Mediaistana – Rabu 21 Januari – 2026 Kabupaten Bekasi Jawa Barat tidak sedang membutuhkan pemimpin simbolik.
Tidak pula membutuhkan pejabat sementara yang hanya hadir untuk mengisi ruang kosong kekuasaan. Bekasi hari ini membutuhkan kepemimpinan yang berani, tegas, dan berpihak tanpa kompromi kepada rakyat. Dalam konteks itulah Ormas Maung Garuda Nusantara (MGN) menyatakan sikap nasionalnya secara terbuka dan tegas.
Sekretaris Jenderal MGN, Roby Nabia S.E., menyampaikan dukungan penuh, total, dan terbuka kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja, seraya menegaskan bahwa dukungan tersebut bukan basa-basi politik, melainkan sikap ideologis dan moral demi kepentingan masyarakat Kabupaten Bekasi.
“MGN berdiri bersama kepemimpinan yang berani membela rakyat. Kami menyatakan dukungan penuh kepada Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja selama ia tegak lurus pada kepentingan publik, hukum, dan keadilan sosial,” tegas Roby Nabia S.E dalam pernyataan resminya.
PLT BUKAN PELENGKAP, TAPI PENENTU ARAH
Roby i menilai, jabatan Plt Bupati Bekasi bukanlah posisi administratif yang boleh dijalankan setengah hati. Justru pada masa transisi inilah, ketegasan seorang pemimpin diuji secara nyata. Kabupaten Bekasi adalah wilayah strategis nasional dengan problematika akut: banjir tahunan, kerusakan lingkungan, lemahnya pengawasan industri, maraknya peredaran obat keras ilegal, hingga keluhan layanan publik yang menumpuk.
MGN menilai dr. Asep Surya Atmaja memiliki kapasitas teknokratis dan keberanian politik untuk mengambil langkah tegas, bahkan ketika langkah tersebut tidak populer di kalangan elite.
“Rakyat sudah terlalu lama menjadi korban pembiaran. Bekasi tidak butuh pemimpin yang takut pada tekanan. Bekasi butuh pemimpin yang berani memutus mata rantai masalah,” kata Roby Nabia dengan nada keras.
DUKUNGAN TOTAL, NAMUN TANPA TOLERANSI PENYIMPANGAN
Dalam sikap resminya, MGN menegaskan bahwa dukungan ini bukan dukungan membabi buta. Justru sebaliknya, dukungan ini disertai pengawasan ketat dan sikap kritis tanpa kompromi.
“Jika Plt Bupati berdiri bersama rakyat, MGN berada di barisan terdepan mendukung. Namun jika ada penyimpangan, kami tidak akan ragu berdiri di depan untuk mengingatkan bahkan melawan,” tegas Roby.
Sikap ini menempatkan MGN sebagai kekuatan masyarakat sipil yang independen, bukan perpanjangan tangan kekuasaan, tetapi juga bukan oposisi tanpa arah. Dukungan MGN adalah dukungan bersyarat: pro-rakyat, pro-hukum, dan anti-pembiaran.
BEKASI DALAM KONDISI DARURAT KEBIJAKAN
Redaksi mencatat, berbagai persoalan di Kabupaten Bekasi sudah berada pada tahap darurat kebijakan, bukan sekadar darurat wacana. Persoalan lingkungan hidup, drainase, pencemaran limbah, hingga lemahnya pengawasan terhadap praktik ilegal telah berdampak langsung pada keselamatan dan kesejahteraan warga.
MGN secara tegas mendorong Plt Bupati Bekasi untuk:
bertindak keras terhadap pelanggaran lingkungan,
mempercepat penanganan banjir dan infrastruktur dasar,
membersihkan birokrasi dari pembiaran dan permainan kepentingan,
serta tidak ragu menegakkan hukum terhadap siapa pun yang merugikan rakyat.
“Jangan ada lagi kompromi dengan pelanggaran. Rakyat Bekasi sudah terlalu lama menunggu keberanian pemimpinnya,” ujar Roby Nabia.
Lanjutnya Roby Menegaskan BEKASI HARUS DIPIMPIN, BUKAN DIAMATI
Redaksi menegaskan, dukungan MGN kepada dr. Asep Surya Atmaja adalah sinyal kuat bahwa publik menginginkan perubahan nyata, bukan sekadar pergantian nama di kursi kekuasaan.
Plt Bupati Bekasi harus menjadi pemimpin yang bekerja, bukan sekadar hadir. Berani bertindak, bukan sekadar berkomentar. Tegas kepada pelanggaran, lembut kepada rakyat.
“Bekasi tidak butuh pemimpin yang ragu. Bekasi butuh pemimpin yang berani. Dan hari ini, MGN melihat keberanian itu pada sosok dr. Asep Surya Atmaja,” pungkas Sekjen MGN Roby Nabia S.E.