Maluku Tengah — Tokoh pemuda Negeri Liang, Kabupaten Maluku Tengah, M. Rum Soplestuny, SE, mengutuk keras aksi anarkisme dan berbagai bentuk kejahatan yang diduga dilakukan oleh sejumlah kelompok tidak bertanggung jawab di Negeri Liang. Ia mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengungkap dan menangkap para pelaku kerusuhan, termasuk aktor intelektual yang diduga berada di balik kekacauan tersebut.
Rum menilai, rangkaian peristiwa kekerasan yang terjadi selama ini menunjukkan lemahnya penegakan hukum. Ia menegaskan bahwa hingga kini para pelaku utama belum juga berhasil diungkap, sehingga memicu terulangnya aksi-aksi serupa.
“Peristiwa demi peristiwa terus terjadi. Rumah raja sampai dibom, jalan-jalan dipalang, dan masyarakat dibuat hidup dalam ketakutan. Ini bukan kejadian biasa, ini kejahatan serius,” tegas Rum, Sabtu, (27/12)
Ia secara khusus meminta Kapolda Maluku dan Kapolres Maluku Tengah untuk bertindak profesional, tegas, dan transparan dalam mengusut tuntas kasus-kasus kerusuhan di Negeri Liang. Menurutnya, pembiaran hanya akan memperburuk situasi dan merusak rasa aman masyarakat.
Selain itu, Rum Soplestuni juga mendesak Kepala Pemerintahan Negeri (KPN) Liang, Taslim Samual, agar tidak bersikap pasif. Ia menilai pemerintah negeri memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk menjaga stabilitas serta ketertiban di wilayahnya.
“KPN harus bertindak tegas, tidak boleh diam. Negara tidak boleh kalah oleh pelaku anarkisme,” ujarnya.
Rum menegaskan bahwa masyarakat Negeri Liang menginginkan kedamaian dan keadilan, bukan konflik yang terus dipelihara oleh segelintir pihak. Ia berharap aparat keamanan segera mengambil langkah konkret agar hukum benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu.(Syam.AS)