26.1 C
Jakarta
BerandaInfoRustam Fadly Tukuboya Kecam Dugaan Politisasi Isu Agama terhadap Gubernur Hendrik Lewerissa

Rustam Fadly Tukuboya Kecam Dugaan Politisasi Isu Agama terhadap Gubernur Hendrik Lewerissa

Rustam Fadly Tukuboya, SH, politisi dari Partai Gerindra sekaligus anggota DPRD Buru, menyampaikan kecaman keras terhadap pihak-pihak yang dinilai sengaja membangun opini bahwa Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, tidak berpihak kepada umat Islam Maluku.

Pernyataan tersebut disampaikan Rustam menyusul beredarnya narasi di ruang publik yang mempertanyakan komitmen gubernur terhadap kelompok agama Islam. Ia menilai tudingan itu tidak hanya tidak berdasar, tetapi juga berpotensi menciptakan polarisasi sosial di wilayah yang selama ini dikenal sensitif terhadap isu identitas.

Rekam Jejak dan Konteks

Dalam keterangannya, Rustam merujuk pada rekam jejak Hendrik Lewerissa sebelum menjabat sebagai gubernur. Ia menyebut bahwa sejak awal kiprah politiknya, Lewerissa menunjukkan pendekatan inklusif dengan menghadiri dan mendukung berbagai kegiatan lintas agama di Maluku.

“Fakta-fakta tersebut dapat diverifikasi melalui dokumentasi kegiatan publik dan kebijakan yang bersifat inklusif,” ujar Rustam, Selasa, (17/2/2026)

Secara terpisah, sejumlah pengamat menilai bahwa dalam dinamika politik lokal, isu agama kerap digunakan sebagai instrumen mobilisasi opini. Pola ini, menurut mereka, biasanya muncul ketika kompetisi politik memasuki fase konsolidasi kekuatan atau saat kebijakan tertentu menuai resistensi.

Dugaan Penggiringan Opini

Rustam menduga terdapat upaya sistematis untuk membentuk persepsi negatif terhadap gubernur melalui pengulangan narasi yang menyentuh sentimen keagamaan. Ia menilai strategi tersebut berbahaya karena dapat menggerus kepercayaan publik dan merusak kohesi sosial.

“Demokrasi memberi ruang kritik, tetapi kritik harus berbasis data dan fakta. Menggunakan sentimen agama untuk membangun stigma adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa sebagai kader Gerindra, dirinya tidak akan tinggal diam apabila tudingan tersebut berkembang menjadi fitnah atau informasi yang menyesatkan. Langkah hukum, kata dia, menjadi opsi apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum dalam penyebaran narasi tersebut.

Stabilitas dan Harmoni Sosial

Maluku memiliki sejarah panjang dinamika sosial berbasis identitas. Karena itu, berbagai pihak mengingatkan agar isu-isu sensitif tidak dijadikan komoditas politik. Rustam mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan serta tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Stabilitas daerah harus menjadi prioritas bersama. Jangan sampai narasi yang tidak berdasar justru memicu ketegangan baru,” ujarnya.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!