Ruby Falahadi: Persatuan Pemuda Harus Menjadi Kekuatan Moral, Intelektual dan Konstitusional Masa Depan

Ruby Falahadi: Persatuan Pemuda Harus Menjadi Kekuatan Moral, Intelektual dan Konstitusional Masa Depan Indonesia

BOGOR — mediaistana.com,

28 Oktober 2026 — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke‑98 menjadi momentum untuk merefleksikan makna persatuan dan peran generasi muda dalam menjaga demokrasi berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Ruby Falahadi, S.H., S.Pd., M.Pd., melalui refleksi berjudul “Menolak Lupa Sumpah Pemuda: Dari Kongres, Konsideran, Konsensus, Konstitusi, Menuju Konferensi”, mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Sumpah Pemuda sebagai landasan etis berbangsa dan bernegara.

Lima Tahapan Refleksi Kebangsaan

Kongres : Ruang dialog terbuka untuk bertukar gagasan, menghormati perbedaan, dan mengutamakan kepentingan bersama.
Konsideran : Berpikir kritis dan matang sebelum bertindak, berdasarkan fakta dan etika.
Konsensus : Membangun kesepakatan tanpa menghapus keberagaman, sesuai ikrar Sumpah Pemuda satu tanah air, satu bangsa, dan bahasa Indonesia.
Konstitusi : Menjadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai fondasi hukum dan kelembagaan dalam kehidupan bernegara. Kritik yang bertanggung jawab adalah bagian dari demokrasi yang sehat.
Konferensi : Membawa persatuan nasional ke tingkat hubungan internasional dengan tetap memegang identitas kebangsaan.

Pemuda, Demokrasi dan Tanggung Jawab Moral

Ruby Falahadi menyampaikan bahwa tantangan saat ini bukan hanya ekonomi dan pendidikan, tetapi juga penyebaran disinformasi, polarisasi, dan intoleransi. Setiap kelompok memiliki peran: mahasiswa menjaga daya kritis, politisi mengutamakan rakyat, akademisi mengembangkan ilmu pengetahuan, praktisi hukum menjaga integritas, dan tokoh agama memperkuat nilai kemanusiaan.

Tiga Nilai Utama: Patriotik, Gigih, Berempati

Patriotik : Cinta tanah air melalui tindakan nyata, menaati konstitusi, dan berkontribusi untuk masyarakat.
Gigih : Berjuang maju tanpa menyerah dalam pendidikan, keadilan, dan kemajuan bersama.
Berempati : Memahami kesulitan sesama, menolak diskriminasi, dan tidak membiarkan kelompok rentan tertinggal.

Menjelang Satu Abad Sumpah Pemuda (2028)

“Kita tidak cukup hanya mengenang sejarah. Kita harus menghadirkan semangat Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari‑hari: berpikir jernih, berjuang gigih, menghormati perbedaan, dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan,” tegas Ruby Falahadi.

“Menolak lupa bukan sekadar mengingat sejarah. Menolak lupa berarti menjaga agar cita‑cita persatuan tetap hidup dalam pikiran, tindakan, dan tanggung jawab setiap generasi.”

Selamat Hari Sumpah Pemuda ke‑98
Pemuda Hari Ini, Penentu Indonesia Esok.

(Maulana — mediaistana.com)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!