momentum akhir tahun selalu menjadi puncak kunjungan wisatawan sehingga pemerintah dan pelaku usaha wisata harus bergerak lebih cepat dalam mempersiapkan layanan.
Menurut Wakil Bupati Berau, H Gamalis, Berau saat ini bukan lagi sekadar daerah transit, tetapi telah menjadi Daerah Tujuan Wisata (DTW) unggulan di Indonesia.
“Kalau dulu orang hanya kenal Derawan, sekarang Maratua dan banyak destinasi lain juga sudah dilirik wisatawan,” ungkapnya.
Lanjutnya, sejak awal masa kepemimpinan bersama Bupati Sri Juniarsih, Pemkab Berau terus memperbaiki infrastruktur sebagai wujud keseriusan dalam mengembangkan sektor pariwisata.
Kata Wabup, mulai dari jalur akses menuju destinasi unggulan hingga fasilitas pendukung bagi wisatawan telah dibangun secara bertahap.
“Ini harus jadi pendongkrak ekonomi daerah. Pembangunan infrastruktur adalah bukti bahwa pemerintah serius memastikan transisi ekonomi Berau berjalan baik,” tegasnya.
Wabup Berau, H Gamalis menjelaskan, perubahan kebijakan pusat terkait Dana Bagi Hasil (DBH) dan berkurangnya Bantuan Keuangan Provinsi (Bankeu) membuat pariwisata menjadi sektor masa depan yang harus digarap lebih maksimal.
Kendati demikian, ketergantungan terhadap industri batu bara, yang diperkirakan bertahan 10–30 tahun, kini terasa lebih cepat berubah.
“Fokus kita sekarang adalah bagaimana meningkatkan PAD. Pariwisata harus jadi salah satu jawabannya,” katanya.
Untuk itu, pemerintah terus mendorong promosi destinasi baru secara lebih masif. Ia menilai penting mengenalkan destinasi seperti Maratua, Sangalaki, Bidukbiduk, Teluk Sumbang, Teluk Sulaiman, hingga kawasan wisata di bagian Barat Berau, agar wisatawan memahami bahwa Berau memiliki potensi yang jauh lebih luas dibanding dengan Pulau Derawan.
“Derawan sudah semakin padat, dan kita punya banyak pilihan destinasi lain yang tidak kalah indah,” ucapnya.
Gamalis berharap ke depan sektor pariwisata mampu menyumbang hingga 30 persen dari total APBD Berau.
Menurutnya, jika ekosistem pariwisata disiapkan dengan baik mulai dari akses, layanan, keamanan, hingga tata kelola maka dampak ekonominya akan sangat signifikan bagi masyarakat.
“Ini waktu kita. Wisata Berau sedang dilirik dunia, dan kita harus benar-benar siap sambut wisatawan Nataru dan seterusnya,” kuncinya.
Sebagai pembanding dengan daerah lain, Kabupaten Berau memiliki tujuan wisata lainnya dan berpotensi wisatawan lokal maupun mancanegara datang berkunjung.
Selain wisata laut, Berau juga memiliki obyek – obyek wisata seperti air terjun, air dua rasa, sumber air panas dan obyek – obyek wisata lainnya.

Aroel mandang