27.2 C
Jakarta
BerandaTNI-POLRISatreskrim Polres Purworejo Berhasil Bongkar Sindikat Penipuan Bermodus Investasi Bodong "Meta Online"

Satreskrim Polres Purworejo Berhasil Bongkar Sindikat Penipuan Bermodus Investasi Bodong “Meta Online”

PURWOREJO || Mediaistana.com – Jajaran Satreskrim Polres Purworejo berhasil membongkar sindikat penipuan daring (online) bermodus investasi bodong “Meta Online” yang merugikan korban hingga ratusan juta rupiah. Dua tersangka berhasil diamankan di lokasi berbeda, yakni di Jakarta dan Pontianak, Kalimantan Barat.

Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, melalui Waka Polres Kompol Nana Edi Sugito, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan korban atas kejadian yang dialaminya di ATM Bank BRI Unit Pangenrejo pada Agustus 2025 lalu. Dalam konferensi pers yang digelar di Lobby Tatag Trawang Tungga pada Selasa (05/05) sore, Kompol Nana didampingi Kasat Reskrim AKP Dwiyono dan Kasi Humas AKP Ida Widaastuti membeberkan kronologi perkara tersebut.

“Modus operandi yang digunakan tersangka cukup rapi. Awalnya, tersangka menghubungi nomor WhatsApp korban dengan dalih ‘salah sambung’. Setelah menjalin komunikasi intens, tersangka mulai menawarkan investasi ‘Meta Online’ kepada korban,” ujar Kompol Nana.

Guna meyakinkan korbannya, tersangka lain berperan sebagai admin “Meta Customer Service” yang membujuk korban untuk mentransfer sejumlah uang secara bertahap. Dalih yang digunakan adalah untuk perbaikan data dengan janji saldo investasi akan bertambah. Namun, setelah uang dikirimkan, modal maupun keuntungan yang dijanjikan tidak dapat dicairkan dan justru digunakan untuk kepentingan pribadi para tersangka.

“Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian materiil sebesar Rp452.697.433,-,” tambahnya.

Dua pemuda yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka adalah ASP (23) dan DHP (24), yang keduanya merupakan warga Pontianak, Kalimantan Barat. Dari tangan para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti penting, di antaranya beberapa unit ponsel pintar seperti iPhone 16 Pro Max dan iPhone 13, serta bendel mutasi rekening dari berbagai bank seperti BRI, BCA, Sinarmas, Allo Bank, Seabank, dan Superbank.

Kasat Reskrim AKP Dwiyono menyatakan bahwa kedua pelaku ditangkap pada 25 April 2026 dan saat ini tengah menjalani proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 492 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait penipuan, dengan ancaman penjara maksimal 4 tahun, atau Pasal 486 UU yang sama terkait penggelapan.

Menutup konferensi pers tersebut, Kasi Humas AKP Ida Widaastuti mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap pesan dari nomor tidak dikenal yang menawarkan keuntungan investasi secara instan. Beliau menekankan agar warga selalu melakukan verifikasi terhadap keabsahan platform investasi sebelum melakukan transfer dana guna menghindari kerugian serupa di masa mendatang. (JK)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!