pribadi. Praktik seperti ini bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga menyinggung aspek moral dan keadilan sosial,” tegas julianto saat memberikan keterangan di lokasi, Selasa (23/9/2025).

Temuan Satgasus ini menjadi potret ironis di tengah upaya pemerintah memperketat pengawasan terhadap lahan-lahan ilegal di wilayah lain, seperti Taman Nasional Tesso Nilo. Sementara di Kuala Panduk, kegiatan eksploitasi lahan justru terus berlanjut tanpa hambatan berarti seolah hukum kehilangan daya cegahnya.

Lebih lanjut, julianto menjelaskan bahwa informasi awal mengarah pada keterlibatan perusahaan swasta yang mengelola lahan tersebut. Satgasus pun mendesak agar pihak perusahaan segera membuka data legalitas dan dokumen perizinan yang mereka miliki, termasuk klarifikasi atas penggunaan nama masyarakat dalam klaim kepemilikan lahan.

Satgasus KPK-Tipikor Riau juga menyerukan agar aparat penegak hukum di tingkat daerah—Kapolda, Kajati, dan Bupati Pelalawan—menunjukkan komitmen nyata dalam menindaklanjuti temuan ini.

“Kami meminta agar langkah hukum segera diambil. Ini bukan sekadar soal kepemilikan tanah, melainkan soal tanggung jawab terhadap masa depan lingkungan dan keadilan masyarakat,” ujar julianto.

Kasus ini tidak hanya menyingkap potensi penyalahgunaan kewenangan, tetapi juga mengundang keprihatinan terhadap kerusakan ekologis yang ditimbulkan. Pembukaan lahan skala besar di wilayah penyangga lingkungan berpotensi menimbulkan degradasi ekosistem, konflik agraria, serta kerugian sosial yang tak terhitung.

Laporan Satgasus ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan pusat. Diperlukan langkah preventif dan reformasi sistem pengawasan pertanahan agar nama masyarakat tidak lagi dijadikan tameng untuk praktik koruptif yang merusak keadilan dan keberlanjutan lingkungan.***

UTS Evaluasi Kurikulum Hukum Bersama Pakar, Hakim, dan Alumni

0

Langkah Berani! UTS Evaluasi Kurikulum Hukum Bersama Pakar, Hakim, dan Alumni

Surabaya – Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) Universitas Teknologi Surabaya (UTS) mengambil langkah berani dengan menggelar kegiatan “Silaturahmi Evaluasi Kurikulum dengan Stakeholders”. Kegiatan ini menjadi komitmen nyata UTS dalam memperkuat relevansi pendidikan hukum dengan kebutuhan dunia profesional dan masyarakat modern.

Digelar secara daring pada Selasa (28/10/2025), kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya redesain kurikulum Prodi S1 Ilmu Hukum Tahun 2025. Acara dipandu oleh Sekretaris Pengembang Kurikulum Novi Enjelina Putri, S.H., M.H. serta Ketua Pengembang Kurikulum Annisa Firdhausy, S.H., M.H., dan dibuka oleh Dekan FISHUM Zulharman, S.H., M.H. bersama Kaprodi Ilmu Hukum Wahyu Fahmi Rizaldy, S.H., M.H.

Dalam sambutannya, Dekan FISHUM menegaskan bahwa evaluasi kurikulum bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi merupakan kebutuhan strategis dalam menjawab tantangan zaman.

> “Silaturahmi ini adalah wujud komitmen kami untuk memastikan link and match antara kurikulum dengan kebutuhan nyata Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta instansi pemerintahan. Lulusan kami harus siap pakai dan adaptif terhadap perkembangan hukum dan teknologi,” tegas Zulharman.

 

Kaprodi Ilmu Hukum Wahyu Fahmi Rizaldy, S.H., M.H. menambahkan bahwa fokus utama evaluasi ini adalah sinkronisasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dengan profil lulusan yang diharapkan.

> “Masukan dari para stakeholders sangat penting. Kami mencatat kebutuhan nyata seperti penguasaan cyber law, kemampuan litigasi dan non-litigasi, serta soft skills seperti negosiasi dan legal drafting yang relevan dengan era digital,” ujarnya.

 

Untuk memperkaya perspektif, Prodi Ilmu Hukum UTS menghadirkan reviewer dari tiga pilar utama: akademisi, praktisi, dan alumni. Dari kalangan akademisi, hadir Rayno Dwi Adityo, S.H., M.H. (Dosen Hukum UIN Malang), Masitoh Indriani, S.H., LL.M. (Dosen Hukum Internasional Universitas Airlangga), dan Justino Ximenes (Dosen Hukum Universitas Dili, Timor Leste). Kolaborasi lintas perguruan tinggi, termasuk dari luar negeri, memberikan masukan berharga tentang standar keilmuan dan tantangan global dalam pendidikan hukum.

Sementara itu, kalangan praktisi turut memperkaya diskusi. Ahmad Fandik, S.H., M.H. (Hakim) menyampaikan pentingnya penguatan kompetensi hukum praktis bagi mahasiswa. Indri Syahfitri, S.H., M.H. (Legal Corporate PT Bank Raya Tbk) menekankan pentingnya pemahaman hukum bisnis dan perbankan digital. Adapun M. Syukron Amin, S.H. (Baznas) menyoroti dimensi hukum sosial dan filantropi yang semakin relevan di era modern.

Tidak ketinggalan, pandangan dari alumni turut memberi warna dalam proses evaluasi ini. Semuel, S.H. (PT Salam Pasific) memberikan masukan terkait kesenjangan antara teori di bangku kuliah dan praktik di dunia kerja, yang menjadi bahan refleksi penting bagi penyempurnaan pembelajaran.

Diskusi yang berlangsung interaktif sejak pukul 15.00 WIB tersebut juga menekankan pentingnya integrasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) agar mahasiswa dapat memperoleh pengalaman lapangan secara langsung.

Seluruh masukan dan rekomendasi dari para pakar, praktisi, serta alumni akan menjadi dasar bagi lokakarya internal Prodi Ilmu Hukum UTS dalam merumuskan draft kurikulum baru yang lebih relevan, adaptif, dan berdaya saing global.

Melalui kegiatan ini, Universitas Teknologi Surabaya menegaskan langkah beraninya sebagai institusi pendidikan tinggi yang siap bertransformasi menghadapi tantangan hukum masa depan—menghasilkan lulusan yang tidak hanya berkompeten secara akademik, tetapi juga siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Diduga Atas Tuduhan Palsu Oleh Influncer Julian Petroulas,Pria Asal perancis Berikan Klatifikasi

0

MediaIstana || Bali, Pulau dewata memang menjadi daya tarik yang sangat menggiurkan bukan hanya sebagai tempat wisata alam, Budaya bahkan makanan, namun lebih dari itu banyak wisatawan domestik bahkan wisatawan manca negara tertarik untuk berinvestasi di tanah Pulau Dewata ini.

Termasuk di dalamnya adalah seorang penduduk asal Prancis, Philippe Claude Millieret. Karena kecintaannya yang mendalam terhadap Bali, Philippe memanfaatkan kesempatan untuk menyewa tanah seluas 1,1 hektar di wilayah Kabupaten Badung. Rencananya adalah menyimpan sebagian kecil untuk dirinya sendiri di mana ia dapat membangun RUMAH kecil di sedikit lahan itu sesuai dengan apa yang diharapkan dengan penuh kasih yang disebutnya sebagai “rumah terakhir saya”—sebuah rumah kecil sederhana di mana ia berniat menghabiskan sisa hidupnya dikelilingi oleh keindahan alam Bali.

“ I love bali, for me bali is wonderful place, someday I wan to stay here, in here I see sunset from my home, talk with civilian, live with people together” ucapnya saat ditemui di warung kopi. (Saya cinta Bali, bagi saya Bali adalah tempat yang indah, suatu hari nanti saya ingin tinggal di sini, di sini saya melihat matahari terbenam dari rumah saya, berbicara dengan warga masyarakat, tinggal dengan orang Bali). Philippe sudah mengerti dan mencintai bali karena budayanya, warganya semua ramah dan saling membantu sesama.

Dengan berjalannya waktu philippe bertemu dengan Julian Petroulas yang dikenalnya melalui pertemuan singkat melalui perkenalan dengan seorang agen di bali. Setelah pertemuan itu, philippe mengirimkan semua detail tanah kepadanya melalui email dan WhatsApp. Dia mengajukan penawaran dan terjadilah kesepakatan sewa menyewa. Menurut keterangan Phillippe, dalam kesepakatan tersebut disepakati pembayaran dalam waktu 16 bulan. Sangat penting untuk di jelaskan bahwa julian mengatakan bahwa jika dia terlambat membayar, sewa akan dikembalikan kepada saya, dan berjanji untuk membayar, Namun hal itu semua suatu kebohongan. Dia tahu sejak awal bahwa dia akan mengintimidasi saya. Inilah mengapa dia tidak mau membayar sekaligus. Tetapi secara bertahap, terang Phillippe kepada awak media.

Namun setelah terjadi kesepakatan, Julian Petroulas sudah mulai menggunakan lahan tersebut dengan membangun pondasi jalan tanpa koordinasi dan persetujuan Subak, dimana pondasi jalan tersebut melanggar peraturan adat bali, karena menutup jalur irigasi inilah yang menjadi sumber permasalahan dimulai.

Dalam langkah yang jarang terjadi, komunitas irigasi sakral Subak Bali dan seorang pemilik tanah lokal bersatu memberikan kesaksian di pengadilan melawan influencer asal Australia, Julian Petroulas, yang kampanye medianya mengklaim sebagai korban “penipuan tanah senilai 6,2 juta dolar AS” ternyata terbukti sepenuhnya palsu dan Pengadilan Negeri Denpasar telah menolak gugatan Petroulas.

Setelah Petroulas mulai membangun jalan akses di atas sistem irigasi tanpa koordinasi dengan pihak berwenang setempat, Subak meminta sumbangan standar sebesar 10 juta rupiah (sekitar 600 dolar AS). Alih-alih mematuhi dan berdialog dengan hormat, Petroulas menuduh Subak melakukan “pelecehan” dan secara pribadi menghina para pemimpin komunitas. Ia kemudian menggunakan cerita palsu ini sebagai alasan untuk menakut-nakuti penyewa lahan saat ini dan mencoba memeras kompensasi sebesar 2 miliar rupiah (sekitar 125.000 dolar AS) dari pria tua tersebut—200 kali lipat dari jumlah sumbangan wajar yang diminta Subak, tegas Phillippe menjelaskan kepada para awak media di damping kuasa Hukumnya I Nyoman Wirajaya, S.H., M.H pada senin 27 Oktober 2025 di Canggu Bali.

Dalam keterangannya I Nyoman Wirajaya, S.H., M.H, selaku PHnya dari King justitia law office Bali menyampaikan bahwa Secara juridis formil client kami philipe punya legal standing yang sangat kuat. Ia juga sangat menyayangkan langkah hukum yang di lakukan oleh Sdr Julian .dalam istilah filsafat hukum kita semua mengenal Facta sun Servanda, artinya Perjanjian itu harus di hormati.

Dalam klausul perjanjian sudah sangat jelas dan tidak terbantahkan bahwa Julian sudah Wan Prestasi. Lebih lanjut I Nyoman Wirajaya, S.H., M.H yang juga sebagai pemerhati dan aktif dalam kegiatan Masyarakat adat serta menjunjung adat budaya Bali menjelaskan bahwa dirinya tidak hanya terfokus pada masalah posisi hukum client, tapi apa yang di perlihatkan dalam medsos Julian sudah sangat menusuk dan menyakiti akan kearifan warga tumbak bayuh terutama terhadap sebuah budaya sacral tentang subak khususnya Di Pulau Dewata Bali yang cinta Damai ini.

Dalam penyampaian Philippe Claude Millieret, bahwa Julian Petroulas, Influencer berbasis di Dubai ini menimbulkan kontroversi tahun lalu melalui video YouTube berjudul “How I Make MILLIONS of Dollars in Bali”, yang mengklaim memiliki 1,1 hektare lahan di area pemukiman dengan rencana membuka klub malam dan bar strip untuk model Rusia tepat di sebelah pura keluarga sakral. Ia kemudian secara pribadi berulang kali menuduh pemilik tanah dan lembaga sakral Subak melakukan pelecehan sebagai alasan untuk menakut-nakuti penyewa lahan saat ini dan memaksa penurunan harga serta perjanjian baru.

Lebih jauh lagi, dalam narasi palsunya di media ia juga menuduh notarisnya “mengkhianatinya di belakang,” sehingga menimbulkan keraguan terhadap seluruh profesi tersebut. Padahal notaris yang dimaksud adalah sosok terhormat di Bali yang tidak pernah melakukan kejahatan itu. Namun karena kebohongannya, media kemudian menyarankan pembacanya agar tidak berinvestasi di Bali—tempat yang disebutnya “tidak bisa mempercayai notaris sendiri dan penuh dengan penipu tanah.”

Lebih lanjut menurut philippe, Julian Petroulas, Influencer berbasis di Dubai ini pernah di cekal oleh imigrasi Indonesia pada desember 2024, Terkait larangan masuknya ke Indonesia, Petroulas sengaja menyesatkan media dan para “pengikutnya” untuk menampilkan dirinya sebagai “korban.” Sementara Imigrasi Indonesia secara publik menjelaskan pada Desember 2024 bahwa julian dijatuhi sanksi karena membanggakan diri telah menghasilkan “jutaan dolar” melalui investasi properti dan bisnis sementara ia hanya memegang visa turis dan ini merupakan pelanggaran keimigrasian. Atas ungkapan julian tersebut banyak netizen dan orang Bali tersinggung ketika dia menyebut tanah itu miliknya. Kemudian dia di Cekal ke Indonesia karena mengklaim menghasilkan jutaan dan mempekerjakan 150 karyawan saat menggunakan visa turis.

Dalam Bukti yang diajukan ke Pengadilan menceritakan kisah yang sangat berbeda dari narasi publik Petroulas sebagai “korban” yang ia sebarkan di media. Sementara secara publik ia mengaku ditipu bersama pemilik tanah, komunikasi pribadi yang diajukan ke pengadilan mengungkap bahwa Petroulas berulang kali menuduh pemilik tanah yang sama dan kemudian Subak, lembaga suci di Bali melakukan penipuan. Ia menggunakan tuduhan palsu ini sebagai alasan untuk beberapa kali gagal dalam membayar sesuai perjanjian sewa menyewa dan untuk mengintimidasi pemegang sewa, yang ia tahu sedang dirawat di rumah sakit menjalani operasi besar. Petroulas kemudian mencoba memeras 2 miliar rupiah dari pria yang rentan itu. Ketika upaya itu gagal, ia meningkatkan ancamannya. Menyikapi permasalahan ini, Philippe Claude Millieret, seorang pria Tua yang saat ini dalam masa pengobatan akibat berbagai penyakit merasa tidak nyaman dan terusik dan di pandang perlu untuk memberikan klarifikasi atas permasalahan yang terjadi sebenarnya dengan di tunjukan berbagai bukti otentik kepada para awak media.

Next…Bahasa Inggris

 

Allegedly French Man Clarifies False Allegations by Influencer Julian Petroulas

Bali || The Island of the Gods is indeed a very tempting attraction not only for its natural attractions, culture, and even cuisine, but more than that, many domestic and even international tourists are interested in investing in this land.

One such person is a French resident, Philippe Claude Millieret. Due to his deep love for Bali, Philippe seized the opportunity to lease 1.1 hectares of land in the Badung Regency. His plan was to keep a small portion for himself, where he could build a small house on that small plot of land, in keeping with what he lovingly calls “my final home”—a small, simple home where he intends to spend the rest of his life surrounded by Bali’s natural beauty.

“I love Bali. For me, Bali is a wonderful place. Someday I want to stay here. I can see the sunset from my home, talk with civilians, and live with people together,” he said when met at a coffee shop. “I love Bali. For me, Bali is a beautiful place. Someday I want to live here. Here I can see the sunset from my home, talk with the locals, and live with Balinese people.” Philippe already understood and loved Bali for its culture, its friendly, helpful people.

Over time, Philippe met Julian Petroulas, whom he met briefly through an introduction to an agent in Bali. After that meeting, Philippe sent him all the details of the land via email and WhatsApp. He made an offer, and a lease agreement was reached. According to Philippe, the agreement stipulated payment over 16 months. It’s important to clarify that Julian said that if I was late in paying, the rent would be refunded to me and promised to pay. However, this was all a lie. He knew from the start that he would intimidate me. This is why he didn’t want to pay all at once. But gradually, Phillippe explained to the media.

However, after the agreement was reached, Julian Petroulas began using the land by constructing a road foundation without the coordination and approval of the Subak. This road foundation violated Balinese customary law, blocking the irrigation channel, which is the source of the problem.

In a rare move, Bali’s sacred Subak irrigation community and a local landowner have united to testify in court against Australian influencer Julian Petroulas, whose media campaign claiming to be the victim of a “US$6.2 million land scam” was proven to be completely false, and the Denpasar District Court dismissed Petroulas’ lawsuit.

After Petroulas began constructing an access road over the irrigation system without coordinating with local authorities, the Subak demanded a standard contribution of 10 million rupiah (approximately US$600). Instead of complying and engaging in respectful dialogue, Petroulas accused the Subak of “harassment” and personally insulted community leaders. “He then used this false story as an excuse to intimidate the current land tenant and attempt to extort compensation of 2 billion rupiah (approximately US$125,000) from the elderly man—200 times the reasonable donation requested by the Subak,” Phillippe explained to the media, accompanied by his attorney, I Nyoman Wirajaya, S.H., M.H., on Monday, October 27, 2025, in Canggu, Bali.

In his statement, I Nyoman Wirajaya, S.H., M.H., his lawyer from King Justitia Law Office, Bali, stated that “From a formal legal perspective, our client, Philippe, has very strong legal standing.” He also deeply regretted the legal action taken by Mr. Julian. “In legal philosophy, we all know Facta sun Servanda, meaning that agreements must be respected.”

The clause in the agreement clearly and irrefutably stated that Julian was in default. Furthermore, I Nyoman Wirajaya, S.H., M.H., who is also an observer and active in indigenous community activities and upholds Balinese cultural traditions, explained that he was not only focused on the client’s legal position, but also that what Julian displayed on social media was deeply offensive and offensive to the wisdom of the Tumbak Bayuh community, especially regarding the sacred culture of Subak, especially on the peace-loving Island of the Gods, Bali.

Philippe Claude Millieret stated that Julian Petroulas, a Dubai-based influencer, sparked controversy last year with a YouTube video titled “How I Make Millions of Dollars in Bali,” claiming to own 1.1 hectares of land in a residential area with plans to open a nightclub and strip bar for Russian models right next to it.

Film PANGKU Resmi Tayang Persembahan Perdana Rumah Produksi Gambar Gerak

0

Jakarta, Mediaistana -Selasa (28/10/2025) XXI Episentrum Kuningan Jakarta Selatan Rumah Produksi Gambar Gerak perdana meresmikan penayangan Film berjudul PANGKU yang disutradarai oleh Reza Rahadian selaku penulis bersama Felix K dengan didukung para produser seperti Arya Ibrahim,Gita Fara serta Produser Eksekutif Melyana Tjahjadikarta,Film ini dibintangi oleh Claresta Taufan,Fedi Nuril, Christine Hakim,Shakel Fauzi Aisy,Jose Rizal Manua,Devano Danendra,Kaan Lativan,Reza Chandika,Lukman Sardi, Nazira C Noer,Galabby Thahira,Tj Ruth, Happy Salma,Nai Djenar Maesa Ayu,Iswadi Pratama,Nusa Kalimasada,Heliana Sinaga, Rizky Langit dan Demi Medina.

Sebuah Film karya Reza Rahadian ini diangkat dari sumber kisah nyata serta inspirasi kehidupan sang penulis tumbuh dari seorang ibu yang single mother membesarkan anaknya,film ini pun menjadikan sebagai tribut untuk ibu,ujar Reza Rahadian selaku penulis dan sutradara,beliau pun menjelaskan selama 20 tahun berada di industri perfilman saya merasa membutuhkan tantangan dan ruang baru untuk berkembang sebagai seniman.

Film PANGKU mengisahkan perjalanan seorang ibu yang harus berjuang bekerja keras untuk kehidupan,Mau tidak mau hidup harus dijalani,suka dukanya yang kadang kita harus nikmati,kadang juga harus kita syukuri,”ungkap Gita Fara selaku produser.

Pemeran Sartika yang di perankan Claresta Taufan mengungkapkan Film PANGKU ini bagiku adalah sebuah Film yang jujur tentang kehidupan di Indonesia, Spesifiknya terjadi di kawasan Pantura, dalam film ini Aku sendiri bisa memotret secara real apa adanya kehidupan yang dilalui tanpa harus di sedih-sedihkan dan di bagus-baguskan,Film PANGKU ini sudah ditonton di internasional melalui Busan.

Film PANGKU telah memenangkan 4 Penghargaan di Busan Internasional Film Festival (BIFF) 2025 dalam kompetisi Program Vision Asia, Penghargaan tersebut adalah KB Vision Audience Award, FIPRESCI Award,Bishkek International Film Festival-Central Asia Cinema Award serta Face Of the Future Award di FFI 2025 jadi Film PANGKU sudah meraih 7 nominasi Piala Citra sebagai Film cerita panjang terbaik, Claresta Taufan pemeran utama perempuan terbaik,Pemeran Utama Pendukung Perempuan terbaik diraih oleh Christine Hakim,Reza Rahadian,Felix K selaku Penulis Skenario asli terbaik,Penata Artistik Terbaik diraih oleh Eros Eflin, Penata Musik Terbaik Ricky Lionardi serta Penyunting Gambar Terbaik diraih oleh Ahmad Fesdi Anggoro.

Film PANGKU memiliki OST dari lagu legendaris Iwan Fals berjudul Ibu, dengan didukung OST lagu Rayuan Perempuan Gila dari Nadia Amizah yang merupakan salah satu Film yang mendapatkan ijin lisensi untuk menggunakan lagu tersebut dan dapat memberikan dimensi yang lebih dalam tentang karakter Sartika dalam film ini.

Film PANGKU mengisahkan seorang perempuan yang tengah hamil besar untuk menjalani hidup dengan cara mencari pekerjaan,Nasib hidupnya membawa Sartika (Claresta Taufan)bertemu dengan pasangan tua bernama Maya pemilik Kedai kopi di Pantura (Christine Hakim) dan Jaya (Jose Rizal Manua), Kisah Sartika yang ditampung oleh Maya dan Jaya sampai akhirnya menemukan kehidupan baru bersama citanya terhadap Hadi (Fedi Nuril) seorang supir truk ikan,untuk membesarkan anaknya Bayu (Shakeel Fauzi).

Dalam Kisah ini Maya pemilik kedai kopi merawat Sartika degan penuh kasih sampai membantu persalinan sartika, setelah melahirkan niat Maya untuk merayu Sartika agar bisa bekerja untuk menjaga warung kopi dengan cara menyuguhkan kopi sambil di PANGKU sampai akhirnya Sartika bertemu dan jatuh cinta kepada Hadi seorang supir truk ikan.

Film PANGKU akan segera tayang di Bioskop Indonesia mulai 6 November 2025.

Semangat Kebersamaan, Satgas TMMD dan Warga Desa Wama Bahu Membahu Cor Lapangan Voli

0

Semangat Kebersamaan, Satgas TMMD dan Warga Desa Wama Bahu Membahu Cor Lapangan Voli

Tidore Kepulauan – Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 1505/Tidore bersama masyaraka terus menggenjot proses pengecoran lantai lapangan voli Desa Wama, Kecamatan Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Rabu (29/10/2025). Kegiatan ini merupakan salah satu sasaran fisik dalam program TMMD yang bertujuan meningkatkan sarana olahraga dan mempererat kebersamaan antara TNI dan rakyat.

Danpos Wama, Serma Amir Said, menyampaikan bahwa pihaknya bersama masyarakat bahu membahu menyelesaikan pekerjaan pengecoran agar lapangan tersebut segera rampung dan dapat dimanfaatkan oleh warga. “Kami kerahkan masyarakat Desa Wama untuk berfokus pada pengecoran lantai lapangan bola voli ini. Harapannya, dalam waktu dekat lapangan ini sudah bisa digunakan untuk kegiatan olahraga dan ajang silaturahmi warga,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran fasilitas olahraga seperti lapangan bola voli sangat penting untuk membina semangat kebersamaan, menjaga kesehatan, serta memperkuat hubungan sosial antarwarga desa. “Masyarakat Desa Wama pun terlihat antusias dan kompak bekerja bersama anggota Satgas TMMD. Mereka berharap dengan selesainya pembangunan lapangan voli ini, kegiatan olahraga desa akan semakin hidup dan menjadi sarana positif bagi generasi muda,” pungkas Serma Amir Said.

HAMDAN

Wakil Bupati Garut Pimpinan Upacara Sumpah Pemuda Ke- 97, Bergerak untuk Indonesia Maju

0

Garut, Mediaistana.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Garut menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tingkat Kabupaten Garut Tahun 2025, yang dilaksanakan di Lapangan Apel Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Selasa (28/10/2025).

Pelaksanaan Upacara Sumpah Pemuda tahun ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Garut, drg. Hj. L. Putri Karlina, M.B.A, yang bertindak selaku Pembina Upacara. Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini sendiri mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak untuk Indonesia Maju”.

Wabup Garut menyebutkan, bahwa momentum Peringatan Hari Sumpah Pemuda merupakan pengingat bahwa pemuda merupakan kunci perubahan dari suatu hal besar.

“Kayak waktu sebelum Indonesia merdeka sudah ada dulu sumpah pemuda, artinya pemuda ini harus bersatu, menghargai perjuangan pendahulu, dan juga menjadi penentu masa depan,” ujar Putri.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini Kabupaten Garut masih memiliki banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan, terutama dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Atas hal tersebut, dimomen Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, Ia mengajak para pemuda di Kabupaten Garut untuk lebih produktif, proaktif, dan berpikir kritis yang berkontribusi positif.

“Jadi intinya Garut ini masih banyak PR pembangunan, terutama lagi pembangunan sumber daya manusianya, sebagai manusia ini kan salah satu gantungan terbesarnya adalah kualitas pemuda, makanya apapun yang berkaitan dengan kepemudaan diharapkan kita lebih kondusif, produktif, proaktif, boleh kritis tapi harus ada upaya-upaya pembangunan yang berkontribusi positif,” pungkas Wakil Bupati Garut.

Sumber : (Humas Diskominfo Garut)
Jurnalis : (Beni Nugraha, AMD., KD., C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par.)

Bupati Garut Berharap, Pengurus ISSI Dorong Pengembangan Olahraga Sepeda dan Promosi Wisata Daerah

0
Bupati Garut Menekankan, Bahwa Olahraga Sepeda Memiliki Potensi Ganda, Yakni Sebagai Ajang Olahraga dan Sarana Promosi Wisata.

Garut, Mediaistana.com – Bupati Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., I.P.U., menghadiri acara Pelantikan Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten Garut, yang dilaksanakan di Kawasan Objek Wisata Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Minggu (26/10/2025).

“Seperti yang tadi saya lihat mulai dari teman-teman birokrat, kemudian teman di politik, dan juga dari pengusaha, sehingga ini akan membuat pengembangan olahraga sepeda akan semakin solid,” ujar Abdusy Syakur Amin.

Ia menekankan, bahwa olahraga sepeda memiliki potensi ganda, yakni sebagai ajang olahraga dan sarana promosi wisata.

Menurutnya, karakteristik olahraga sepeda yang berpindah tempat akan memberikan kesempatan besar bagi Kabupaten Garut untuk mempromosikan destinasi wisatanya.

Ia menyebut pemilihan Situ Bagendit sebagai lokasi pelantikan sekaligus upaya menunjukkan keindahan Bagendit yang baru dibersihkan melalui kolaborasi Pemerintah Daerah dan TNI.

“Dan hari ini kita di Bagendit, kita mengajak semua masyarakat melihat keindahan Bagendit yang baru kemarin dibersihkan oleh Pak Dandim dan Pak Danrem,” paparnya.

Ia berharap olahraga sepeda dan olahraga lainnya dapat mendorong pertumbuhan di bidang ekonomi melalui penyelenggaraan berbagai event. Mengenai Situ Bagendit, Syakur mengakui kondisi pasca pembersihan yang dilakukan TNI dan Pemerintah Daerah.

“Situ Bagendit Sangat beda, terima kasih ya, sampai saya dua kali Pak Kasad datang kesini, bahkan mau datang ke yang ketiga kali. Atensinya besar dari pemerintah dan dari TNI khususnya, dan kita manfaatkan sebagai momentum untuk membangkitkan kembali pariwisata di Situ Bagendit,” ujarnya.

Ketua Pengrov ISSI Jawa Barat, Iman Firmansyah, mengapresiasi dan memuji pelaksanaan pelantikan yang berjalan dengan luar biasa. Ia merasa, sebagai orang Sunda dirinya sangat berbangga dengan adanya pelantikan ini.

Ia menambahkan, bahwa dirinya sangat percaya dengan kepengurusan ISSI Garut yang baru akan mengembangkan prestasi olahraga balap sepeda di Kabupaten Garut.

“Saya percaya disini ketua yang baru beserta jajarannya, pengurus, didukung dengan semua unsur masyarakat Garut, saya optimis bahwa prestasi balap sepeda Garut akan kembali muncul dan akan menopang Provinsi Jawa Barat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengcab ISSI Kabupaten Garut yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Garut, Aris Munandar, mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan semua pihak dan Forkopimda.

Ia berharap kekompakan pengurus ISSI dan Pemda dapat mengembangkan olahraga sepeda di Garut, tidak hanya untuk prestasi tetapi juga untuk mengangkat pariwisata.

“Harapan kami semoga dengan kekompakan kita antara cabor dan juga pemerintah daerah Kabupaten Garut, mungkin saya juga merangkap sebagai Ketua DPRD Kabupaten Garut, bisa mengembangkan olahraga sepeda di Kabupaten Garut ke depan, selain berprestasi kita juga mengangkat pariwisata dan juga keindahan Kabupaten Garut,” kata Aris Munandar.

Aris Munandar juga menyoroti perubahan luar biasa di Situ Bagendit setelah upaya pembersihan dan penataan. Ia juga menyatakan komitmen ISSI Garut terhadap tema kesehatan yang senada dengan apa yang disampaikan oleh Bupati Garut.

“ISSI Garut sehat, Pak Bupati selalu menggagas bahwa masyarakat Garut ini harus sehat, karena dengan sehat kita ini akan memudahkan Garut yang lebih hebat. Jadi makanya kita ambil tema masyarakat sehat untuk menuju Garut Hebat,” pungkasnya.

Jurnalis : (Beni Nugraha, AMD., KD., C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par.)

Hari Sumpah Pemuda, Paguyuban RT/RW se-Kota Surabaya Kompak Hadiri Acara untuk Indonesia Tercinta

0

Pemerintah,Surabaya|Mediaistana.com – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, seluruh Paguyuban RT dan RW se-Kota Surabaya menunjukkan kekompakan luar biasa dengan menghadiri acara peringatan yang digelar penuh semangat nasionalisme dan persatuan.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus meneguhkan tekad bersama menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Dengan mengenakan atribut merah putih dan membawa semangat “Bersatu Bangun Bangsa”, para pengurus RT/RW dan tokoh masyarakat hadir memberikan dukungan nyata untuk Indonesia tercinta.

Suasana kebersamaan tampak hangat di tengah kegiatan yang diisi dengan refleksi nilai-nilai perjuangan pemuda 1928. Peringatan ini mengingatkan kembali pentingnya semangat persatuan di tengah keberagaman.

> “Semangat Sumpah Pemuda adalah jiwa yang harus terus kita hidupkan di tengah masyarakat. RT dan RW adalah garda terdepan menjaga persatuan bangsa dari lingkungan terkecil,” ujar salah satu perwakilan paguyuban RT/RW Surabaya.

Paguyuban RT/RW se-Kota Surabaya berkomitmen terus memperkuat peran sosial kemasyarakatan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta mendukung pembangunan Surabaya menuju kota yang lebih maju dan harmonis untuk Indonesia tercinta.

Pembinaan Wbp kolaboratif pemeritah kab .sidoarjo dalam ketahanan pangan dan pengelolah sampah

0

Pemerintah,Sidoarjo|Media istana.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo terus memperluas inovasi pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan menjalin kerja sama strategis bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo. Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan program ketahanan pangan berbasis perikanan serta pengelolaan sampah ramah lingkungan.(28/10/2025)

Kerja sama tersebut resmi dimulai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo, dengan pihak DLHK Kabupaten Sidoarjo, pada Senin, 27 Oktober 2025 di Aula Lapas Kelas IIA Sidoarjo. Penandatanganan turut disaksikan oleh Kasi Kegiatan Kerja serta Kasubsi Bimbingan Kerja.

Melalui MoU ini, DLHK akan memberikan pendampingan teknis kepada warga binaan dalam pengembangan budidaya perikanan air tawar sebagai upaya mendukung ketahanan pangan , sekaligus mengedukasi WBP mengenai pengelolaan limbah organik dan nonorganik menjadi produk yang bernilai guna, seperti pupuk kompos dan media tanam.

Kalapas Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari program pembinaan yang berkelanjutan, dengan mengedepankan aspek produktivitas dan kesadaran lingkungan.

“Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi wadah pembinaan yang nyata dan bermanfaat bagi warga binaan. Melalui pelatihan perikanan dan pengelolaan sampah, mereka tidak hanya memperoleh keterampilan hidup, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan,” ujar Kalapas.

Pihak DLHK Kabupaten Sidoarjo menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk sinergi antara lembaga pemerintah dalam mendukung upaya ketahanan pangan daerah .

Melalui kerja sama ini, Lapas Kelas IIA Sidoarjo berkomitmen mencetak warga binaan yang produktif, mandiri, dan berwawasan lingkungan, sekaligus mendukung visi Pemasyarakatan dalam mewujudkan “Pemasyarakatan Maju, Indonesia Maju.”