Oleh: Masyarakat Asli Keturunan Berdarah Lampung.
Media istana.com – LAMSEL, – Sebagai warga masyarakat yang lahir dan besar di bumi Lampung, khususnya Lampung Selatan yang berjulukan “khagom mupaka” kami merasa terpanggil untuk menyuarakan aspirasi apa yang menjadi kegelisahan dan kenyataan yang kita rasakan bersama.
Kami Sebagai orang asli keturunan Lampung yang sangat mencintai daerah ini, hati ini terasa perih dan sangat menyayangkan melihat kinerja pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lamsel yang saat ini dipimpin oleh Ibu Erma Yusneli.
Menurut pengamatan dan fakta yang ada di lapangan kondisi sekarang, sosok Ibu Erma Yusneli dinilai belum tegas dan belum layak menduduki posisi jabatan sebagai Ketua DPRD Lamsel. Hal ini bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan kenyataan yang terlihat jelas oleh mata kepala masyarakat kita sendiri.
Salah satu masalah yang paling mencolok yang sering kali diulang dikeluhkan adalah kedisiplin kerja sangat kurang. Banyaknya anggota dewan yang terbiasa datang terlambat atau bahkan tidak hadir saat ada agenda rapat penting membahas permasalahan dimasyarakat.
Padahal, rapat tersebut adalah wadah untuk membahas aspirasi dan kebutuhan rakyat. Jika kedisiplinan saja belum bisa ditegakkan, bagaimana mungkin kebijakan yang dihasilkan bisa maksimal dan tepat waktu?
Ketua DPRD sebagai pimpinan seharusnya mampu menegur dan menata anggotanya, bahkan harus ada sanksinya, namun’ hingga saat ini berkali-kali hal tersebut belum terlihat.
Selain itu, masyarakat menilai bahwa DPRD Lampung Selatan terkesan acuh tak acuh dan tidak memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kesulitan yang dihadapi rakyatnya. Bahkan Jarak antara wakil rakyat dan yang diwakili terasa semakin jauh.
Padahal, fungsi utama lembaga legislatif ini adalah sebagai corong aspirasi dan pengawasan yang pro-rakyat.
Tak hanya disitu saja, sinergi dan kerja sama antara DPRD dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan juga dinilai belum berjalan harmonis dan optimal.
Padahal, untuk memajukan daerah kabupaten Lamsel, sangatlah diperlukan kolaborasi yang kuat antara legislatif dan eksekutif. Jika keduanya tidak seirama, dan sejalan maka pembangunan daerah akan tersendat dan masyarakat akhirnya yang menjadi korban.
Melihat berbagai kondisi tersebut, sudah sepantasnya jika masyarakat menilai bahwa Ibu Erma Yusneli belum layak memimpin DPRD Lampung Selatan. Kepemimpinan yang tegas, disiplin, dan peduli rakyat adalah hal yang sangat kami rindukan dari sosok pemimpin.
Oleh karena itu, melalui tulisan ini, kami selaku masyarakat Lampung Selatan memohon dan berharap besar kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera dapat memberikan perhatian khusus dan mempertimbangkannya kembali untuk kelayakan kepemimpinan di daerah kami ini.
” Kami berharap ada evaluasi serius agar orang yang memimpin benar-benar memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen tinggi kepada masyarakat untuk membangun daerah”.
Semua ini kami sampaikan bukan untuk mencari kesalahan, semata-mata ini hanya keritikan demi kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Lampung Selatan yang lebih baik di masa depan.