24.2 C
Jakarta
BerandaBeritaRitual Tumpeng Sewu Menjadi Simbol Persatuan dan Syiar Kebudayaan di Bumi Blambangan

Ritual Tumpeng Sewu Menjadi Simbol Persatuan dan Syiar Kebudayaan di Bumi Blambangan

MEDIAISTANA.COM | BANYUWANGI – Ritual Adat Tumpeng Sewu Kemiren kembali menjadi momentum sakral dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur masyarakat Using Banyuwangi. Tradisi yang digelar penuh khidmat di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, tersebut tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi simbol kuat persatuan masyarakat dalam merawat identitas budaya Nusantara.

Kegiatan yang dihadiri tokoh masyarakat, pegiat budaya, organisasi kemasyarakatan, seniman, serta unsur pemerintahan termasuk Camat Glagah itu berlangsung meriah dengan nuansa kebersamaan dan semangat gotong royong yang sangat kental.

Di tengah pelaksanaan kegiatan budaya tersebut, Ketua MATRA DPD Banyuwangi, Bapak Teguh Eko Rahadi, SAB, menegaskan bahwa adat tradisi budaya Nusantara harus terus dijaga sebagai bagian dari syiar kebangsaan dan dakwah melalui jalur kebudayaan.

Selain menjabat sebagai Ketua MATRA DPD Banyuwangi, Teguh Eko Rahadi, SAB juga dikenal sebagai Pendiri dan Penasehat GENTA MACAN PUTIH Blambangan, Wakil Ketua LESBUMI PCNU Banyuwangi, sekaligus Penasehat PKDI Banyuwangi yang selama ini aktif mengawal berbagai kegiatan sosial, budaya, dan pelestarian adat tradisi di bumi Blambangan.

Dalam penyampaiannya, Teguh Eko Rahadi, SAB menilai bahwa budaya memiliki kekuatan besar dalam membangun persatuan bangsa Indonesia yang majemuk.

“Syiar dan dakwah tidak harus selalu dilakukan melalui mimbar formal. Adat tradisi budaya Nusantara juga merupakan sarana dakwah kebangsaan yang sangat kuat untuk membangun rasa persaudaraan, gotong royong, dan kecintaan terhadap Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, Ritual Adat Tumpeng Sewu bukan hanya sebuah tradisi seremonial, melainkan bentuk rasa syukur masyarakat serta simbol persatuan lintas golongan yang diwariskan oleh para leluhur.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga budaya lokal agar generasi muda tidak kehilangan jati diri di tengah derasnya arus modernisasi dan budaya luar.

“Budaya adalah akar bangsa. Jika budaya hilang, maka identitas bangsa juga perlahan akan hilang. Karena itu kami akan terus hadir dan berkontribusi dalam setiap gerakan pelestarian budaya Nusantara, khususnya di bumi Blambangan,” tegasnya.

Sebagai tokoh budaya dan organisasi masyarakat, Teguh Eko Rahadi, SAB juga menyampaikan komitmen bersama MATRA DPD Banyuwangi, GENTA MACAN PUTIH Blambangan, LESBUMI, dan PKDI untuk terus mendukung kegiatan pelestarian adat tradisi sebagai bagian dari penguatan karakter bangsa Indonesia.

“MATRA/PKDI/LESBUMI/GENTA MACAN PUTIH BLAMBANGAN selalu hadir dalam setiap giat pelestarian, penumbuhkembangan adat tradisi budaya Nusantara, khususnya di bumi Blambangan, demi dan untuk kejayaan Nusantara serta langgengnya Indonesia Raya tercinta,” ujarnya.

Ritual Tumpeng Sewu sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu ikon budaya masyarakat Using Banyuwangi yang sarat nilai spiritual, sosial, dan kebersamaan. Ribuan tumpeng yang disajikan menjadi simbol rasa syukur sekaligus lambang persatuan masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial maupun golongan.

Kegiatan budaya tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa masyarakat Banyuwangi tetap memiliki kepedulian tinggi terhadap warisan leluhur yang menjadi identitas daerah sekaligus kekayaan budaya bangsa Indonesia.

Sinergi antara masyarakat adat, tokoh budaya, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah diharapkan mampu menjaga keberlangsungan tradisi agar tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Bagi Teguh Eko Rahadi, SAB, menjaga budaya Nusantara merupakan bagian dari pengabdian terhadap bangsa dan negara.

“AKU ADA UNTUKMU INDONESIAKU.”

Sebuah semboyan perjuangan dan pengabdian yang menegaskan bahwa menjaga adat tradisi budaya Nusantara berarti menjaga persatuan, kehormatan, dan kejayaan Indonesia Raya.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!