Mediaistana.com – Semarang – 31 Maret 2026 – Dugaan modus penipuan berkedok investasi kembali mencuat setelah seorang wanita yang mengaku sebagai pengusaha bernama Tiana Shella, yang disebut berasal dari Semarang, dilaporkan oleh sejumlah pihak setelah muncul kejanggalan dalam sebuah grup WhatsApp investasi.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari beberapa anggota grup, wanita tersebut awalnya memperkenalkan diri sebagai pengusaha dan menawarkan peluang investasi dengan sistem keuntungan yang disebut menjanjikan. Untuk meyakinkan calon anggota, pelaku diduga aktif memberikan motivasi serta menampilkan aktivitas yang terkesan profesional.
Namun kejanggalan mulai terungkap setelah wanita tersebut bergabung dalam salah satu grup WhatsApp dan diduga mengambil alih kendali komunikasi. Sumber internal grup menyebutkan bahwa admin asli grup justru dikeluarkan secara sepihak setelah wanita tersebut masuk dan mulai berperan aktif dalam pengaturan grup.
Dugaan Pengambilalihan Grup
Beberapa anggota menyebut pengeluaran admin lama menimbulkan tanda tanya besar karena:
Admin asli tiba-tiba tidak lagi berada dalam grup
Kontrol grup berpindah ke pihak baru
Informasi investasi mulai diarahkan oleh oknum tertentu
Anggota diminta mengikuti arahan admin baru
Kondisi tersebut memicu kecurigaan sejumlah anggota yang mulai mempertanyakan transparansi pengelolaan grup tersebut.
Korban Mulai Curiga
Sejumlah anggota grup mulai menyadari adanya kejanggalan setelah sistem komunikasi berubah dan informasi investasi lebih banyak dikendalikan oleh pihak yang baru masuk. Dugaan pun muncul bahwa pengeluaran admin lama bertujuan untuk mempermudah pengendalian informasi di dalam grup.
Salah satu sumber anggota grup menyatakan:
“Setelah dia masuk, admin lama malah keluar. Sejak itu semua informasi dikendalikan oleh dia dan beberapa akun lain.
Kami mulai curiga karena sistemnya berubah.”
Dugaan Modus yang Terjadi
Dari informasi yang beredar, pola yang diduga terjadi memiliki ciri:
Mengaku sebagai pengusaha untuk membangun kepercayaan
Masuk ke grup komunitas investasi
Mengambil pengaruh dalam komunikasi grup
Admin lama keluar atau dikeluarkan
Informasi investasi mulai diarahkan oleh pihak tertentu
Namun demikian, sampai saat ini belum ada putusan hukum yang menyatakan adanya tindak pidana dan kasus ini masih sebatas dugaan berdasarkan keterangan beberapa pihak.
Imbauan kepada masyarakat
Masyarakat diminta lebih berhati-hati terhadap grup investasi online yang tidak memiliki legalitas jelas serta tidak mudah percaya terhadap klaim keuntungan cepat tanpa dasar usaha yang transparan.
Pengamat literasi digital juga mengingatkan agar masyarakat:
Memastikan legalitas investasi
Tidak mudah transfer ke rekening pribadi
Mengecek identitas penyelenggara
Tidak mudah percaya testimoni di grup
Segera melapor jika menemukan kejanggalan
Harapan kepada Aparat Penegak Hukum
Sejumlah pihak berharap aparat penegak hukum dapat melakukan penelusuran apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum agar tidak semakin banyak masyarakat yang dirugikan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa modus penipuan digital semakin berkembang dengan berbagai cara, termasuk melalui penguasaan grup komunikasi. Masyarakat diharapkan lebih waspada serta memastikan setiap investasi memiliki dasar hukum yang jelas.
Waspada dengan admin forum komunikasi jurnalis wartawan SE Indonesia. Yang berinisial Tiana modus penipuan
(Redaksi Nasional / Tim Investigasi) 🚨📱📊
Redaksi: David E.SE