- MEDIAISTANA.COM
SEMARANG – Suasana berbeda menyelimuti Stasiun Semarang Tawang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Bangunan bersejarah yang telah berdiri lebih dari satu abad itu kini tampil dengan wajah baru setelah menjalani revitalisasi.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Kamis (30/7/2026). Peresmian tersebut menjadi simbol perpaduan antara kemajuan infrastruktur transportasi dengan upaya menjaga warisan sejarah bangsa.
Kedatangan Presiden disambut antusias masyarakat dan para pelajar yang berada di lokasi. Presiden Prabowo menyempatkan diri menyapa dan menyalami warga sebelum meninjau panel yang menampilkan proses revitalisasi stasiun bersejarah tersebut.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menjelaskan, Stasiun Semarang Tawang mulai beroperasi sejak 1914 setelah proses pembangunan dimulai pada 1911 pada masa Hindia Belanda.
Menurutnya, stasiun tersebut bukan hanya menjadi fasilitas transportasi, tetapi juga bagian dari perjalanan panjang sejarah Indonesia.
Revitalisasi dan beautifikasi Stasiun Tawang dilakukan atas arahan Presiden Prabowo dan berhasil diselesaikan dalam waktu 330 hari.
Tahap awal revitalisasi meliputi pembaruan fasad depan, hall utama, serta pengembalian tampilan sisi barat dan timur bangunan sesuai bentuk aslinya berdasarkan dokumentasi foto lama.
Sejumlah ornamen bersejarah dan pencahayaan bangunan juga dipulihkan untuk mempertahankan karakter asli stasiun.
“Bangunan yang telah berusia 112 tahun ini dapat terus kita jaga kelestarian serta jejak sejarahnya,” ujar Bobby.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan Stasiun Semarang Tawang memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi bangsa Indonesia.
Menurut Presiden, stasiun tersebut pernah menjadi bagian dari perjalanan tugas kenegaraan Presiden pertama Republik Indonesia pada masa awal kemerdekaan.
“Menjaga dan melestarikan Stasiun Tawang bukan hanya menjaga sebuah bangunan, tetapi juga menjaga identitas, memori, dan perjalanan sejarah bangsa,” kata Prabowo.
Presiden menegaskan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Karena itu, berbagai bangunan bersejarah harus dirawat agar tetap menjadi sumber pembelajaran bagi generasi mendatang.
“Semuanya bagian dari sejarah dan identitas kita,” tegas Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga memberikan apresiasi kepada PT Kereta Api Indonesia yang dinilai mampu menyelesaikan revitalisasi dengan cepat dan tepat.
Peresmian tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Dengan wajah baru ini, Stasiun Semarang Tawang diharapkan tidak hanya menjadi simpul transportasi modern, tetapi juga menjadi pengingat perjalanan panjang sejarah Indonesia.
Aris.t