Di penghujung tahun 2025 ini, saat waktu seakan melambat dan ombak Maluku kembali berbisik lirih kepada pantai-pantainya, kita berhenti sejenak untuk menundukkan hati. Tahun yang kita lalui bukanlah tahun yang selalu mudah, namun ia adalah tahun yang jujur—mengajarkan kita tentang ketabahan, kebersamaan, dan harapan yang tak pernah benar-benar padam.
Kepada Tuhan Yang Maha Esa, kami panjatkan doa terbaik. Terima kasih atas setiap napas kehidupan, atas tanah Maluku yang tetap setia memberi, atas laut yang menghidupi, dan atas masyarakat yang menjaga persaudaraan di tengah perbedaan. Dalam setiap tantangan, Engkau hadirkan kekuatan; dalam setiap keterbatasan, Engkau tumbuhkan jalan.
Kami berdoa, semoga Maluku senantiasa diberkahi kedamaian. Semoga negeri seribu pulau ini terus menjadi rumah yang aman bagi anak-anaknya, tempat mimpi-mimpi tumbuh tanpa rasa takut, dan masa depan dirajut dengan kejujuran serta kerja keras. Kiranya para nelayan kembali melaut dengan harapan, para petani menanam dengan keyakinan, dan generasi muda melangkah dengan ilmu serta akhlak.
Di ambang tahun yang baru, kami menitipkan harapan: agar persatuan tetap menjadi jangkar, keadilan menjadi kompas, dan pelayanan kepada rakyat menjadi arah utama. Semoga para pemimpin diberi kebijaksanaan, dan masyarakat diberi keteguhan untuk saling menguatkan.
Tahun boleh berganti, namun cinta kepada Maluku tak akan surut. Dengan doa dan tekad, kita songsong hari esok dengan hati yang lebih lapang, langkah yang lebih pasti, dan iman bahwa Maluku akan terus bertumbuh—damai, berdaya, dan bermartabat.
Selamat menutup tahun 2025.Tuhan memberkati Maluku