Wujud Syukur Pemdes Jayalaksana, Adakan Adat Mapag SRI, Dimeriahkan Pagelaran Wayang Sekar Budhi Putra
Indramayu – mediaistana.com
Hamparan padi menguning menyuguhkan pemandangan yang memikat, menandai masa panen yang segera tiba. Butiran padi yang siap dipanen itu nantinya akan diproses menjadi beras yang hadir untuk dikonsumsi dimeja makan oleh masyarakat.
Di balik proses tanam hingga panen, petani di desa Jaya laksana, kecamatan kedokan bunder, kabupaten Indramayu memiliki tradisi Mapag Sri sebagai bentuk rasa syukur. Tradisi ini merupakan adat menjemput padi atau menyambut panen raya sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah.
Kamis, 21/05/2025.
Ritual ini rutin digelar oleh pemerintah desa bersama para petani dengan diiringi doa bersama dan tumpengan. Selain itu, kegiatan juga dimeriahkan kesenian tradisi seperti pertunjukan wayang kulit semalam suntuk.
Seperti yang dilakukan masyarakat Desa Jayalaksana, Kecamatan, kedokan bunder, Kabupaten Indramayu yang menggelar Mapag Sri sebagai wujud syukur atas panen raya. Kegiatan berlangsung khidmat, diikuti kapolsek kedokan bunder, IPDA. Eryana, camat kedokan bunder, Roshadian Purnama.SH, Sekmat kedokan bunder, Awan Himawan ,kuwu desa Jayalaksana H. Warno beserta istri,serta perangkat desa, dinas BPP kecamatan kedokan bunder, tokoh masyarakat, serta para petani setempat.
Dalam kegiatan tersebut. Acara dipusatkan di halaman Aula Balai Desa, Jayalaksana, kamis, 21/05/ 2026.
Tradisi Mapag Sri merupakan kearifan lokal yang masih terus dijaga hingga kini. Tradisi ini menjadi simbol penghormatan terhadap hasil bumi sekaligus harapan agar panen berjalan lancar dan melimpah.
Kuwu Desa Jayalaksana, H. Warno, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai ungkapan rasa syukur. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat tapi silahturahmi bersama warga.
“Melalui Mapag Sri, kita berharap hasil panen tahun ini membawa berkah bagi seluruh masyarakat dan para petani,” ujarnya.
”Selain doa bersama, kegiatan diisi berbagai rangkaian acara adat yang menambah semarak suasana. Pergelaran wayang kulit dari Desa Jayalaksana Kecamatan kedokan bunder, dengan dalang Hadi kasdina, yang turut memeriahkan dalam kegiatan tersebut.
Warga tampak antusias mengikuti tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini. Dengan digelarnya Mapag Sri, diharapkan semangat gotong royong dan pelestarian budaya lokal terus terjaga di tengah perkembangan zaman.
Tradisi numpeng tak luput dari acara mapag Sri , dari total 8 RW desa di Jayalaksana, adu kreatif membuat tumpeng, di jadikan lomba sebagai bentuk kreativitas warga dalam memperingati acara mapag Sri, penilaian dewan juri bersama, Camat Kedokan bunder ( Roshadian Purnama. SH)
Kapolsek kedokan Bunder ( IPDA. Eryana), dan dari Balai Penyuluhan Pertanian ( BPP). Kecamatan Kedokan bunder.
IYONS74

