26.1 C
Jakarta
Beranda blog Halaman 411

Bhabinkamtibmas Polsek Klapanunggal Sambang Instansi dan Warga desa

0

Bhabinkamtibmas Polsek Klapanunggal Sambang Instansi dan Warga desa Klapanunggal dan Sampaikan Himbauan Kamtibmas.

Polres Bogor -mediaistana. Com

Bhabinkamtibmas Polsek Klapanunggal Polres Bogor Polda Jabar Aiptu Amir Murtono menyambangi Instansi dan warga binaan diwilayah Desa Klapanunggal Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor. Kegiatan sambang ini menjadi rutinitas untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan deteksi dini dalam rangka pemeliharaan kamtibmas diwilkum Polsek Klapanunggal Selasa (10/06/2025).

Kegiatan tersebut adalah salah satu sarana yang dilakukan oleh anggota Polri demi terjalinnya keakraban atau kedekatan antara perusahaan dengan anggota Polri, sehingga terbentuk hubungan emosional yang harmonis.

Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Klapanunggal AKP Silfi Adi Putri, S.Tr.K., S.I.K. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, agar warga merasa dekat dengan Polri dan tidak merasakan adanya sekat.

“sehingga warga akan lebih mudah berkolaborasi dengan anggota dan turut serta menjaga Kamtibmas di lingkungan serta akan mudah mendapatkan informasi guna untuk ditindak lanjuti” terang kapolsek

Terpisah Plt Kasihumas Polres Bogor Ipda Yulista Mega Stefani, S.H.mengatakan “menurut arahan Bapak Kapolres, selain sambang warga dan mendengarkan aspirasi dari para warga, kami juga diminta untuk memberikan himbauan kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan serta mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat terjadi sewaktu-waktu dan dengan bersama-sama untuk menciptakan lingkungan yang aman” tuturnya

Mediaistana red maulana

Polsek Dramaga Tindaklanjuti Aduan Warga Terkait Penjualan Obat Terlarang

0

Polsek Dramaga Tindaklanjuti Aduan Warga Terkait Penjualan Obat Terlarang Berkedok Warung Ponsel

Polres Bogor –mediaistana.com

Piket fungsi Polsek Dramaga Polres Bogor yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Dramaga, IPTU Desi Triana, S.H., M.H., melakukan pengecekan terhadap pengaduan masyarakat (Dumas) terkait dugaan penjualan obat-obatan terlarang yang berkedok warung ponsel di wilayah Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

Pengecekan tersebut dilakukan pada Senin (10/06/2025) di lokasi yang disebutkan warga, tepatnya di Leuwikopo, Desa Babakan, Kecamatan Dramaga. Informasi awal diperoleh melalui laporan masyarakat yang masuk melalui akun media sosial resmi Polsek Dramaga di Instagram dan TikTok tentang adanya aktivitas penjualan obat-obatan terlarang di warung ponsel tersebut.

Kapolsek Dramaga IPTU Desi Triana, S.H., M.H., bersama anggota piket fungsi langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kebenaran laporan tersebut. Setibanya di lokasi, warung ponsel tersebut ditemukan dalam keadaan tutup dan telah ditinggalkan oleh pemiliknya.

“Setelah kami cek di lokasi, memang benar ada indikasi warung tersebut menjual obat-obatan terlarang. Namun, saat kami tiba di lokasi, warung dalam keadaan tutup dan tidak ada aktivitas,” ungkap IPTU Desi Triana, S.H., M.H.

Kapolsek Dramaga menambahkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari warga sekitar yang menyebutkan bahwa warung tersebut hanya menjual aksesoris handphone. Namun demikian, pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman untuk memastikan tidak ada aktivitas ilegal yang dapat merugikan masyarakat.

“Kami tetap akan melakukan pengawasan dan koordinasi dengan pihak terkait agar tidak terjadi peredaran obat-obatan terlarang di wilayah hukum Polsek Dramaga,” tegas IPTU Desi Triana, S.H., M.H.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Dramaga juga memberikan himbauan kepada warga agar tetap waspada terhadap adanya praktik penjualan obat-obatan terlarang yang dapat merusak generasi muda. Ia juga mengimbau agar masyarakat segera melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan adanya aktivitas mencurigakan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak segan melaporkan kepada pihak Kepolisian apabila menemukan indikasi penjualan obat-obatan terlarang maupun kegiatan ilegal lainnya. Polsek Dramaga akan selalu hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat,” tutup IPTU Desi Triana, S.H., M.H.

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Polsek Dramaga dalam menindaklanjuti setiap aduan masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Diharapkan, dengan sinergitas antara Polri dan masyarakat, upaya pemberantasan peredaran obat-obatan terlarang dapat berjalan optimal.

Mediaistana red maulana

Bhabinkamtibmas Polsek Parung Bersinergi dengan TNI

0

Bhabinkamtibmas Polsek Parung Bersinergi dengan TNI, Jalin Kedekatan dengan Masyarakat Desa Binaan

Polres Bogor —mediaistana.com

Sinergitas antara TNI dan Polri di wilayah Kabupaten Bogor kembali diwujudkan melalui kegiatan sambang yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Parung Polres Bogor, BRIPKA Dodi Wansyah, bersama Babinsa Koramil Parung, Serda Setiadi. Kegiatan sambang ini dilaksanakan di Desa binaan pada hari Selasa (10/06/2025) sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam kunjungan tersebut, BRIPKA Dodi Wansyah dan Serda Setiadi secara bersama-sama melaksanakan silaturahmi dan anjangsana kepada warga binaan di wilayah hukum Desa binaan Polsek Parung. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara aparat keamanan dengan masyarakat sekaligus mendengarkan langsung aspirasi warga.

Selain menjalin silaturahmi, Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga memberikan penyuluhan terkait permasalahan harkamtibmas, khususnya dalam menghadapi maraknya tawuran pemuda dan potensi kerawanan gengster di lingkungan sekitar. Mereka mengimbau kepada para orang tua yang memiliki anak usia remaja agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka, termasuk memastikan agar anak sudah berada di rumah paling lambat pukul 22.00 WIB.

“Hal ini dilakukan agar anak-anak terhindar dari kerawanan tawuran maupun pengaruh negatif lainnya,” ujar BRIPKA Dodi Wansyah di sela-sela kegiatan sambang. Ia berharap melalui penyuluhan ini, masyarakat lebih peduli dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Parung, KOMPOL Maman Firmansyah, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya konkret Bhabinkamtibmas sebagai unsur terdepan dalam pencegahan potensi konflik dan tindakan kriminalitas di wilayah hukum Polsek Parung.

“Bhabinkamtibmas dan Babinsa diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat dalam membina kamtibmas yang aman dan kondusif. Mereka menjadi ujung tombak dalam upaya deteksi dini dan pencegahan terhadap aksi tawuran pelajar, gengster, serta peredaran narkotika,” jelas KOMPOL Maman Firmansyah, S.H.

Terpisah, Plt. Kasi Humas Polres Bogor, IPDA Yulista Mega Stefani, S.H., menuturkan bahwa selain memberikan penyuluhan harkamtibmas, Bhabinkamtibmas bersama Babinsa juga turut memberikan arahan dan bimbingan mengenai pencegahan peredaran narkotika di lingkungan masyarakat dan sekolah.

“Dengan adanya sinergitas TNI-Polri ini, kami berharap masyarakat merasa aman, terlindungi, dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” pungkas IPDA Yulista Mega Stefani, S.H.

Melalui kegiatan sambang ini, diharapkan hubungan yang harmonis antara aparat keamanan dan masyarakat semakin terjalin erat sehingga mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Bogor.

Mediaistana red maulana

Sinergitas Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Kades Berhasil Capai Penilaian Indeks Desa Mandiri

0

Sinergitas Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Kades Berhasil Capai Penilaian Indeks Desa Mandiri di Desa Ciawi

Polres Bogor –mediaistana .com

Sinergitas antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Kepala Desa Ciawi berhasil mengantarkan Desa Ciawi meraih predikat Desa Mandiri pada penilaian Indeks Desa tahun 2025. Hal ini dibuktikan dalam musyawarah desa yang digelar di Aula Desa Ciawi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, pada Selasa (10/6/2025).

Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah desa yang dipimpin oleh H. Nana Sumarna, S.Ag, beserta perangkat desa, staf desa, unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan dukungan penuh dari Bhabinkamtibmas Desa Ciawi, Aipda Herman Sovian, serta Babinsa Desa Ciawi, Sertu Muzani.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Ciawi, H. Nana Sumarna, S.Ag, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja keras mendukung tercapainya status Desa Mandiri ini. “Keberhasilan suatu pekerjaan dan pembangunan tidak lepas dari peran aktif semua pihak, terutama adanya sinergitas antar lembaga, Pemda, TNI, Polri, dan masyarakat,” ujarnya.

Penilaian Indeks Desa Mandiri ini dilakukan melalui proses musyawarah desa yang dihadiri oleh perangkat desa, BPD, dan tokoh masyarakat. Hasil musyawarah menetapkan bahwa Desa Ciawi telah memenuhi seluruh indikator yang dipersyaratkan dalam penilaian Indeks Desa Mandiri tahun 2025.

Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Ciawi, AKP Dede Lesmana Jaya, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Polri, khususnya Polsek Ciawi, selalu siap mendukung kebijakan pemerintah pusat, daerah, dan kebijakan Presiden RI serta Wakil Presiden RI. “Polri hadir untuk memberikan pelayanan, keamanan, dan kenyamanan bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Kapolsek Ciawi juga menegaskan pentingnya sinergitas antara pemerintah desa, TNI, dan Polri dalam membangun wilayah agar tercipta suasana aman, damai, dan kondusif. “Dengan sinergitas ini, setiap kebijakan pembangunan dapat berjalan lancar dan hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Bhabinkamtibmas Desa Ciawi, Aipda Herman Sovian, bersama Babinsa Sertu Muzani, juga aktif terlibat dalam setiap kegiatan pembangunan desa. Kehadiran keduanya sangat membantu dalam menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman bagi masyarakat, sehingga program pembangunan berjalan sesuai dengan harapan.

Predikat Desa Mandiri ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan pembangunan di wilayah Desa Ciawi. Hal ini juga menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Ciawi agar dapat terus berbenah dan mencapai prestasi serupa.

Dengan tercapainya predikat Desa Mandiri, diharapkan masyarakat dapat terus berpartisipasi aktif dalam setiap program pembangunan, sehingga kesejahteraan dan keamanan di wilayah Kecamatan Ciawi semakin meningkat.

Demikian rilis berita ini disusun sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian Desa Ciawi dan upaya sinergitas antara pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras mewujudkan cita-cita bersama.

Mediaistana red maulana

Bhabinkamtibmas Polsek Parung panjang Polres Bogor Polda Jabar

0

*Bhabinkamtibmas Polsek Parung panjang Polres Bogor Polda Jabar Menjalin Kedekatan Dengan Warga Desa Binaan.*

*Polres Bogor.*mediaistana.com

Bhabinkamtibmas Polsek Parungpanjang Polres Bogor, Bripka Afrian Eko Susanto menjaga kamtibmas serta menunjukkan komitmen dan kedekatannya dengan warga di wilayah hukum binaanya. Selasa, (10/06/2025).

Dalam kunjungan ke Tokoh Masyarakat Desa Dago Kecamatan Parung panjang Kabupaten Bogor tersebut, Bripka Afrian Eko Susanto mendengarkan langsung berbagai keluhan permasalahan dan aspirasi yang dimilikinya, kehadirannya disambut hangat oleh warga, yang merasa di hargai dan diakui oleh pihak kepolisian.

Bripka Afrian Eko Susanto mengajak warga binaan untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas yang sudah terbangun selama ini.
Selain itu juga memberikan penyuluhan tentang kamtibmas kepada warga sekitar. Ia berbagai informasi tentang langkah-langkah pencegahan kejahatan dan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Dalam interaksi tersebut, warga juga diajak untuk melaporkan setiap potensi ancaman atau situasi yang mencurigakan kepada pihak kepolisian.-

Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., M.H., S.I.K. melalui Kapolsek Parungpanjang KOMPOL Dr. SUHARTO, S.H., M.H., menyatakan apresiasi atas dedikasi Bripka Afrian Eko Susanto dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat.

“Kedekatan antara anggota kepolisian dengan masyarakat merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan suasana aman dan kondusif. Kami berharap pola komunikasi seperti ini dapat terus ditingkatkan demi kebaikan bersama,” katanya.

Terpisah Kasi Humas Polres Bogor, IPDA YULISTA MEGA STEFANI, S.H. mengatakan bahwa kunjungan Bhabinkamtibmas Polsek Parungpanjang Bripka Afrian Eko Susanto ke Desa Binaan menjadi contoh nyata bagaimana aparat kepolisian aktif terlibat dalam membangun hubungan positif dengan masyarakat.

“ Sesuai dengan arahan Bapak Kapolres, langkah ini diharapkan akan semakin memperkuat ikatan antara polisi dan warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan setempat” ucapnya.

Mediaistana red maulana

 BANN: Edukasi dan Advokasi Hukum untuk Ojol, Cegah Eksploitasi Jaringan Narkoba

0

MediaIstana | Jakarta – Ketua Umum Badan Anti Narkotika Nusantara (BANN), Sugono, mengungkapkan keprihatinan mendalam terkait maraknya kasus pengemudi ojek online (ojol) yang tanpa sadar terlibat dalam peredaran narkoba. Menurutnya, banyak dari mereka yang hanya menjalankan tugas mengantar paket seperti biasa, namun ternyata isi paket tersebut adalah narkotika.

“Banyak pengemudi ojol yang tampak tidak sadar diduga terlibat kurir narkoba. Mereka hanya mengambil atau menerima paket pesanan barang seperti biasanya untuk mengantar kepada alamat yang dituju. Namun ternyata isinya adalah narkoba,” kata Sugono, Selasa 10/6/2025.

Lebih lanjut, genomena ini menjadi sorotan serius bagi BANN karena menyangkut nasib ribuan pengemudi ojol yang menggantungkan hidup dari layanan antar barang dan makanan.

Sugono menekankan pentingnya edukasi dan penyuluhan yang lebih masif kepada para pengemudi agar tidak menjadi korban atau bahkan tersangka akibat ketidaktahuan.

“Banyak yang tidak tahu bahwa mereka dijadikan alat oleh jaringan pengedar. Karena itu, penting adanya advokasi hukum dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) bagi mereka,” ujarnya.

Lebih dari itu, BANN mendorong pemerintah dan pihak-pihak terkait, termasuk perusahaan aplikasi transportasi online, untuk ikut serta memberikan pemahaman hukum kepada mitra pengemudi. Tidak hanya melalui pelatihan berkala, tetapi juga membentuk sistem pengawasan dan pelaporan yang cepat jika terjadi dugaan pengiriman paket ilegal.

Sugono juga menegaskan bahwa penegakan hukum harus tetap mengedepankan asas keadilan dan praduga tak bersalah.

“Jika mereka benar-benar tidak tahu, maka jangan serta-merta dijadikan tersangka. Negara harus hadir memberikan perlindungan,” tegasnya.

Ia juga menyarankan agar pengemudi lebih selektif menerima pesanan paket, dan selalu menanyakan isi barang yang akan diantar, terutama jika pengirim menolak memberikan informasi yang jelas.

Sugono menambahkan bahwa masyarakat juga memiliki peran penting dalam membantu mencegah penyalahgunaan pengemudi ojol oleh jaringan narkoba. Warga diminta untuk segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan yang melibatkan pengiriman paket oleh ojol.

“Ini adalah bentuk kejahatan tersembunyi yang sulit dilacak tanpa keterlibatan aktif dari semua pihak,” tutupnya.

SDA

Bhabinkamtibmas Polsek Leuwiliang Sambang Warga, Jalin Kedekatan dengan Masyarakat

0

Bhabinkamtibmas Polsek Leuwiliang Sambang Warga, Jalin Kedekatan dengan Masyarakat

Polres Bogor —mediaistana.com

Sebagai wujud komitmen dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Leuwiliang Polres Bogor, Aiptu Sukmono, melaksanakan kegiatan sambang dan dialogis dengan warga di wilayah binaannya. Kegiatan ini berlangsung di wilayah Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, pada Selasa (10/06/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Sukmono tampak akrab dengan warga masyarakat. Ia berbincang langsung dengan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lansia, untuk mendengarkan secara langsung aspirasi dan permasalahan yang ada di lingkungan sekitar. Kehadirannya pun mendapat sambutan hangat dari warga yang merasa dihargai dan diperhatikan oleh pihak kepolisian.

Selain itu, Aiptu Sukmono juga memberikan penyuluhan tentang pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Ia menyampaikan langkah-langkah pencegahan terhadap potensi tindak kejahatan serta mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan bersama-sama.

“Partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Kami mengimbau agar setiap potensi gangguan kamtibmas segera dilaporkan kepada pihak kepolisian,” ujar Aiptu Sukmono di sela kegiatan sambangnya.

Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Leuwiliang, Kompol Maryanto, S.H., M.M., memberikan apresiasi atas dedikasi Bhabinkamtibmas dalam menjalankan tugasnya mendekatkan diri dengan masyarakat.

“Kedekatan antara anggota kepolisian dan masyarakat merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan suasana aman dan kondusif. Kami berharap pola komunikasi seperti ini dapat terus ditingkatkan demi kebaikan bersama,” ujar Kompol Maryanto, S.H., M.M.

Lebih lanjut, Kompol Maryanto menambahkan bahwa langkah ini sesuai dengan arahan Kapolres Bogor agar setiap anggota kepolisian aktif berinteraksi dengan masyarakat untuk mendeteksi potensi masalah secara dini.

“Langkah ini diharapkan semakin memperkuat ikatan antara polisi dan warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan setempat,” pungkasnya.

Plt. Kasi Humas Polres Bogor, IPDA Yulista Mega Stefani, S.H., menegaskan bahwa kegiatan sambang ini merupakan bagian dari strategi cooling system yang diterapkan Polres Bogor dalam upaya menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

“Dengan kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat, diharapkan setiap permasalahan dapat segera diatasi dengan pendekatan yang humanis,” tutur IPDA Yulista Mega Stefani, S.H.

Dengan adanya kegiatan sambang ini, Polres Bogor berharap tercipta hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat, sehingga setiap potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini dan situasi yang kondusif di lingkungan masyarakat terus terjaga.

Mediaistana red maulana

*Kapolsek Dramaga Hadiri Pengajian Rutin*

0

*Kapolsek Dramaga Hadiri Pengajian Rutin* Bulanan MUI Jalin Silaturahmi dan Perkuat Sinergi Polisi dan Masyarakat*

Polres Bogor -mediaistana. Com

Kapolsek Dramaga Polres Bogor Polda Jabar IPTU DESI TRIANA, S.H., M.H. bersama Forkopimcam Kecamatan Dramaga menghadiri Pengajian Rutin MUI Bulanan di Masjid Al Hikmah Kp. Cibeureum Tengah RT. 04 RW 01 Desa Sinarsari Kec. Dramaga Kab. Bogor, yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Dramaga. Selasa, (09/06/2025).

Pengajian yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat, di antaranya Camat Dramaga, Atep S Sumaryo, S.H., M.M, Danramil 2113 Ciomas, Mayor CKE (K) Zurnalita, para kepala Desa se-Kecamatan Dramaga, MUI Kecamatan Dramaga, serta para tokoh agama dan masyarakat. Bertindak sebagai mubaligh yang memberikan Kajian Kitab Bulughul Maram, Kiyai Cece Bustomi dan Kajian Kitab Tijan Darori, Kiyai Fuad Hasan.

Kapolsek Dramaga IPTU DESI TRIANA, S.H., M.H, menyampaikan bahwa keimanan dan ketakwaan adalah fondasi menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks dan pentingnya peran agama dan tokoh masyarakat dalam menjaga ketertiban serta keamanan lingkungan. “Kami berharap bisa membangun sinergi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat. Doa dan nasehat dari para ulama serta tokoh agama adalah energi spiritual yang sangat penting bagi kami untuk tetap menjaga integritas dan semangat pelayanan kepada masyarakat.” ujar Kapolsek.

Pengajian ini tidak hanya untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, namun juga sebagai ajang silaturahmi yang memperkuat tali persaudaraan antar warga dan instansi pemerintah di wilayah Kecamatan Dramaga.

Dengan suasana yang aman dan kondusif, acara berjalan lancar hingga selesai dan ditutup dengan doa bersama. Polisi, masyarakat, dan pemerintah desa pun menyatukan langkah dalam semangat ukhuwah dan kebersamaan demi Dramaga yang lebih sejahtera dan berkeadaban.

Mediaistana red maulana

Sinergitas TNI-Polri, Polsek Cijeruk Sambang Warga di Desa Ciburuy Cigombong Bogor

0

Sinergitas TNI-Polri, Polsek Cijeruk Sambang Warga di Desa Ciburuy Cigombong Bogor

Polres Bogor –mediaistana.com

Dalam upaya menjaga kondusifitas wilayah, Bhabinkamtibmas Polsek Cijeruk, Aipda Am Ramdan bersama Babinsa Serka Suteja, melaksanakan kegiatan sambang kepada warga binaan di wilayah Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, pada hari Selasa (10/06/2025).

Kegiatan sambang ini merupakan bentuk sinergitas antara TNI dan Polri dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait keamanan lingkungan serta antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas, termasuk Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas dan Babinsa mendatangi warga secara door to door dan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar warga selalu waspada terhadap segala bentuk gangguan keamanan yang dapat terjadi di lingkungan tempat tinggal mereka.

Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Cijeruk AKP Didin Komarudin, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu wujud komitmen Polri dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Bogor.

“Bhabinkamtibmas mengajak warga agar selalu menjaga kerukunan sesama dan berperan aktif dalam menjaga keamanan di lingkungan tempat tinggalnya serta selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila terjadi permasalahan yang berkaitan dengan kamtibmas,” jelas AKP Didin Komarudin, S.H., M.H.

Selain itu, kegiatan sambang juga bertujuan untuk meningkatkan komunikasi dan mempererat hubungan antara petugas dengan masyarakat. Dengan demikian, segala permasalahan yang muncul di tengah masyarakat dapat diantisipasi dan ditindaklanjuti secara cepat.

Terpisah, Plt. Kasi Humas Polres Bogor, IPDA Yulista Mega Stefani, S.H., menjelaskan bahwa melalui kegiatan sambang yang intensif dan komunikasi langsung dengan warga, diharapkan petugas dapat mengidentifikasi setiap potensi permasalahan sekecil apa pun di wilayah binaannya.

“Sesuai dengan arahan Bapak Kapolres, dengan hadirnya polisi di tengah-tengah masyarakat, maka apapun permasalahan yang terjadi akan cepat ditindaklanjuti, sehingga solusi pemecahan permasalahan akan lebih cepat dicapai dan dapat mencegah terjadinya gangguan kamtibmas yang lebih besar,” tukas IPDA Yulista Mega Stefani, S.H.

Dengan sinergitas TNI dan Polri, diharapkan masyarakat semakin merasa aman, nyaman, serta terlibat aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya.

Mediaistana red maulana

*Pengelolaan Perumahan Kayana Di Ajak Musahwarh Olh Warga Geblug Tidak Ada Respon *

0

*Pengelolaan Perumahan Kayana Di Ajak Musahwarh Olh Warga Geblug Tidak Ada Respon *Di kantor Desa Palsari*

Bogor-mediaistana. Com
Pada hari selasa tanggal 10 juni 2025 Banyak keluhan warga terkait perumahan kayana banyak ingkar jangji terhadap ke pada warga kmpung gebleg Pada hari ini, Selasa, 22 April 2025 pukul 14.00 sd 16.00 WIB bertempat di GOR Rest Area Desa Palasari, telah diadakan Rapat Musyawarah antara Pemuka Masyarakat Kp Geblug RW.01 Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor dengan pihak Manajemen Proyek Perumh Kayana Green Hills Palasari mewakili PT Purindo Sukses, membahas tanggapan atas Surat dari masyarakat RW.01 Kp Geblug melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Palasari tertanggal 7 Maret 2025 yang dikirim soft copy pdf kepada pak Jek melalui eMail kepada alamat abdulrojak.shmh@gmail.com tertanggal 10 April 2025 dan juga dikirim hard copy ditujukan kepada Pimpinan PT Purindo dan disampaikan pada tanggal 15 April 2025 melalui Sdr Saepul bagian Marketing.

 

Rapat dihadiri dari pihak Pemuka Masyarakat yaitu Endang Syahroni (Roni) selaku Ketua BPD, Dede (Aspek) selaku Ketua Paguyuban Wagra Kp Geblug, Ghoiril Muhtarom (Majen) selaku Ketua LPM, Ilham selaku Ketua Karang Taruna, Mahfudin (Alex) selaku Ketua RW.01, Menir selaku Ketua RT.01/01, Kusnadi selaku Ketua RT.03/01, Didi selaku Ketua RT.01/01, serta 3 orang perwakilan Masyarakat RW.01 yaitu Ade Uwa dan Didi Sukardi.

Adapun dari pihak Perumahan Kayana dihadiri oleh Abdul Rozak (Jek) selaku Pimpinan Proyek, Hudaya selaku Pengelola, H Kosasih selaku Koordinator Lapangan (Korlap) dan Alip selaku Danru Security Proyek Perumh Kayana.

Hadir pula dalam acara tersebut yaitu Busro selaku Babinsa dan Eza selaku Bhabinkamtibmas Desa Palasari.
Berikut adalah pembahasan lebih lanjut atas surat dari BPD kepada pihak Kayana diantaranya dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Rapat dibuka oleh pak Roni selaku Ketua BPD yang menekankan pada point krusial yaitu adanya mosi tidak percaya dari masyarakat Kp Geblug RW.01 (terutama yang telah menandatangani Mosi Tidak Percaya).
Dalam pembukaan pula, pak Jek mengatakan kehadirannya ingin mengklarifikasi terkait usulan atau aspirasi masyarakat, dikatakannya hampir semua aspirasi masyarakat sudah dijalankan atau direalisasikan.

Pak Jek juga mengatakan tentang sosok Koordinator Lapangan (H Engkos) yang menurutnya selama ini H Engkos baik-baik saja, dan jika ada yang dianggap merugikan masyarakat silahkan diperlihatkan buktinya.

2. Pembahasan pun dimulai dan pembahasan awal terarah pada kontribusi 5 juta rupiah yang dianggap krusial oleh pihak Kayana, menurut Pak Jek selaku Pimpro Perumh Kayana mengatakan bahwa dirinya ikut langsung rapat dengan masyarakat tertanggal 5 Oktober 2023 di Bree, saat itu sudah 3 kali pencairan kontribusi distop oleh pak Ade Ua dengan alasan karena uangnya tidak nyampai ke masyarakat.
Dikatakan pak Roni selaku Ketua BPD Palasari bahwa sejak awal, tahun 2023 diusulkan secara tertulis oleh Ketua BPD untuk kesejahteraan pengurus bukan untuk masyarakat.

Dalam hal ini pihak Kayana mengakui atas kekeliruan (miss) yang dilakukan oleh pihak Kayana dimana yang mengusulkan lembaga BPD untuk pengurus namun pihak Kayana menyetujui penyetopan oleh pak Ade Ua sebagai masyarakat tanpa konfirmasi dan berkabar secara tertulis ke lembaga BPD, karena dalam pengajuan dilakukan oleh lembaga BPD secara tertulis dan jelas tercatat untuk pengurus wilayah atau bukan untuk masyarakat.

3. Terkait MCK yang belum ada penyelesaian, pihak Kayana mengakui dan akan segera menindaklanjuti dengan bersurat ke H Dae agar MCK segera diselesaikan sesuai kesepakatan antara pihak Kayana dengan H Dae untuk memindahkan MCK ke luar perumahan tepatnya ke tanah H Dae, adapun biaya yang diminta oleh H Dae telah seluruhnya dipenuhi oleh pihak Kayana. Pak Jek berjanji akan memberikan tembusan surat tersebut kepada BPD. Dalam hal ini, perwakilan masyarakat tidak banyak berkomentar hanya mengkonfirmasi dan jelas bahwa MCK memang belum ada tindak lanjut penyelesaiannya.

4. Pembuatan sumur bor yang tidak dikomunikasikan terlebih dahulu dengan Pemangku wilayah. Sebanyak 3 unit sumur bor saat ini telah dibangun dengan tenaga dari luar dan tanpa dimusyawarahkan dengan lembaga RT RW. Hal ini diakui oleh H Engkos selaku Korlap tidak koordinasi ke RT RW dengan alasan tidak ada perintah dari Pimpro.
Ihwal pengakuan H Engkos tersebut langsung di konfirmasi ke pak Jek dan pak Jek mengatakan saat itu dirinya mempertanyakan pak Yudi karena sudah diperintahkannya agar mengutamakan dari lingkungan. Namun masih dikatakan pak Jek bahwa pak Yudi mengatakan ada tapi harga tidak cocok sedangkan penghuni perumahan yang sudah mengisi mendesak meminta sarana air bersih, maka dibuatnya satu titik (tambahan) dialirkan ke konsumen perumahan.
Pak Jek juga mengatakan bahwa dirinya sudah mempertanyakan kepada beliau (menunjukkan ke H Engkos) apakah sudah disosialisasikan ke masyarakat, H Engkos saat itu menjawab sudah namun harga tidak cocok. Adapun mengenai adanya negosiasi antara pak Ade Ua dengan pak Jamil tentang sumur gali karena pak Ade Ua tidak berani mempertanggungjawabkan ke warga apabila tetap mau dilaksanakan pengeboran. Untuk hal ini pak Jek mengatakan bahwa dia tidak tahu karena informasi itu tidak sampai pada dirinya.
Ketika pak Didi bertanya ke H Engkos apakah sudah melakukan koordinasi ke lingkungan untuk mencari tukang sumur bor tersebut, H Engkos mengatakan bahwa dirinya hanya menjalankan perintah dari pak Jek agar mencarikan tukang sumur bor. Dengan kata lain H Engkos mengatakan bahwa tidak melakukan koordinasi ke lingkungan untuk mencari tukang sumur bor tersebut.
Ditanya mengenai Tupoksi H Engkos, pak Jek mengaku ada uraian tugasnya sesuai dengan Tupoksinya bahwa Korlap harus melakukan koordinasi dengan lingkungan RT RW dan merekrut pekerja berasal dari lingkungan, menampung aspirasi warga, termasuk pembuatan sumur bor agar mengutamakan tenaga dari lingkungan.
Dikatakan pak Ade Ua dan pak RT Menit bahwa untuk pembuatan sumur bor sendiri dari lingkungan telah mengajukan harga pengeboran 3 juta rupiah, namun pihak Kayana melalui pak Yudi dan H Engkos malah mengambil tenaga sendiri dari luar dengan harga 360 ribu rupiah pertama meter untuk kedalaman 20 meter yang sesungguhnya harganya jauh lebih mahal mencapai 7 juta rupiah lebih. Hal ini terjadi karena H Engkos mengaku tidak mengetahui adanya pengajuan 3 juta dari masyarakat (pak Ade Ua cs) yang disampaikan kepada Sdr Saepul.

Alhasil terjadi miss antara masyarakat dengan Kayana untuk tenaga pengeboran sebagai akibat dari H Engkos yang tidak menjalankan fungsinya karena tidak mencarinya melalui lembaga RT RW dan tidak mengutamakan warga setempat.
Ini juga bukti bahwa selaku Koordinator, H Engkos tidak menjalankan fungsinya atau tidak melakukan koordinasi dengan lingkungan, sehingga sangat jelas H Engkos telah merugikan masyarakat yang gagal mendapat pekerjaan pengeboran sumur.

Sebaliknya H Engkos juga telah merugikan perusahaan karena melakukan pengeboran dengan biaya yang lebih mahal yang diduga karena akibat ambisinya yang mengutamakan kepentingan pribadi atau kelompoknya dan tidak mementingkan kepentingan lingkungan.
Dari sisi perintah Pimpro, H Engkos juga telah mengabaikan dan tidak menuruti perintah Pimpro agar mengutamakan pekerja dari lingkungan.
Terungkap dalam pembahasan ini H Engkos harus tahu bahwa akibat dari kasus sumur bor ini maka masyarakat Geblug merasa dikucilkan di tempatnya sendiri, karena tidak diajak apalagi diutamakan bahwa tenaga pengeboran sumur harus diutamakan dari lingkungan, sebagaimana perintah pak Jek selaku Pimpro.

4. Sumber Air bersih yang akan digunakan perumahan (dari sumur bor) dikhawatirkan berdampak pada sumber mata air setempat. Sebagai catatan bahwa pada musim kemarau lalu, warga RT.02/01 yang menggunakan sumur gali merasakan kekeringan dengan hanya bisa mengambil air waktu menjelang subuh, dimana hal ini tidak pernah terjadi sebelum ada Perumh Kayana.
Selanjutnya pihak Kayana memastikan bahwa sumur bor bersifat sementara karena nantinya sumber air perumahan berasal dari PDAM. Kemudian hal ini sempat dipertanyakan oleh pak Didi mengenai ukuran sementara itu sampai kapan dan berapa lama, dan pihak Kayana tidak menjawab kapan melainkan hanya akan memperlihatkan bukti bahwa pihaknya telah mengajukan kepada PDAM dimana PDAM pun telah membalas surat pengajuan dari pihak Kayana.

5. Jalan lingkungan yang diusulkan oleh pak Menir selaku Ketua RT.01/01 melalui Sdr Jamil namun tidak mendapat tanggapan dari pihak Kayana, diakui oleh H Engkos selaku Korlap bahwa dirinya tidak menerima surat tersebut. Selanjutnya pak Jek minta agar proposal difoto dan dikirim melalui WA nya.

6. Setiap kali hujan deras dipastikan banjir selalu melanda wilayah perkampungan di RT.04/01 yang kondisinya secara geografis berada di bawah. Ini membuktikan permasalahan banjir masih belum teratasi dan tidak ada informasi tanda-tanda akan penanganannya.
Dikatakan Pimpro, bahwa saat ini sedang dalam proses penanganan. Ahasil, permasalahan banjir akibat proyek perumh Kayana selama ini belum direalisasikan dan baru dalam proses direalisasikan.

7. Keretakan rumah warga terdampak dari alat berat proyek Perumh Kayana, belum semua teratasi dan hanya sebagian kecil (2 rumah) yang sudah diatasi dari sekian banyak rumah retak. Untuk hal ini, Pimpro memerintahkan staffnya untuk kembali mendata rumah warga yang belum mendapat perbaikan akibat terdampak oleh alat berat. Alhasil penyelesaian rumah retak warga terdampak dari alat berat, hingga saat ini masih jauh dari tuntas direalisasikan.

8. Terkait pekerjaan Taman, yang didukung oleh lembaga setempat adalah pak Duduh, namun ditengah jalan pak Duduh “ditendang” dan yang berjalan hingga saat ini adalah pak Saep.
Pihak Kayana menyetujui pak Saep karena ada bukti tertulis mengundurkan diri dari pak Duduh pada saat proyek pembuatan taman sedang berjalan. Dijelaskan oleh Pak Ade Uwa bahwa pak Duduh mengundurkan diri dalam kondisi dibawah tekanan, yaitu dengan cara: pertama H Engkos beserta rombongan mendatangi rumah pak Duduh pada malam bulan puasa sekira pukul 23.00 Wib.
3 hari kemudian Pak Cece alias Dogol dan pak Asep Tole membawa surat pengunduran diri (diduga buatan H Engkos) untuk ditanda tangani oleh pak Duduh. juga dikatakan pak Ade Ua bahwa hingga saat ini masih ada uang pak Duduh tersangkut di proyek Kayana sekitar 7 juta rupiah namun tidak berani menagih karena masih trauma.

Tentu saja ini menambah dalam kesakitan warga yang beranggapan bahwa warga setempat tidak mendapat kesempatan memperoleh SPK langsung dari PT, bahkan telah secara tertulis didukung lengkap oleh lembaga RT RW pun masih bisa “ditendang” dan diganti dengan pihak lain diduga pilihan H Engkos, dan warga berkeyakinan bahwa H Engkos telah merugikan warga karena menghambat pak Duduh sebagai usulan warga.
Untuk hal ini, Pimpro tidak mengetahui teknis bagaimana pembuatan surat, yang dia tahu bahwa surat pengunduran diri dari pak Duduh itu ada, hingga menyetujui masuknya Saep Cs untuk melanjutkan pekerjaan taman dengan harga yang sama senilai kontrak dengan pak Duduh. Adapun mengenai uang pak Duduh, Pimpro meminta bukti invoice dll untuk dipelajari dan dibayarkan bila memang masih ada sangkutan proyek ke pak Duduh.

9. Selaku Ketua BPD, pak Roni menyampaikan bahwa masyarakat Kp Geblug sangat bisa bersinergi apabila adanya informasi resmi, apabila ada koordinasi semisal pemberitahuan berkelanjutan, misalnya bahwa pengajuan itu disetujui semuanya dan kapan akan direalisasikan, atau hanya disetujui sebagian dengan alasan apa, atau disetujuinya bertahap baru sebagian dan sebagian lagi kapan, atau tidak disetujui dengan menyampaikan alasan yang dikoordinasikan dengan jelas dan masuk akal. Intinya bahwa masyarakat kp Geblug baik baik saja apabila segala informasi tersampaikan dan segala permasalahan dikoordinasikan.
Masih menurut pak Roni yang terjadi malah kebalikan dari apa yang awal dikatakan oleh Pimpro bahwa semua aspirasi sudah direalisasikan, karena faktanya hampir semua aspirasi belum terealisasi dengan baik karena digantung tidak jelas mau apa kapan dan bagaimana. Dikatakannya, hampir semua usulan tidak ada yang tuntas diselesaikan, dan semua tidak pernah dikoordinasikan dengan pemangku wilayah dalam hal ini RT dan RW. Hal ini yang secara akumulasi, menurut Ketua Roni berujung pada adanya mosi tidak percaya dari masyarakat terhadap H Engkos selaku Koordinator Lapangan.
Untuk hal ini secara bijak, pak Jek mengakui bahwa selama ini masukan hanya sepihak dari Korlap, namun setelah pertemuan ini dirinya baru tahu bahwa seperti ini adanya dan berjanji akan lebih baik lagi, seraya memohon kerjasama masyarakat ke depan untuk lebih baik lagi.

10. Kepada pak Jek selaku Pimpro, Pak Dede alias Aspek selaku Ketua Paguyuban Warga Kp Geblug tegas menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin melihat lagi adanya H Engkos di lapangan, karena baginya, H Engkos di proyek pembangunan Perumh Kayana saat ini sudah bukan Koordinator Lapangan lagi.

11. Terahir disampaikan oleh pak Didi bahwa permasalahan yang utama dan paling utama adalah adanya Mosi Tidak Percaya dari Pemuka masyarakat mewakili ratusan warga Kp Geblug RW.01 (setidaknya masyarakat yang sudah tanda tangan) yang menyatakan tidak percaya terhadap H Engkos selaku Koordinator Lapangan yang berasal dari luar Kp Geblug. Sedangkan permasalahan lain yang dikeluhkan warga, menurut pak Didi dapat dibicarakan lebih lanjut. Dikatakannya bahwa Warga Kp Geblug tergolong sangat baik, bersahabat serta siap untuk bekerjasama dan duduk bersama dengan pihak Perumh Kayana.

12. Selaku Pimpro, pak Jek menjanjikan akan coba memenuhi apapun tuntutannya itu, dan setelah mendapat kebijakan Direksi, dirinya akan memberikan jawaban secara tertulis atas surat mosi tidak percaya dari masyarakat terhadap Korlap yang disampaikan melalui BPD tersebut.

13. Dalam rapat tersebut juga terbahas masalah waktu rapat yang terkesan diburu-buru, hal ini terjadi dikarenakan pak Jek selaku Pimpro mengaku sudah menunggu di Kantor Kayana sejak pukul 11.00 WIB, namun kabar yang sampai kepadanya mengatakan bahwa rapatnya pukul 14.00, akibatnya rapat seperti diburu-buru sebab pak Jek sudah ada agenda lain karena semula diperkirakannya acara selesai pukul 14 namun kenyataannya pukul 14 acara rapat musyawarah baru dimulai.
Sebaliknya dari pihak Pemuka masyarakat sejak pukul 10.00 WIB sudah menunggu di kantor desa. Sehingga dapat dikatakan waktu rapat kali ini mengalami miss komunikasi mengenai jam berapa rapat dimulai.
Demikianlah Berita Acara ini dibuat untuk disepakati dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak.

Ilham sebagi Ketua Karang Taruna Desa Palasari
Tembusan disampaikan kepada:
-Direksi PT Purindo Sukses (Bpk. Hartoyo)
-Manajemen Kayana melalui Pimpro Perumh Kayana,
-Kades Palasari
-Babinsa Palasari
-Babinmas Palasari
-Para Lembaga: BPD, LPM, Katar, RW, RT, dan Ketua Paguyuban Warga Kp Geblug.

Mediaistana red maulana