BerandaInfoUru Daong", Para Penjaga Aroma Minyak Kayu Putih Pulau Buru

Uru Daong”, Para Penjaga Aroma Minyak Kayu Putih Pulau Buru

 

Di balik setiap botol minyak kayu putih yang menghangatkan tubuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, terdapat kisah panjang tentang kerja keras para penyuling dan pemetik daun kayu putih di Pulau Buru. Mereka adalah orang-orang yang jarang mendapat sorotan, namun menjadi bagian penting dari denyut ekonomi masyarakat pedesaan di pulau ini.

Di Pulau Buru, pekerjaan memetik daun kayu putih dikenal dengan sebutan “uru daong”. Sejak pagi buta, para pekerja memasuki hamparan hutan kayu putih, memetik ranting-ranting muda dan mengumpulkan daun-daunnya ke dalam keranjang besar. Pekerjaan ini membutuhkan tenaga, ketekunan, dan kesabaran. Di bawah terik matahari maupun saat hujan turun, mereka tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Daun-daun yang telah dikumpulkan kemudian dibawa ke tempat penyulingan yang oleh masyarakat setempat disebut ketel. Di sanalah proses panjang mengubah daun menjadi minyak kayu putih dimulai. Asap mengepul dari tungku-tungku besar, sementara para pekerja bergantian menjaga api agar proses penyulingan berjalan sempurna. Aroma khas kayu putih yang menyebar di sekitar ketel menjadi saksi dari kerja keras yang berlangsung siang dan malam.

Yang menarik, kehidupan para pekerja kayu putih tidak seperti pekerja harian pada umumnya. Mereka sering kali harus tinggal berbulan-bulan di dusun-dusun kayu putih yang berada jauh dari pusat permukiman. Di tempat sederhana yang dikelilingi hutan, mereka membangun kebersamaan, memasak bersama, berbagi cerita, dan menjalani kehidupan yang jauh dari hiruk-pikuk kota.

Bagi sebagian orang, dusun kayu putih mungkin hanya terlihat sebagai lokasi kerja. Namun bagi para uru daong, tempat itu adalah ruang perjuangan. Di sanalah mereka menggantungkan harapan, menyekolahkan anak-anak, dan menjaga tradisi yang telah diwariskan turun-temurun. Generasi demi generasi telah mengenal suara parang yang membelah ranting kayu putih dan suara ketel yang terus bekerja menghasilkan minyak berkualitas.

Sayangnya, kisah para uru daong sering tenggelam di balik nilai ekonomi minyak kayu putih itu sendiri. Padahal, mereka adalah aktor utama yang memastikan komoditas khas Pulau Buru tetap hidup dan dikenal luas. Ketika orang menikmati manfaat minyak kayu putih, jarang yang membayangkan bahwa di baliknya ada tangan-tangan kasar yang telah berhari-hari bekerja di hutan dan tinggal jauh dari keluarga.

Karena itu, para penyuling dan pemetik daun kayu putih layak mendapatkan perhatian yang lebih besar. Bukan hanya dalam bentuk harga yang adil dan peningkatan kesejahteraan, tetapi juga pengakuan atas peran mereka dalam menjaga salah satu warisan ekonomi dan budaya Pulau Buru.

Pulau Buru bukan hanya tentang hutan yang luas dan kekayaan alamnya. Pulau ini juga tentang manusia-manusia sederhana yang hidup berdampingan dengan alam. Dan di antara mereka, para uru daong adalah penjaga aroma khas Buru yang terus mengalir dari hutan menuju seluruh penjuru negeri. Mereka mungkin bekerja dalam sunyi, tetapi hasil kerja mereka telah menghangatkan jutaan orang Indonesia selama puluhan tahun.

Namlea, 2 Juli 2026

(Mus Latuconsina)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!