Beranda blog Halaman 747

Ibrahim Wael Tegaskan Penataan Gunung Botak Demi Legalitas, Hak Adat, dan Keadilan Sosial

0

Oleh: Drs. Muz Latuconsina, MF

Penataan kawasan pertambangan Gunung Botak telah memasuki fase krusial. Setelah bertahun-tahun menjadi ruang tarik-menarik kepentingan—antara ekonomi, hukum, sosial, dan lingkungan—kini negara dituntut hadir secara utuh. Dalam konteks inilah pernyataan Tokoh Adat Regetschaap Kayeli, Kabupaten Buru, Ibrahim Wael, menemukan relevansinya: penataan Gunung Botak harus berpijak pada legalitas, pengakuan hak adat, dan keadilan sosial.

Selama ini, Gunung Botak kerap dipersepsikan semata sebagai wilayah tambang ilegal yang harus ditertibkan. Padahal, persoalan di kawasan ini jauh lebih kompleks. Di sana hidup masyarakat adat dengan sejarah penguasaan lahan yang panjang, jauh sebelum istilah izin dan konsesi diperkenalkan. Mengabaikan fakta sosial ini sama artinya dengan menanam bibit konflik baru di masa depan.

Pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, patut diapresiasi karena mulai menunjukkan keseriusan menata Gunung Botak dalam koridor hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum—Kepolisian, Kejaksaan, serta TNI—menjadi langkah penting untuk mengakhiri praktik pertambangan yang tidak tertib dan merusak lingkungan. Namun, penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pendekatan represif semata.

Seperti ditegaskan Ibrahim Wael, legalitas harus berjalan beriringan dengan pengakuan hak adat. Kepastian hukum atas kepemilikan dan pengelolaan lahan bukan sekadar urusan administrasi, melainkan bentuk keadilan negara terhadap masyarakat yang selama ini menjadi penonton di tanahnya sendiri. Tanpa pengakuan itu, legalitas justru berpotensi menjadi alat peminggiran baru.

Peran Satuan Tugas Penertiban Gunung Botak menjadi strategis dalam memastikan proses penataan berjalan terukur dan berkelanjutan. Koordinasi lintas lembaga yang solid sangat dibutuhkan agar kebijakan tidak tumpang tindih dan penindakan tidak menimbulkan kegaduhan sosial. Penelusuran terhadap pihak-pihak yang memprovokasi masyarakat tanpa dasar hukum yang jelas juga harus dilakukan secara profesional dan transparan, demi menjaga kepercayaan publik.

Lebih dari itu, penataan Gunung Botak harus diletakkan dalam kerangka pembangunan yang berkeadilan. Sumber daya alam yang besar tidak boleh hanya menjadi angka dalam laporan produksi, tetapi harus memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Buru dan Maluku secara luas. Prinsip ini sejalan dengan visi nasional yang menempatkan rakyat sebagai tujuan utama pembangunan.

Gunung Botak tidak boleh terus menjadi simbol konflik, ketidakpastian, dan ketimpangan. Dengan kebijakan yang konsisten—tegas dalam hukum, adil dalam perlakuan, dan bijak dalam pelaksanaan—kawasan ini justru dapat menjadi contoh bagaimana negara menata sumber daya alam secara legal, menghormati hak adat, serta menjunjung tinggi keadilan sosial. Di titik inilah pesan Ibrahim Wael menemukan maknanya yang paling substantif.(AS..CS)

TNI Apresiasi Peran Strategis Pers dalam Bela Negara

0

TNI Apresiasi Peran Strategis Pers dalam Bela Negara

Jakarta -MEDIA ISTANA (Puspen TNI). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menerima Penghargaan Khusus Pena Emas kategori Kementrian/Lembaga Negara yang diselenggarakan oleh Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia, penerimaan diwakili Kapuspen TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah bertempat di Le Royale Hotel Bandung, Jawa Barat, Senin (22/12/2025).

Dalam sambutannya, Kapuspen TNI menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini konsisten menjaga profesionalisme jurnalistik serta menghadirkan pemberitaan yang sehat, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara. Menurutnya, melalui forum dan kegiatan apresiasi seperti Pena Emas, ekosistem pers nasional semakin diperkuat sebagai bagian penting dalam kehidupan demokrasi Indonesia.

“Bela negara bukanlah sekadar slogan, melainkan panggilan nurani dan tanggung jawab seluruh warga negara, sesuai peran dan profesinya masing-masing. Pada era yang serba cepat ini, tantangan bela negara tidak hanya datang dalam bentuk ancaman fisik, tetapi juga hadir dalam bentuk perang informasi, disinformasi, polarisasi, serta upaya memecah belah persatuan melalui ruang digital yang luas,” ujar Kapuspen TNI.

Lebih lanjut Kapuspen TNI menegaskan bahwa kemitraan TNI dengan media merupakan kebutuhan strategis untuk membangun komunikasi publik yang akurat dan memperkuat kepercayaan masyarakat. Penghargaan Pena Emas dinilai sebagai simbol pengakuan atas daya juang pena dan kata-kata yang mampu mengangkat semangat kebangsaan. “Setiap karya jurnalistik yang memberi ruang bagi suara rakyat dan mengedepankan kebenaran, pada hakikatnya merupakan bagian dari bela negara. Karena itu, kegiatan apresiasi seperti ini patut kita dukung bersama,” tegasnya.

Menutup amanatnya, Kapuspen TNI menegaskan komitmen TNI untuk terus menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas informasi publik, sekaligus memperkuat sinergi yang konstruktif dengan insan pers sebagai mitra strategis dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. “TNI berkomitmen untuk terus mengedepankan keterbukaan informasi publik sesuai ketentuan, membangun komunikasi yang sehat, dan menjaga hubungan kemitraan yang profesional dengan insan pers,” pungkasnya.

Sebanyak 60 tokoh nasional, perwakilan kementerian dan lembaga negara, kepala daerah, institusi pendidikan, hingga dunia usaha menerima Penghargaan Apresiasi Bela Negara (ABN) 2025 yang diselenggarakan Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI). Penghargaan ABN 2025 diberikan kepada individu dan institusi yang dinilai konsisten menanamkan serta mengimplementasikan nilai-nilai bela negara di berbagai sektor kehidupan.

HAMDAN A.md

Sambutan Tarian Adat Warnai Kedatangan Dandim 1710/Mimika

0

Jakarta -MEDIA ISTANA Timika – Kedatangan Komandan Kodim 1710/Mimika yang baru, Letkol Inf Redi Dwi Yuda Kurniawan, S.I.P., didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXV Kodim 1710/Mimika, Ny. Redi Dwi Yuda Kurniawan, disambut dengan prosesi tarian adat sebagai bentuk penghormatan dan penerimaan warga baru. Kegiatan tersebut berlangsung di Makodim 1710/Mimika, Selasa (23/12/2025).

Letkol Inf Redi Dwi Yuda Kurniawan beserta istri mengikuti seluruh rangkaian penyambutan dengan penuh khidmat. Prosesi diawali dengan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan dengan penampilan tarian adat khas Suku Kamoro yang dibawakan oleh penari putra-putri dari anggota Kodim 1710/Mimika.

Tradisi penyambutan adat ini melambangkan ungkapan rasa hormat, doa keselamatan, serta harapan akan terjalinnya kebersamaan dan keharmonisan antara pimpinan baru Kodim 1710/Mimika dengan seluruh prajurit serta elemen masyarakat di wilayah Kabupaten Mimika.

Kegiatan penyambutan tersebut turut dihadiri para perwira, prajurit, serta anggota Persit Kartika Chandra Kirana Kodim 1710/Mimika. Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat kebersamaan dalam menyongsong kepemimpinan baru di lingkungan Kodim 1710/Mimika.

Penyambutan adat ini menjadi simbol awal pengabdian Letkol Inf Redi Dwi Yuda Kurniawan, S.I.P. sebagai Dandim 1710/Mimika, sekaligus menegaskan komitmen Kodim 1710/Mimika untuk terus bersinergi dengan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan di Kabupaten Mimika. (Pendim 1710/Mimika)

HAMDAN A.md

Forum Jurnalis Hitam Putih Gelar Refleksi Akhir Tahun 2025, Teguhkan Profesionalisme Pers

0

MediaIstana | KABUPATEN BOGOR – Di tengah dinamika dunia jurnalistik yang kian kompleks, Forum Jurnalis Hitam Putih menutup tahun 2025 dengan refleksi bersama yang sarat makna.

Kegiatan Refleksi Akhir Tahun ini menjadi ruang jeda untuk mengevaluasi perjalanan sekaligus meneguhkan kembali profesionalisme pers.

Suasana hangat dan kekeluargaan menyelimuti rangkaian kegiatan yang dikemas tidak hanya dengan diskusi maupun bimbingan teknis, tetapi juga kebersamaan.

“Ini bukan sekadar kumpul-kumpul, tetapi ruang untuk bercermin. Kami ingin teman-teman jurnalis terus saling menghormati, menjaga etika jurnalistik, dan menjunjung tinggi Undang-Undang Pers,” ujar Ketua Forum Jurnalis Hitam Putih, Rocky Abdul Karim di Villa Adiba, Jl. Dewi Sartika No.64, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/12/2025).

Rocky menilai refleksi akhir tahun menjadi momen penting untuk memperkuat soliditas.

Selain itu, refleksi akhir tahun ini menjadi ruang jujur untuk mengevaluasi berbagai tantangan sepanjang 2025.

Ia berharap di tahun 2026 Forum Jurnalis Hitam Putih tetap tampil sederhana, namun dengan karya jurnalistik yang berdampak luas.

“Dinamika pasti ada, tapi semoga ke depan kita semakin dewasa, solid, dan bersatu,” pesannya.

Bahkan, Rocky menekankan pentingnya peningkatan wawasan, kajian tematik, serta kegiatan diskusi agar jurnalis mampu menjalankan fungsi edukasi dan kontrol sosial secara optimal.

Namun, menurut Rocky, profesi jurnalis kerap diuji oleh tipisnya batas antara idealisme dan tuntutan hidup.

“Karena itu, kami ingin 2026 menjadi tahun yang lebih baik. Tetap profesional, patuh aturan, dan tidak bersinggungan dengan hukum,” ujarnya.

Usai sesi refleksi, pantauan dilokasi, kegiatan dilanjutkan dengan beberapa lomba-lomba ringan. Gelak tawa dan kebersamaan menjadi penutup hangat.

Kendati demikian, Ketua Panitia Pelaksana, Eka Juli Syahfitri menyampaikan apresiasi kepada para mitra yang selama ini mendukung Forum Jurnalis Hitam Putih.

Menurut Eka, sinergi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga ekosistem pers yang sehat dan mendorong jurnalis hitam putih untuk memperluas cakrawala pemberitaan.

Transparansi yang Menyala dari Jakarta untuk Gunung Botak

0

Editorial Redaksi

Di tengah riuhnya opini dan prasangka, klarifikasi menjadi cahaya. Pertemuan di Jakarta terkait pengelolaan Gunung Botak—yang kini ditegaskan berlangsung legal dan terbuka—menunjukkan satu hal penting: ikhtiar membenahi sumber daya alam tidak selalu lahir dari sorotan kamera, tetapi dari komunikasi yang jujur, prosedural, dan bertanggung jawab.

Penegasan Ketua Satgas Penertiban Gunung Botak, Djalaludin Salampessy, patut diapresiasi. Ia menjelaskan dengan terang bahwa mekanisme pengelolaan telah berjalan sesuai hukum: Izin Pertambangan Rakyat (IPR) diberikan kepada koperasi, dan koperasi—sebagai entitas legal—berhak menentukan mitra investasinya secara mandiri. Di sinilah prinsip kedaulatan rakyat dan ekonomi kerakyatan bertemu: negara memberi kerangka hukum, masyarakat mengelola dan menentukan arah.

Kehadiran unsur pemerintah dalam pertemuan tersebut justru menegaskan watak keterbukaan. Tidak ada agenda terselubung, tidak ada kesepakatan di luar aturan. Yang ada adalah dialog untuk mencari jalan terbaik bagi daerah—sebuah praktik yang seharusnya menjadi teladan, bukan sasaran kecurigaan.

Kita perlu jujur mengakui bahwa penataan sektor pertambangan rakyat adalah pekerjaan besar dan bertahap. Ia menuntut kesabaran, konsistensi, dan kepercayaan publik. Pemberitaan yang tergesa-gesa tanpa konfirmasi berisiko mengaburkan upaya baik yang sedang dirintis, serta menggerus kepercayaan yang justru sedang dibangun.

Editorial ini berpihak pada prinsip: transparansi, legalitas, dan kepentingan masyarakat. Ketika dialog dilakukan terbuka, aktor-aktor hadir resmi, dan aturan menjadi rujukan utama, maka tudingan “pertemuan gelap” kehilangan pijakan. Yang kita saksikan adalah praktik pemerintahan yang berupaya rapi—mengikat kepentingan investasi dengan perlindungan hukum, serta menempatkan rakyat sebagai subjek, bukan penonton.

Mari kita rawat ruang publik dengan verifikasi dan itikad baik. Gunung Botak membutuhkan kerja bersama, bukan prasangka bersama. Dan ketika transparansi menyala, harapan pun ikut terang.(AS-CS)

Kepala Desa Palasari Sangat luar biasa Hingga Di Berikan Penghargaan Oleh KDM

0

Kepala Desa Palasari Sangat luar biasa Hingga Di Berikan Penghargaan Oleh KDM

Bogor Jawa barat -mediaistana.com

Selamat! Desa Palasari Bawa Pulang Penghargaan Desa Terbaik dari Gubernur KDM

Tri Ahmad Kusmanto
Senin, 22 Desember 2025 | 18:56 WIB
Pemerintah Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, meraih penghargaan sebagai Desa Terbaik Sadar Hukum dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM.
Pemerintah Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, meraih penghargaan sebagai Desa Terbaik Sadar Hukum dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM.

Bogor Jawa Barat -mediaistana.com

Pemerintah Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, meraih penghargaan sebagai Desa Terbaik Sadar Hukum dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM.

Kepala Desa Palasari, Aip Syaripudin Skom.S.H  mengaku bersyukur atas penghargaan yang diberikan Gubernur KDM.

Menurutnya, penghargaan yang diterima ini akan menjadi motivasi untuk masyarakat agar lebih paham terhadap hukum.

Sehingga, tidak ada warga yang terkena masalah hukum, dan pemerintah desa siap memberikan perlindungan hukum kepada warganya.

“Alhamdulilah atas penghargaan yang diberikan kang Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat kepada Dess Palasari sebagai desa sadar hukum. Ke depannya kami bersama lembaga Desa Palasari akan untuk terus memberikan pemahamanan tentang hukum kepada masyarakat,” ujar Aip, Senin, 22 Desember 2025.”Kmi

bersama lembaga desa terus memberikan yang terbaik untuk masyarakat, selain pengelolaan anggaran yang transparan, desa kami ini desa taat hukum dan Desa Palasari punya beberapa produk peraturan desa yang belum ada di desa-desa lain di Kabupaten Bogor,”

Sementara itu, Sekretaris Camat Cijeruk, HM Farullah, mengapreasi kepemimpinan Aip Syaripudin sebagai kepala Dess Palasari,.

“Semenjak kepemimpinan Aip Syaripudin,Skom.S.H  banyak kemajuan di berbagai bidang. Penghargaan yang didapat dari pemerintah kecamatan, kabupaten, maupun dari provinsi. Tentunya saya apreasi penghargaan ini, semoga Palasari lebih maju lag ke depanya,” pungkasnya

(Mediaistana Reporter Maulana)

Pertemuan di Jakarta Soal Gunung Botak Ditegaskan Legal, Satgas Bantah Isu Pertemuan Gelap

0

Jakarta — Ketua Satgas Penertiban Gunung Botak, Djalaludin Salampessy, menegaskan bahwa pertemuan yang berlangsung di Jakarta terkait pengelolaan Gunung Botak bukan pertemuan gelap, melainkan bagian dari komunikasi terbuka untuk mencari langkah terbaik bagi daerah sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Djalaludin menjelaskan, mekanisme pengelolaan Gunung Botak telah berjalan sesuai aturan. Pemerintah telah memberikan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) kepada 10 koperasi, dan selanjutnya koperasi-koperasi tersebut secara mandiri melakukan komunikasi dengan pihak mana pun yang ingin berinvestasi sebagai bapak/ibu angkat.

“Tidak ada campur tangan, tidak ada intervensi. Koperasi pemegang IPR menentukan sendiri bapak/ibu angkatnya. Itu hak mereka secara legal,” tegas Djalaludin, Selasa, (23/12/2025)

Ia juga meluruskan kronologi pertemuan yang kini menjadi sorotan. Djalaludin mengaku saat itu berada di Jakarta dalam rangka mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Maluku ke Kementerian Sosial. Pada Senin sore, ia dihubungi oleh Laode Ida untuk datang ke kantornya di kawasan Kemayoran.

“Saat saya tiba, sudah ada Camat Kayaeli, Bapak Ibrahim Wael, dan Bapak Salem Wael. Pembicaraan kami terbuka dan fokus pada langkah terbaik untuk pengelolaan Gunung Botak,” jelasnya.

Menurut Djalaludin, kehadiran unsur pemerintah justru menjadi bukti bahwa pertemuan tersebut bukan pertemuan gelap. Ia menegaskan, tidak ada agenda tersembunyi, tidak ada kesepakatan ilegal, dan tidak ada perencanaan di luar mekanisme pengelolaan IPR.

“Kalau pemerintah hadir, kalau pembicaraan dilakukan secara terbuka, lalu di mana letak ‘gelapnya’?” ujarnya.

Djalaludin menyesalkan munculnya pemberitaan yang menggiring opini tanpa konfirmasi langsung kepada pihak-pihak yang terlibat. Ia menilai, pemberitaan semacam itu berpotensi menyesatkan publik dan mencederai upaya penataan pengelolaan Gunung Botak yang tengah dibenahi secara legal dan bertahap.

“Harusnya setiap pemberitaan dikonfirmasi terlebih dahulu. Jangan membangun asumsi seolah ada pertemuan rahasia, padahal yang dibicarakan adalah kebaikan daerah dan kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Ia menutup dengan menegaskan komitmen Satgas Penertiban Gunung Botak untuk tetap bekerja transparan, taat hukum, dan berpihak pada kepentingan rakyat, serta memastikan pengelolaan sumber daya alam berjalan sesuai prosedur dan tidak disandera oleh opini yang tidak berdasar.(CS)

Tim Monev Kabupaten Indramayu, Monitor BUMdes Ketahanan Pangan Desa Kedokan Agung

0

Tim Monev Kabupaten Indramayu, Monitor BUMDes Ketahanan Pangan Desa Kedokan Agung.

Indramayu_MediaIstana.com
Pemerintah Kabupaten Indramayu, melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ketahanan Pangan di Desa Kedokan agung, Kabupaten Indramayu, pada selasa, (23/12/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mengawal perkembangan serta kemajuan BUMDes di wilayahnya.

Fokus monev kali ini pada BUMDes yang mendapatkan alokasi anggaran sebesar 20% dari total Dana Desa tahun 2025, yaitu sebesar Rp 1.305.777.000 Alokasi yang signifikan ini ditujukan untuk mendorong sektor ketahanan pangan yang menjadi Prioritas Dana desa.

Jenis usaha yang menjadi prioritas BUMDes Ketahanan Pangan Desa Kedokan Agung adalah di bidang peternakan yang sedang di jalankan sudah direalisasikan meliputi Peternakan Budi daya ikan Nila, Ikan Lele, dan Ternak kambing. yang berlokasi di Agro wisata kolam renang blok tambak, dengan lahan dari Aset Desa kedokan Agung.

Kegiatan monev yang dilaksanakan bersifat komprehensif. Dari Tim Monev Kabupaten tidak hanya melakukan peninjauan langsung ke lokasi operasional untuk melihat sarana dan prasarana, juga melakukan pemeriksaan mendalam terhadap administrasi dan laporan keuangan BUMDes. Selain itu, dilakukan pula evaluasi terhadap capaian kinerja yang telah diraih sejauh ini.

Melalui monev ini, pemerintah berharap dapat mengidentifikasi secara detail berbagai kendala operasional yang dihadapi, sekaligus memetakan potensi yang dimiliki oleh BUMDes setempat.

“Dari hasil identifikasi ini, nantinya dapat diformulasikan strategi yang tepat dan efektif untuk mengoptimalkan kinerja BUMDes. Tujuan akhirnya tidak lain adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa kedokan Agung melalui badan usaha milik desa ini,” ujar perwakilan dari Tim Monev Kabupaten Indramayu.

Seluruh data dan temuan dari kegiatan monev ini akan menjadi bahan pertimbangan utama bagi Pemerintah kecamatan kedokan bunder dalam memberikan pembinaan, arahan, dan pendampingan teknis yang lebih terarah kepada pengelola BUMDes Desa kedepan nya.

“Terimakasih, kepada tim monev Kabupaten yang sudah hadir, dan meninjau langsung hasil ketahanan pangan Desa kedokan Agung, semoga kedepan kami Bisa mengembangkan BUMdes ini dengan lebih baik lagi, “ujar Kuwu Badruddin, S,ip.

Iyons74

Alyana Busou: Hari Ibu Momentum Refleksi untuk Generasi Emas dari Timur Indonesia

0

Peringatan Hari Ibu dijadikan sebagai momentum refleksi oleh Alyana Busou selaku penanggung jawab kegiatan diskusi publik memperingati hari ibu dengan tema “Suara Pembaharuan Perempuan Timur untuk Generasi Emas Indonesia”, di Aula kampus Iqra Buru, Selasa, (23/12/2025). Dalam sambutannya, Alyana menekankan bahwa Hari Ibu tidak hanya dimaknai sebagai peringatan seremonial, tetapi sebagai ruang evaluasi dan perenungan bersama dalam menyiapkan generasi emas dari timur Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa refleksi tersebut diwujudkan melalui pembukaan ruang diskusi publik yang melibatkan berbagai elemen kepemudaan, mulai dari perwakilan Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kabupaten Buru hingga mahasiswa Universitas Iqra Buru. Forum ini diharapkan mampu menjadi wadah untuk menangkap, mengidentifikasi, serta membahas isu-isu sosial yang berkembang di tengah masyarakat Kabupaten Buru.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga menegaskan peran strategis perempuan dan ibu dalam membentuk karakter generasi masa depan. Nilai-nilai keibuan dipandang sebagai fondasi penting dalam menumbuhkan kepedulian, empati, serta semangat kebangsaan di kalangan generasi muda, pernyataan ini disampaikan oleh salah satu narasumber yakni Nina Batuatas selaku anggota DPRD Provinsi Maluku

Melalui momentum Hari Ibu ini diharapkan dapat terbangun komitmen kolektif untuk mendorong perubahan sosial yang berkelanjutan. Dari Kabupaten Buru, Kegiatan dihadiri oleh 3 narasumber yang diambil oleh Politisi, Birokrasi dan akademisi, kehadiran narasumber ini untuk membuka ruang diskusi kepada mahasiswa dan seliruh elemen OKP Cipayung plus yang hadir gagasan dan suara generasi muda diharapkan dapat menjadi bagian dari kontribusi nyata timur Indonesia bagi masa depan bangsa.(AS..CS)

Ustadz Ramli, Lc Terpilih sebagai Keuchik Gampong Seuneubok Peusangan

0

 

Aceh Timur-mediaistana.com

Pemilihan Keuchik Langsung (Pilchiksung) Gampong Seuneubok Peusangan, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, berlangsung sukses, aman, dan tertib. Dari hasil pemilihan tersebut, Ustadz Ramli, Lc resmi terpilih sebagai Keuchik definitif untuk periode 2025–2031.

Peureulak Selasa 23/12/2025

 

Pilchiksung ini diikuti oleh empat calon keuchik. Berdasarkan hasil penghitungan suara, calon nomor urut 1 Asmuni memperoleh 149 suara, calon nomor urut 2 Ustadz Ramli, Lc memperoleh 246 suara, calon nomor urut 3 Najimuddin M. Yusuf memperoleh 48 suara, dan calon nomor urut 4 Jamaluddin memperoleh 169 suara. Jumlah keseluruhan suara sah tercatat sebanyak 612 suara.

 

Camat Peureulak Nasri SE menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) serta seluruh masyarakat Gampong Seuneubok Peusangan yang telah bekerja sama sehingga pelaksanaan Pilchiksung berjalan dengan lancar dan kondusif.

 

Sementara itu, Kapolsek Peureulak AKP Muslim Seregar SH juga mengucapkan selamat kepada Ustadz Ramli, Lc atas terpilihnya sebagai Keuchik. Ia berharap keuchik terpilih dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya serta membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Gampong Seuneubok Peusangan(MN)