28.5 C
Jakarta
Beranda blog Halaman 415

Ini 4 Tuntutan Dalam Aksi Solidaritas Para Ketua DPC PPP Se-Jakarta

0

Mediaistana.com | Jakarta – Seluruh Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) se-Jakarta, Kader dan simpatisan adakan aksi solidaritas di Jl.Pangeran Diponegoro, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, tepatnya di depan kantor DPP PPP. Rabu 4 Juni 2025.

Dalam aksinya, para Ketua DPC PPP se-Jakarta dan Kepulauan seribu menuntut 4 hal, diantaranya :

1.Menuntut Roma Hurmuzi alias Romy untuk segera meminta maaf, yang mana dia telah menghina dan merendahkan martabat para Ketua DPC PPP dengan mengucapkan kata-kata yang tidak pantas, bahwa kami ini dianggap bodoh dan minim pengetahuan politik tentang PPP.

2. Menuntut DPP PPP agar segera memecat Roma Hurmuzi dari jabatannya sebagai Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, karena tidak layak menjadi pemimpin di Partai Persatuan Pembangunan.

3. Menuntut, agar para elit politik PPP khususnya Roma Hurmuzi dan kelompoknya menghentikan segala kegaduhan, provokasi, dan adu domba antar kader PPP menjelang muktamar PPP.

4. Menuntut, sdr, Roma Hurmuzi agar menghentikan pengkhianatan dan petualangannya untuk kepentingan pribadi di dalam tubuh Partai Persatuan Pembangunan dan berhenti menjadi pemecah belah PPP, karena dia selalu berkhianat terhadap kepemimpinan yang sah di PPP, sejak dari Ketua Umum Surya Dharma Ali, Suharso Monoarfa, dan yang terakhir, H.Muhamad Mardiono.

Ketua DPC PPP Jakarta Utara, Drs.Junaedi saat di wawancara oleh para awak media menjelaskan bahwa, orang yang cacat moral, etika, dan cacat hukum dan sebagai mantan terpidana korupsi tidak layak berada di PPP sebagai Partai Islam warisan para ulama,”jelas Junaedi.

Junaedi juga menuturkan, kami selaku warga negara punya hak untuk menyampaikan pendapat dimuka umum, ketika ada seseorang yang telah menyinggung dan menyentuh perasaan kami selaku ketua DPC PPP, maka pada hari ini terjadilah aksi, agar Marwah dan kehormatan PPP tidak di rendahkan bahkan di hina. Akhirnya terjadilah seperti ini, dan andaikan keinginan kami para pengurus DPC PPP se-Jakarta tidak di hiraukan, maka dari itu, kami akan mengadakan aksi lagi untuk yang kedua kalinya dengan masa dan simpatisan PPP yang lebih banyak lagi, dan mungkin akan di ikuti oleh seluruh Ketua DPC PPP yang ada di seluruh Indonesia,”tutur Junaedi.

Dikira Romy, kami ini tidak punya hati, perasaan dan lain sebagainya, makanya dia bicara dan merendahkan kami dengan seenaknya, kita disini semua sama, punya perasaan yang sama, hati yang sama, maka dari itu kami tidak bisa diperlakukan semena-mena,”ujar Junaedi.

“Kami akui dia (Romy) memang cerdas dan agamis, akan tetapi ketika ketua DPC PPP Jakarta Timur H.Ahmad Rifa’i mengkritik Romy, malah dibalas dengan merendahkan kualitas Ketua DPC tersebut. Ya jelas, ini membuat para pengurus DPC PPP se-DKI merasa tersinggung dan menuntut agar DPP PPP segera memecat Sdr.Roma Hurmuzi,”kata Sekretaris DPC Jakarta Timur Sanusi SE.

“Kami berharap semoga Allah SWT, meridhoi perjuangan, Pengurus, Kader, dan simpatisan DPC PPP se-Jakarta dalam menegakkan kebenaran dan keadilan di berikan kekuatan untuk mengembalikan kejayaan PPP kedepannya, Aamiin,”harap Junaedi.

4 Tuntutan ini di tandatangani oleh ketua DPC Se-DKJ

1.Ketua DPC PPP Jakarta Pusat
Ahmad Dadyah Manggala,ST

2.Ketua DPC PPP Jakarta Barat
H.Wahyudin, SE

3.Ketua DPC PPP Jakarta Utara
Drs.Junaedi

4.Ketua DPC PPP Jakarta Selatan
H.Muhammad Nasir, SE

5.Ketua DPC PPP Jakarta Timur
H.Ahmad Rifa’i,SE

6.Ketua DPC PPP Kepulauan Seribu
Irfan,S.Aq

(red/tim)

Jelang Panen Raya Jagung, Kapolri Turun Langsung Cek Lokasi Ke Kalbar

0

Mediaistana.Com
PONTIANAK, Polda Kalbar– Kapolri Jenderal Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., bersama sejumlah pejabat tinggi Mabes Polri, tiba di Pontianak, Kalimantan Barat, pada Selasa malam, (3/6). Kehadiran Kapolri merupakan bagian dari rangkaian kegiatan nasional untuk mendampingi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam acara panen raya jagung di Kabupaten Bengkayang.

Kunjungan ini berkaitan langsung dengan rangkaian kegiatan nasional yang akan dilaksanakan pada 5 Juni 2025 di Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, meliputi Panen Raya Jagung, Peletakan Batu Pertama (Groundbreaking) pembangunan 18 unit gudang penyimpanan jagung, Ekspor Perdana Jagung dari Kalbar, serta Penyerahan Bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani.

Di sela-sela kunjungannya Kapolri langsung mengecek Alsintan yang nantinya akan diberikan kepada kelompok tani di Bengkayang.

Dalam pernyataannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya dukungan Polri terhadap ketahanan pangan nasional. “Kehadiran kami di Kalimantan Barat merupakan wujud komitmen Polri dalam mendukung program-program strategis nasional, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan. Sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini,” ujar Kapolri.

Sementara itu, Kapolda Kalbar Irjen Pol. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., menyatakan kesiapan penuh jajaran Polda Kalbar dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.

“Kami telah menyiapkan seluruh aspek pengamanan dan koordinasi lintas sektor agar kegiatan ini berjalan aman, tertib, dan lancar. Ini momen penting bagi Kalbar untuk menunjukkan potensinya sebagai lumbung pangan strategis,” ungkap Kapolda Kalbar.

Turut mendampingi Kapolri dalam kunjungan ini adalah Irwasum Polri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Pol. Anwar, S.I.K., M.Si., Asisten Logistik Irjen Pol. Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H., Kadiv Humas Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., Kakortastipidkor Irjen Pol. Cahyono Wibowo, S.H., M.H., dan Koorspripim Polri Kombes Pol. Dedy Murti Haryadi, S.I.K., M.Si.

Dari unsur daerah, hadir pula Gubernur Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., serta Kabid Propam Polda Kalbar Kombes Pol. Irwan M. Ginting, S.I.K., M.M.

Kehadiran para pejabat tinggi ini menjadi simbol sinergi kuat antara pusat dan daerah, serta menunjukkan dukungan penuh institusi kepolisian terhadap agenda strategis nasional. Panen raya jagung di Bengkayang tidak hanya mencerminkan keberhasilan sektor pertanian, tetapi juga semangat gotong royong dalam menjaga stabilitas pangan nasional dan menjadikan Kalbar sebagai salah satu lumbung pangan andalan di Indonesia bagian barat.

Penulis : Siti Nurjana

Kapolres Gresik Ungkap Kasus Ayah Tiri Setubuhi Anak Sambung di Wringinanom

0

Polri, GRESIK|mediaistana.com – Polres Gresik berhasil mengungkap kasus tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh seorang ayah tiri terhadap anak sambungnya sendiri.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Sabtu, 31 Mei 2025 di rumah tersangka di wilayah Kecamatan Wringinanom, Gresik.

Kasus ini bermula dari laporan polisi yang dibuat oleh korban berinisial S.H perempuan berusia 20 tahun asal Gresik. Ia melaporkan ayah tirinya, tersangka berinisial H.A. (38) asal Tarik, Sidoarjo, pemerkosaan yang dilakukan.

Peristiwa ini bermula ibu korban sedang menghadiri acara wisuda adik korban sehingga rumah hanya dihuni oleh korban dan pelaku. Menurut keterangan korban, pelaku memanggil dan mengancam akan menyebarkan foto asusila miliknya jika menolak untuk melayani nafsu bejat pelaku. Ancaman tersebut disusul dengan tindakan kekerasan seksual berupa pemerkosaan.

Usai kejadian, pelaku kembali mengancam korban agar tidak melaporkan hal itu kepada siapapun. Namun keesokan paginya, korban melarikan diri ke rumah neneknya dan mengungkapkan semua yang telah terjadi. Kemarahan keluarga dan masyarakat pun memuncak, hingga pelaku sempat mendapat tindakan anarkis sebelum akhirnya diamankan oleh petugas Polsek Wringin Anom dan dibawa ke Mapolres Gresik.

 

Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, dalam keterangannya menjelaskan bahwa pelaku menggunakan modus ancaman dengan memanfaatkan kerentanan dan ketergantungan korban.

Modus pelaku adalah dengan mengancam menyebarkan foto asusila korban yang diduga didapatkan dari tipu muslihat. Ini adalah bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam hubungan keluarga, dan pelaku akan diproses hukum secara tegas.

Barang bukti yang diamankan antara lain satu buah baju dan celana milik korban, satu buah sarung, serta satu unit handphone milik tersangka.

Pasal yang Disangkakan, tersangka dijerat dengan Pasal 6C Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) atau Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan. Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara dan/atau denda hingga Rp300 juta.

Kapolres mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kekerasan seksual di lingkungan sekitar.

“Ciptakan lingkungan aman dan penuh kasih bagi anak-anak. Perhatikan perubahan perilaku anak, seperti murung atau ketakutan pada seseorang. Pelaku kekerasan seksual bisa berasal dari orang terdekat. Segera laporkan ke polisi jika menemukan atau mengalami tindak kekerasan seksual,” imbuhnya.

Sinergi Ormas dan Pemerintah: AWPI Jakarta Dukung Pembangunan Jakarta

0

MediaIstana | Jakarta – Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Provinsi Jakarta turut hadir dalam kegiatan “Pemberdayaan dan Peningkatan Peran Organisasi Kemasyarakatan dalam Pembangunan” yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jakarta di Hotel Tavia Heritage Jakarta Pusat, Selasa (03/06/2025).

Acara ini dihadiri oleh 106 peserta dari berbagai organisasi kemasyarakatan masyarakat di Provinsi Jakarta, termasuk organisasi profesi wartawan yaitu, AWPI.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber utama dari unsur Legislatif Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jakarta, Inggard Joshua, SE.,
Eksekutif Ketua Bidang Komunikasi Sosial dan Publik Staf Khusus Gubernur Provinsi Jakarta, Cyril Raoul Hakim, dan Institusi hukum Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Tinggi Provinsi Jakarta, Rans Fismi P, serta Ketua Subkelompok Organisasi Kemasyarakatan Eliazer Hutapea, didampingi Staf Subkoordinator Urusan Organisasi Masyarakat, Andi.

Pada kesempatan tersebut Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jakarta, Inggard Joshua, SE menekankan pentingnya pembangunan karakter ormas yang kuat dan berkomitmen dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Lanjut, ia mengatakan, “Karakter ormas harus dibangun dari nilai religiusitas, kejujuran, toleransi, dan kerja keras. Sinergi antara ormas dan pemerintahan memperkuat pembangunan sosial dan nasional,” kata Inggard Joshua politisi partai Gerindra.

Sementara itu, Ketua Bidang Komunikasi Sosial dan Publik Staf Khusus Gubernur Provinsi Jakarta, Cyril Raoul Hakim, biasa disapa Chico Hakim, mengangkat tema “Kolaborasi dan Sinergi Jakarta Menuju Kota Global dan Pusat Perekonomian Nasional, Indonesia Emas 2045.”

Ia menekankan pentingnya peran ormas sebagai mitra strategis pemerintah. “Ormas menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, memperkuat interaksi dan membantu menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan,” kata Chiko Hakim.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Tinggi Provinsi Jakarta, Rans Fismi P., menyampaikan materi tentang Peran Kejaksaan dalam Bidang Ketertiban dan Ketentraman Umum serta Peningkatan Kesadaran Hukum.

Ia menegaskan bahwa pembinaan, pengawasan, dan penertiban ormas merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah. “Pembinaan, pengawasan, dan penertiban ormas sangat penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum,” ujar Rans Fismi P.

Pada kesempatan yang sama Sekretaris AWPI DKI Jakarta, Yamarlin Hulu, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jakarta atas undangan dan kepercayaan yang diberikan kepada AWPI. “AWPI Provinsi Jakarta berkomitmen untuk terus hadir sebagai bagian dari pembangunan melalui media,” ujarnya.

“Kami akan terus mengawal dan menyuarakan aspirasi masyarakat dan mengawal kebijakan publik, terhadap proses pembangunan Pemprov Jakarta, sesuai tupoksi kita melaksanakan fungsi kontrol,” ujarnya.

Hal senada ditambahkan oleh Bendahara AWPI Provinsi Jakarta Eka Julia Syafitri mengajak kepada organisasi kemasyarakatan Se-provinsi Jakarta untuk memperkuat kolaborasi antar ormas dan seluruh elemen masyarakat demi membangun Jakarta yang lebih baik serta mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Selain itu, Eka mengatakan AWPI Provinsi Jakarta siap bersinergi dengan pemerintah, masyarakat, serta ormas lainnya dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, transparan, dan berkeadilan,” pungkasnya.

SDA

Polisi Serahkan Tersangka Bantuan (RTL) Kepada Kejaksaan Negeri Pidie

0

Sigli – Rabu, 4 Juni 2025, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pidie secara resmi menyerahkan tersangka MR (38), warga Gampong Mantak Raya, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pidie pada hari Senin (2/5/2025).

‎MR merupakan Ketua Komunitas Pecinta Perubahan (KP2) Aceh yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan berkedok program bantuan Rumah Talangan (RTL) dari KP2 Aceh.

Kasat Reskrim  AKP Dedy Miswar, S.Sos, MH, menjelaskan Penyerahan tersangka dilakukan setelah penyidik Satreskrim Polres Pidie menyelesaikan seluruh berkas perkara tahap pertama, dan dinyatakan lengkap oleh pihak Kejaksaan (P21). Dan proses tahap II ini menandai dimulainya penanganan perkara di tingkat penuntutan.

AKP Dedy Miswar  menjelaskan bahwa tersangka MR telah melakukan aksi penipuan dengan modus menjanjikan bantuan rumah kepada masyarakat melalui program fiktif dari KP2 Aceh. Dalam operasinya, MR mendatangi sejumlah korban dan meminta sejumlah uang sebagai dana talangan awal, dengan dalih akan mengurus seluruh administrasi bantuan rumah RTL.

‎“Total korban yang berhasil didata oleh penyidik mencapai lebih dari seratusan orang, dengan kerugian yang ditaksir mencapai 1,5 miliar rupiah,” ungkap AKP Dedy Miswar.

‎Sebelumnya tersangka MR  telah ditahan sejak 10 April 2025, di Rutan Polres Pidie, untuk proses penyidikan. Ia kini akan menjalani proses hukum selanjutnya di bawah kewenangan Kejaksaan Negeri Pidie.

Polres Pidie mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai bentuk penawaran bantuan yang tidak jelas sumber dan legalitasnya.” tutup Kasat Reskrim.

Khotmil Qur’an, Manaqiban, Sholawatan dan Berkirim Doa Bagi Para Leluhur dan Ahli Kubur

0

Mojokerto|mediaistana.com – Untuk ke beberapa kalinya, masih tetap dijalur istiqomah dan penuh khidmat, warga Banjarsari kembali menggelar kegiatan Khotmil Qur’an, Manaqiban, Sholawatan dan Berkirim Doa Bagi Para Leluhur dan Ahli Kubur bertempat di Makam Eyang Tumenggung Soekarto Widjoyono (Mbah Sentono) yang berlokasi di Dusun Banjarsari Desa Kedunglengkong Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto, Minggu (1/6/25).

Pada kesempatan ini, Ustad Mukid selaku penasehat Kegiatan menerangkan, Alhamdulillah pada bulan kemarin ada sumbangan kanopi makam dari Mas Hadi Purwanto.

lanjutnya, “di bulan ini ada progres lagi yang bisa dinikmati masyarakat umum. Kemarin sudah dipasang 14 titik lampu penerangan jalan sampai dusun Kesamben. Ini hasil jerih payah kita bersama. Hasil jerih payah dari Bapak Hadi Purwanto. Dan untuk perawatan dan seterusnya diserahkan kepada Dusun Banjarsari,” ucap Ustad Mukid.

Penanggung Jawab Kegiatan, Hadi Purwanto, S.T., S.H., M.H. menerangkan, semoga khotmil quran di makam umum Dusun Banjarsari bisa terus lestari.

Mari sama-sama menjaga aset makam umum Dusun Banjarsari dan terus mengadakan kegiatan positif di makam umum Dusun Banjarsari,” pesan Hadi Purwanto.

Selain itu, Penasehat Jemaah, K.H. Mathori Hasan menambahkan dalam tausiahnya, yang bisa menjawab pertanyaan di amal kubur itu adalah amal ibadah.

Semoga saat di alam kubur nanti kita semua bisa menjawab saya bersaksi tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi Nabi Muhammad itu utusan Allah. Mari kita tiru sifat Nabi Muhammad untuk welas asih kepada semua orang. Ini mencakup rasa empati, kepedulian, dan keinginan untuk membantu meringankan penderitaan orang lain,” ungkap Kiai Mathori Hasan.

Tak Perlu Jauh-Jauh! Ini Jadwal SIM Keliling Polres Pasuruan Juni 2025

0

Polri, PASURUAN | mediaistana – Kabar baik untuk warga Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya! Satlantas Polres Pasuruan kembali menghadirkan Layanan SIM Keliling selama bulan Juni 2025.

Layanan ini cocok bagi masyarakat yang ingin memperpanjang SIM A atau SIM C tanpa perlu datang langsung ke kantor Satpas.

Program SIM Keliling ini dirancang sebagai bentuk pelayanan publik yang lebih dekat, praktis, dan efisien.

“Kami ingin masyarakat tidak merasa terbebani untuk mengurus perpanjangan SIM. Layanan ini kami hadirkan di titik-titik strategis agar mudah dijangkau,” ujar Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan ditempat kerjanya, Senin (2/6/25).

“Polri berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan yang cepat, humanis, dan berkualitas,” tambahnya.

Berikut jadwal dan lokasi SIM Keliling Polres Pasuruan selama Juni 2025:

Senin
🏢 Depan Polsek Winongan
🕘 Pukul 09.00 – 12.00 WIB

Selasa
🏢 Depan Polsek Wonorejo
🕘 Pukul 09.00 – 12.00 WIB

Rabu
🏢 Kantor Lama Kecamatan Sukorejo
🕘 Pukul 09.00 – 12.00 WIB

Kamis
🏢 Depan Pos Lantas Gempol
🕘 Pukul 09.00 – 12.00 WIB

📌 Catatan: Layanan tidak beroperasi pada hari libur nasional dan cuti bersama.

Layanan ini hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C, bukan untuk pembuatan SIM baru.

Syarat yang perlu dibawa:
– Fotokopi KTP
– Fotokopi SIM lama
– Dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan

Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Derie Fradesca, menegaskan bahwa ini untuk memudahkan masyarakat.

“Dengan adanya SIM Keliling, kami berharap masyarakat bisa lebih mudah dalam mengurus SIM,” ujarnya

Warga diimbau datang lebih awal agar tidak antre terlalu lama, mengingat waktu pelayanan hanya tersedia selama 3 jam setiap harinya.

Goal program ini, masyarakat bisa lebih mudah dan cepat dalam mengurus kelengkapan berkendara.

Antisipasi Potensi Guantibmas Polres Pidie Gelar Upacara

0

SIGLI – Dalam rangka mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas), Polres Pidie melaksanakan apel kesiapan pengamanan yang dilaksanakan di lapangan apel Mapolres Pidie. Pada Senin (2/6/2025) sore,

Apel ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K. diikuti oleh personel gabungan dari berbagai satuan, terdiri atas satu peleton Satsamapta, satu peleton Satlantas, satu peleton personel staf gabungan, satu peleton Satreskrim, satu peleton Satintelkam, serta unsur eksternal yang terdiri dari satu peleton personel Kodim 0102/Pidie, satu peleton personel Dinas Perhubungan Kabupaten Pidie, dan satu peleton personel Satpol PP/WH Kabupaten Pidie.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK,  menekankan pentingnya sinergi dan kesiapsiagaan seluruh unsur pengamanan dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas, serta mengajak seluruh peserta apel untuk selalu mengedepankan profesionalisme dan humanisme dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

“Melalui apel ini kita tunjukkan kesiapan serta soliditas antar instansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Pidie. Semua pihak harus siap siaga, terutama dalam menghadapi dinamika yang berkembang di tengah masyarakat,” tegasnya.

Apel kesiapan ini merupakan bagian dari upaya preventif Polres Pidie bersama unsur terkait dalam menciptakan situasi kondusif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tutup Kapolres Pidie.

Kuasa hukum penggugat ajukan banding,perkara: 28/G/2024/PTUN.ptk

0

Media istana.Com
Pontianak,Kalbar
Kuasa hukum penggugat mengajukan permohonan banding,


Kepada Yang Terhormat :
Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Banjarmasin
Di – Banjarmasin

Melalui :
Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Pontianak
Di – Pontianak

Perihal : MEMORI BANDING

 

Dengan hormat,
Perkenankan kami yang bertanda tangan dibawah ini :
1. ANWAR, SH,
2.YUSRAN,S.Ag,SH,
Keduanya Kewarganegaraan Indonesia, Pekerjaan Advokat/Penasehat Hukum beralamat pada Kantor LEMBAGA BANTUAN HUKUM AMPI-KALBAR, Jalan Tanjungpura No.20, RT.003/RW.015, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan,Kota Pontianak,Provinsi Kalimantan Barat ; Domisili elektronik : anwarampi930@gmail.com,baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama, bertindak untuk dan atas nama :
EDI ASHARI, Kewarganegaraan Indonesia, Pekerjaan Wartawan, bertempat tinggal di Jalan Padat Karya Komplek Zaujati Blok G.9 RT. 003 RW. 008, Kelurahan Parit Mayor, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat Domisili Elektronik edya15476@gmail.com yang semula sebagai Penggugat sekarang disebut sebagai Pembanding ;

Dengan ini mengajukan Memori Banding atas Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Pontianak dalam perkara nomor : 28/G/2024/PTUN.PTK tertanggal 21 April 2025 melalui elektronik, berhadapan/berlawanan dengan :

1. Kepala Kantor Pertanahan Kota Pontianak, berkedudukan di Jalan Jendral A.Yani No.1 Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan, semula sebagai Tergugat sekarang sebagai Terbanding I;

2. Keuskupan Agung Pontianak, Suatu Badan Hukum Gereja Katolik Roma, berkedudukan di Jalan Merdeka No. 665 RT.001, RW.002, Kelurahan Mariana, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat yang semula sebagai Tergugat II Intervensi sekarang sebagai Terbanding II;
Adapun alasan dan dasar Pembanding mengajukan Permohonan Banding adalah sebagai berikut :

1. Bahwa adapun amar Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Pontianak dengan perkara Nomor 28/G/2024/PTUN.PTK tertanggal 21 April 2025 sebagai berikut :
MENGADILI

I. Dalam Eksepsi
Menerima eksepsi Tergugat dan Tergugat II Intervensi mengenai Kompetensi Absolut dan gugatan telah lewat waktu
II. Dalam Pokok Sengketa
1. Menyatakan gugatan Penggugat tidak diterima ;

2. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp. 2.103.000,- (Dua Juta Seratus Tiga Ribu Rupiah)

2. Bahwa dapat Pembanding sampaikan, Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Pontianak dengan perkara nomor 28/G/2024/PTUN.PTK dibacakan oleh Majelis Hakim dalam sidang terbuka secara elektronik melalui Sistem Informasi Pengadilan pada hari Senin tanggal 21 April 2025, Selanjutnya pada tanggal … April 2025 Pembanding telah menyatakan Banding terhadap Putusan a quo, sehingga dengan demikian Permohonan Banding yang diajukan Pembanding masih dalam tenggang waktu 14 (empat belas) hari sebagaimana yang ditentukan Undang-Undang, oleh karenanya patut untuk diterima;

3. Bahwa Pasal 30 Undang-Undang Mahkamah Agung telah menyebutkan alasan-alasan hukum dalam Permohonan Kasasi yaitu untuk menguji Judex Factie dalam memutus perkara pada tingkat pertama telah melakukan hal-hal sebagai berikut Tidak berwenang atau melampui batas kewenangannya, Salah menerapkan atau melanggar hukum yang berlaku dan Lalai memenuhi syarat-syarat yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan yang mengancam kelalaian itu dengan batalnya putusan yang bersangkutan;

4. Bahwa Pembanding sangat keberatan terhadap pertimbangan Judex Facti pada Pengadilan Tata Usaha Negara Pontianak di dalam putusannya yang dengan begitu saja mengatakan Pengadilan Tata Usaha Negara Pontianak tidak berwenang mengadili perkara aquo dan Gugatan Pembanding Telah Lewat Tenggang Waktu, sehingga pertimbangan Judex Facti tersebut telah salah dalam menerapkan hukum dan/atau tidak menerapkan hukum sebagaimana mestinya, dengan alasan – alasan sebagai berikut :

a. Bahwa Pembanding sebagai pihak Penggugat yang dirugikan kepentingannya atas terbitnya Objek Sengketa dan baru mengetahui adanya Objek Sengketa aquo secara pasti yaitu pada tanggal 27 Agustus 2024, pada saat Penggugat/Pembanding memenuhi undangan klarifikasi atas surat keberatan diterbitkannya objek sengketa dari Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kalimantan Barat ;

b. Bahwa setelah Pembanding menerima informasi telah diterbitkannya Objek Sengketa dari kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kalimantan Barat, selanjutnya pada tanggal 22 November 2024 Pembanding mengajukan gugatan pada Pengadilan Tata Usaha Negara Pontianak dengan nomor perkara yang teregistrasi dibawah nomor 28/G/2024/PTUN.PTK tertanggal 25 November 2024 ;

c. Bahwa kemudian pada sidang pemeriksaan persiapan tertanggal 24 Desember 2024 surat gugatan Penggugat/Pembanding atas saran Majelis Hakim yudex facti telah diperbaiki, Maka jika dihitung sejak Pembanding menyampaikan surat keberatan atas terbitnya Objek Sengketa kepada Terbanding I tertanggal 19 Oktober 2019 yang baru diketahui secara pasti pada saat klarifikasi di kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kalimantan Barat tanggal 27 Agustus 2024, telah melewati waktu 10 (sepuluh) hari sehingga jawaban dan/atau tanggapan atas surat keberatan Penggugat sekarang Pembanding atas terbitnya Objek Sengketa dianggap telah dikabulkan oleh Tergugat sekarang Terbanding I. sebagaimana dimaksud ketentuan Pasal 77 ayat (4) dan ayat (7) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan. Maka dengan demikian upaya administratif yang dilakukan oleh Pembanding telah sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan;

d. Bahwa kemudian Pembanding mendaftarkan Gugatan perkara aquo ke Pengadilan Tata Usaha Negara Pontianak pada tertanggal 22 November 2024 dengan nomor perkara yang teregistrasi dibawah nomor 28/G/2024/PTUN.PTK tertanggal 25 November 2024 ; menurut ketentuan Pasal 5 ayat (1) Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyelesaian Sengketa Administrasi Pemerintah setelah menempuh upaya administratif dan apabila dihubungkan dengan ketentuan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Pengadilan Tata Usaha Negara Jo Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 1991 dan Yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 5 K/TUN/1992 tanggal 21 Januari 1992 Yurisprudensi Mahmakah Agung RI Nomor 41 K/TUN/1994 tertanggal 10 November 1994 dan Nomor 270 K/TUN/2001 tertanggal 4 Maret 2002, maka Gugatan Pembanding masih dalam tenggang waktu yang ditentukan oleh Undang-Undang ;

5. Bahwa telah ternyata di dalam persidangan atas gugatan dahulu Penggugat sekarang Pembanding atas terbitnya objek sengketa sebagai suatu “ keputusan tata usaha Negara “ yang diterbitkan oleh Tergugat sekarang Terbanding I berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang bersifat konkrit, individual dan final yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata, berdasarkan ketentuan Pasal 47 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 dinyatakan “ Pengadilan bertugas dan berwenang memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara “ jucto Pasal 50 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 menyatakan “ Pengadilan Tata Usaha Negara bertugas dan berwenang memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara di tingkat pertama “
Juncto Pasal 21 ayat (1) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2015 tentang Administrasi Pemerintahan, berbunyi “ Pengadilan berwenang menerima, memeriksa dan memutus ada atau tidak ada unsur penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Pejabat Pemerintah “. Sehingga berdasarkan ketentuan diatas Pengadilan Tata Usaha Negara Pontianak berwenang dan memiliki kompetensi secara absolut mengadili perkara aquo ;

6. Bahwa dalam persidangan aquo oleh yudex facti Tergugat sekarang Terbanding I maupun Terbanding II tidak diperoleh facta-facta tentang bukti-bukti pemenuhan syarat pemberian hak milik kepada badan hukum (incasu Tergugat II Internvensi/Terbanding II) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dalam hal ini harus dilihat apakah tindakan Tergugat sekarang Terbanding I telah menerapkan ketentuan sebagaimana disyaratkan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Undang-Undang Pokok Agraria (lex generalist) juncto Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1963 tentang Penunjukan Badan-Badan Hukum Yang Dapat Mempunyai Hak Milik Atas Tanah di Indonesia (lex specialist) dalam menerbitkan objek sengketa aquo sebagai tanda bukti hak kepada Terbanding II yang merupakan badan hukum Gereja Khatolik Roma incassu bisa memperoleh hak milik atas tanah di wilayah Negara kesatuan Republik Indonesia ;
Bahwa dalam proses persidangan hingga diputusnya sengketa aquo oleh yudex facti terutama dari segi pembuktian tidak diperoleh facta bahwa Terbanding II adalah badan hukum yang bisa memperoleh hak milik sesuai ketentan yang berlaku pada saat penerbitan maupun pada saat harus dibuktikannya kedudukan Tergugat II Intervensi sekarang Terbanding II sebagai badan hukum yang telah memenuhi syarat yang ditentukan UUPA maupun Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1963 tentang Penunjukan Badan-Badan Hukum Yang Dapat Mempunyai Hak Milik Atas Tanah ; Menurut dalil yang diajukan baik oleh Tergugat maupun Tergugat II Intervensi sekarang Terbanding I dan Terbanding II penerbitan objek sengketa aquo merupakan kegiatan penggantian blanko sertipikat lama kepada blanko baru, yakni Sertipikat Hak Milik Nomor : 375/Kampung Sungai Djawi Dalam tanggal 18 Djuli 1967, Surat Ukur Nomor 22 tanggal 15 Maret 1934 seluas 9.050 M2 menjadi Sertipikat Hak Milik Nomor : 1909/Mariana, tanggal 12 Mei 2017, Surat Ukur Nomor : 00636/Mariana/2016 tanggal 04 April 2017, luas 7841 M2 atas nama Keuskupan Agung Pontianak yang merupakan hasil konversi berkas Recht Van Eigendom Verponding Nomor 916 sebagai hak milik mutlak menurut faham colonial karena dibuat oleh Penjajah Belanda sebelum Indonesia merdeka ; hal mana dalam premissa putusan aquo oleh yudex facti, Terbanding II incassu Keuskupan Agung Pontianak baru dibentuk sesuai Akta Pernyataan Pendirian dan Anggaran Dasarnya Nomor : 02 tertanggal 08 Agustus 2017 (vide halaman ke-3 Putusan aquo) ;
Oleh karena secara nyata terdapat banyak perbedaan (hal-hal yang bertentangan dan tidak sesuai faktanya) serta tidak terpenuhi dan ditemukannya syarat yang telah ditentukan peraturan perundang-undangan yang berlaku terutama tidak adanya data yuridis yang tersimpan dalam warkah buku tanah bukti penunjukan Tergugat II Intervensi sekarang Terbanding II sebagai badan hukum yang dapat memperoleh hak milik atas tanah dari Menteri Pertanian/Agrarian atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendengar Menteri Agama,dalam kedudukannya sebagai subjek hukum yang dapat memiliki hak milik (final) diatas tanah milik Penggugat sekarang Pembanding dalam sengketa aquo;
Dengan tidak terpenuhinya ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang wajib dipenuhi oleh Terbanding I sebagai Badan dan/atau Pejabat Tata Usaha/Administrasi yang berwenang maka dapat dikatakan penerbitan objek sengketa aquo terdapat cacat secara yuridis sehingga harus dibatalkan, karena terdapat cacat hukum dalam penerbitannya maka keputusan dan/atau penetapan yang diambil dan dilakukan Terbanding I atas objek sengketa telah pula bertentangan dengan Azas Azas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB) ;

7. Bahwa berdasarkan dan beralasan hukum sebagaimana tersebut diatas, dengan demikian Putusan Judex Facti Pengadilan Tata Usaha Negara Pontianak nomor 28/G/2024/PTUN.PTK tertanggal 21 April 2025, sudah sepatutnya untuk dibatalkan ;

8. Selanjutnya Pembanding berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka Pembanding mohon kepada Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Banjarmasin Cq. Majelis Hakim Tinggi, agar berkenan kiranya memberikan putusan sebagai berikut :

1. Mengabulkan permohonan Banding dari Pembanding untuk seluruhnya;

2. Membatalkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Pontianak nomor 28/G/2024/PTUN.PTK tertanggal 21 April 2025, dan mengadili sendiri perkara aquo dengan amar :

1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya ;

2. Menyatakan batal atau tidak sah Sertifikat Hak Milik Nomor 1909/Mariana, tanggal 12 Mei 2017, Surat Ukur Nomor 00636/Mariana/2016 tanggal 04/04/2017, luas 7841 M2, atas nama Keuskupan Agung Pontianak :

3. Mewajibkan kepada Tergugat/Terbanding I untuk mencabut Sertifikat Hak Milik Nomor 1909/Mariana, tanggal 12 Mei 2017, Surat Ukur Nomor 00636/Mariana/2016 tanggal 04/04/2017, luas 7841 M2, atas nama Keuskupan Agung Pontianak :

4. Menghukum Tergugat/Terbanding I dan Tergugat II Intervensi/Terbanding II untuk membayar seluruh biaya perkara yang timbul dalam perkara aquo ;
A t a u :
Apabila Majelis Hakim Tinggi, berpendapat lain, Pembanding mohon putusan yang seadil-adilnya.
Demikianlah Memori Banding ini Pembanding ajukan, atas perhatian dan perkenan Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Banjarmasin Cq. Majelis Hakim Tinggi, Pembanding ucapkan terima kasih.

Hormat Kami
Kuasa Hukum Pembanding

Anwar,SH. Yusran,S.Ag,SH, Demikian perihal memori banding ini di sampaikan oleh penggugat memohon putusan seadil-adilnya.

Penulis:Siti Nurzana

Kapolres Pidie Irup Hari Lahir Pancasila

0

Sigli – Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK bertindak selaku Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2025 yang digelar di Lapangan Apel Mapolres Pidie, Senin (02/06/2025).

Dalam amanatnya, Kapolres Pidie membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Dalam Amanatnya tersebut ditegaskan kembali makna penting Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk meneguhkan komitmen terhadap dasar negara Indonesia.

“Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” kata AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK membacakan sambutan Kepala BPIP RI.

Dalam sambutan itu juga dijelaskan bahwa Pancasila merupakan rumah besar bagi keberagaman bangsa Indonesia.

“Pancasila mempersatukan lebih dari 270 juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya, dan bahasa yang berbeda. Dalam Pancasila, kita belajar bahwa kebhinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu,” tambahnya.

“Kemajuan ekonomi tanpa pondasi nilai-nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan. Kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral bisa menjerumuskan bangsa pada dehumanisasi,” ucap Kapolres Pidie

Lebih lanjut disampaikan bahwa revitalisasi nilai-nilai Pancasila harus dilakukan dalam berbagai bidang. Dalam dunia pendidikan, Pancasila perlu ditanamkan sejak dini, bukan sekadar dalam pelajaran formal, tetapi dalam praktik keseharian. Di birokrasi, nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam bentuk pelayanan publik yang adil, transparan, dan berpihak pada rakyat. Dalam bidang ekonomi, pembangunan harus dinikmati oleh seluruh rakyat, bukan hanya segelintir orang.

Tak luput, ruang digital juga menjadi perhatian penting dalam penguatan nilai-nilai Pancasila. Dimana Dunia maya bukan ruang bebas nilai. Etika, toleransi, dan saling menghargai tetap harus ditegakkan. “Mari kita perangi hoax, ujaran kebencian, dan provokasi dengan literasi digital dan semangat gotong royong,” imbuhnya.

Di bagian akhir sambutan, Kepala BPIP RI mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momen penguat nilai kebangsaan.