PROYEK IRIGASI P3A MITRA CAI PERMATA MULIA TANI DESA KAPLONGAN MENJADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN TIDAK SESUAI SPESIFIKASI
INDRAMAYU-MEDIAISTANA.COM
Proyek Tembok Penahan Tanah ( TPT) dan jaringan irigasi yang dikelola oleh Mitra Cai Permata Mulia Tani Desa Kaplongan, Kecamatan Kedokan Bunder.Kabupaten Indramayu
Kini menjadi sorotan tajam,
Karena diduga pengerjaan nya yang dinilai asal- asalan.
Kamis, (23/07/2026).

Program percepatan peningkatan tata guna air irigasi ( P3 TGAI) Peningkatan jaringan irigasi, yang berlokasi D.I Rentang desa Kaplongan yang bersumber dari anggaran APBN murni dengan jumlah pagu dana
Rp. 195.000.000,- waktu pelaksanaan 90 hari kalender tersebut dinilai pekerjaannya serampangan.

_ Dari mulai pasangan batu terlihat tidak sesuai Spesifikasi, dimana ketebalan nya tidak merata.
_Dilihat dari mulai titik nol, ketinggian TPT yang seharusnya 80 cm, terlihat lebih rendah.
_Pasangan batu pondasi TPT dinilai amburadul dan diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya ( RAB).
_Untuk ketebalan pasangan batu tidak merata dan Volume atau tinggi dinding kurang dari ketentuan titik nol.
_Kedalaman galian pondasi TPT kurang dalam, hal ini akan mengakibatkan bangunan tersebut cepat roboh.
_Untuk pengadukan semen dan pasir yang seharusnya memakai molen penggiling, kini hanya dilakukan pengadukan secara manual.
_Yang terakhir pekerja tidak mengikuti aturan keselamatan kerja yaitu K3.

Dari semua kelalaian tersebut, berarti jelas kelompok Tani yang mengerjakan swakelola tidak bisa bertanggungjawab untuk memberikan yang terbaik dalam menjalankan program pemerintah, dan hal ini sangat merugikan keuangan negara, karena dari dampak pekerjaan asal asalan tersebut bukan tidak mungkin belum satu tahun bangunan TPT itu sudah Roboh.
Temuan tersebut terpantau saat KABIRO media istana terjun langsung dilokasi, yang pada saat itu tidak ada tim pelaksana kerja dari ketua kelompok Mitra Cai Permata Mulia Tani ( Mu’ali).
Dengan dasar tersebut akibat pekerjaan asal asalan itu, seharusnya dari dinas terkait untuk melakukan sidak langsung di lokasi pekerjaan, karena kalau benar terjadi penyimpangan, proyek tersebut dikerjakan asal jadi, ini akan berdampak merugikan uang negara.
Karena Program tersebut sejatinya untuk menanggulangi ketahanan pangan yang sudah di canangkan oleh Presiden Prabowo, agar petani di seluruh indonesia bisa memberikan kelancaran air di persawahan nya, yang tentunya akan menghasilkan Panen Padi yang melimpah.

Saat awak media menanyakan keberadaan Muali, kepada salah satu pekerja menjawab,
“Ketua kelompok Tani ga ada pak belum kesini, ucap salah satu pekerja sambil mengangkat batu, dengan melanjutkan pekerjaan nya.
Hingga berita ini di terbitkan Mu’ali, ketua poktan P3A Mitra Cai Permata Mulia Tani Desa Kaplongan, kecamatan Kedokan Bunder belum bisa di hubungi, karena telepon selulernya selalu tidak aktif / hanya memanggil.
Diduga hp dimatikan ini adalah motif untuk menghindari konfirmasi wartawan
Editor:Iyons74