SETAHUN PEMERINTAH “SAH”,
SUDAHKAH ADA PERBAIKAN ?

Tepat setahun yang lalu, Salim Fakhry dan Heri Al Hilal (SAH) dilantik dengan mandat besar untuk membawa lompatan terbaik bagi Aceh Tenggara.
Kini, per 16 Februari 2026, janji politik mulai diuji oleh kejamnya angka statistik dan target ambisius dalam RPJMK 2025-2029. Menengok data terbaru BPS (2025) Rilis Feb 2026, navigasi ekonomi pemerintahan SAH menunjukkan sinyal positif dengan pertumbuhan ekonomi yang merangkak naik ke angka 4,34 persen.
Capaian ini menjadi bukti awal bahwa “diplomasi anggaran” yang menjadi kartu As “Salim Fakhry” mulai membuahkan stimulus bagi mesin ekonomi lokal di Bumi Sepakat Segenep. Keberhasilan makro ini kian terasa utuh saat kita melihat lonjakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 74,36 poin.
Angka ini secara ilmiah menunjukkan bahwa investasi pada layanan kesehatan dan pendidikan telah berjalan melampaui rata-rata historis, sejalan dengan visi “Masyarakat Sejahtera” yang termaktub dalam dokumen perencanaan daerah.
Di saat yang sama, kemampuan menekan angka kemiskinan hingga ke level 9,78 persen jauh di bawah rata-rata Provinsi Aceh yang masih belasan persen menjadi prestasi yang patut diapresiasi secara objektif sebagai fondasi kesejahteraan yang kokoh.
Namun, di balik kemilau IPM, terselip anomali pada pasar tenaga kerja yang memerlukan perhatian serius.Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang masih tertahan di angka 4,72 persen menjadi tantangan struktural yang nyata, mengingat angka ini lebih tinggi dibandingkan kabupaten tetangga.
Secara ilmiah, pertumbuhan kita saat ini masih cenderung bersifat jobless growth” karena konsentrasi yang terlalu berat pada sektor pertanian primer yang menyerap 43,12 persen PDRB namun minim nilai tambah.
Tanpa strategi hilirisasi produk tani yang lebih agresif di tahun kedua, target diversifikasi ekonomi dalam RPJMK akan sulit tercapai secara optimal.
Memasuki tahun kedua, harmoni politik yang sudah terbangun harus segera dikonversi menjadi kebijakan yang lebih “progresif” di sektor riil. Setahun pertama telah berhasil meletakkan fondasi sosial yang baik, namun ujian sesungguhnya adalah memastikan angka-angka pertumbuhan di atas kertas BPS benar-benar bermanifestasi menjadi lapangan kerja yang luas bagi pemuda di Lembah Alas.
Publik menanti, apakah kepemimpinan SAH mampu melampaui rutinitas birokrasi menuju transformasi ekonomi berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera,dan harmonis di bawah ridho Allah SWT.
Terlebih, Sang Bupati saat ini,didapuk menjadi Ketua DPD I Partai Golkar Aceh , menjadi kelas tersendiri untuk bergerak lebih strategis.
(AR/$E)