Mediaistana.com – LAMSEL – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lampung Selatan yang sudah diagendakan dan dijadwalkan menghadirkan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama serta dipimpin Ketua DPRD Erma Yusneli, kemarin batal dilaksanakan tanpa penyelesaian.
Terbongkarnya kegagalan pelaksanaan rapat penting ini memicu reaksi beruntun. Konon, pasca batalnya rapat tersebut, Ketua DPRD Erma Yusneli berniat menyampaikan permintaan maaf secara pribadi kepada Bupati. Namun langkah ini justru memicu perdebatan panas di kalangan anggota dewan.
ANGGOTA DPRD SANGAT KEBERATAN
Banyak anggota DPRD menilai langkah permintaan maaf tersebut sangat tidak tepat.
“Bupati adalah tamu negara dan tamu kehormatan di gedung legislatif ini. Kalau ada kesalahan teknis atau kegagalan persiapan, itu bukan urusan pribadi Ketua DPRD untuk meminta maaf secara sepihak seolah-olah kita yang bersalah total. Ini justru merendahkan martabat lembaga DPRD!” ungkap salah satu anggota.
Kritik tajam juga ditujukan kepada kinerja kepemimpinan Erma Yusneli:
“Sikapnya terlihat tidak tegas. Beliau memutuskan hal sepenting ini tanpa ada sosialisasi maupun musyawarah terlebih dahulu bersama seluruh anggota. Kami merasa tidak dihargai, padahal ini adalah rumah kita bersama!” tambah anggota lainnya.
MASYARAKAT: ERMA YUSNELI DINILAI TIDAK LAYAK MEMIMPIN DPRD
Kekisruhan ini tak luput dari pantauan masyarakat Lampung Selatan. Warga pun meluapkan kekecewaan keras dan menilai Ketua DPRD sudah tidak pantas memimpin lembaga wakil rakyat:
“Kalau memimpin rapat saja gagal, lalu sikapnya bimbang dan malah meminta maaf seolah-olah salah besar, di mana ketegasannya? Erma Yusneli sepertinya belum siap memimpin lembaga yang punya kewenangan tinggi seperti DPRD!” – Tegas Budi Santoso, warga Kalianda.
“Bupati memang tamu, tapi DPRD adalah lembaga setara. Jangan sampai karena ingin sopan, martabat lembaga wakil rakyat malah terinjak-injak. Kepemimpinan yang lemah dan tidak berani mengambil sikap tegas hanya akan membuat daerah ini kian tertinggal!” – Tambah Ratna Dewi.
“Keputusan sepihak tanpa ajak bicara anggota lain bukti bahwa beliau tidak mengutamakan musyawarah. Masyarakat mulai meragukan kemampuannya mengayomi semua fraksi dan seluruh elemen masyarakat. Kalau begini terus, lebih baik diganti dengan pemimpin yang lebih berani dan bijaksana!” – Ungkap Ahmad Fauzi.
“Kami menilai Erma Yusneli sudah tidak pantas menjabat sebagai Ketua DPRD Lamsel. Seorang pemimpin harus tahu batas kewenangan, berani bersikap, dan melibatkan anggotanya. Kegagalan rapat dan langkah yang keliru ini adalah bukti nyata ketidaksiapan beliau memimpin!” – Pungkas perwakilan warga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi menyeluruh dari Ketua DPRD Erma Yusneli terkait perdebatan internal maupun kritik keras yang datang dari masyarakat luas.
Redaksi