33.2 C
Jakarta
BerandaInfoPedang Pora Mengantar Perpisahan, Kombes Ardi Tinggalkan Jejak Pengabdian di Mamuju

Pedang Pora Mengantar Perpisahan, Kombes Ardi Tinggalkan Jejak Pengabdian di Mamuju

MAMUJU-Suasana haru dan khidmat menyelimuti halaman Mapolresta Mamuju saat digelarnya upacara pedang pora dalam rangka serah terima jabatan Kapolresta Mamuju, Sabtu (3/1).

Prosesi sakral ini menjadi penanda resmi penyambutan Kapolresta Mamuju yang baru, Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi, sekaligus pelepasan Kapolresta Mamuju lama, Kombes Pol Ardi Sutriono, yang telah menuntaskan masa pengabdiannya di wilayah hukum Polresta Mamuju.

Upacara dihadiri oleh pejabat utama, para Kapolsek jajaran, seluruh personel Polresta Mamuju, serta Bhayangkari. Tradisi pedang pora berlangsung penuh penghormatan, ditandai dengan pengalungan kain sekomandi dan penyerahan buket bunga sebagai simbol penerimaan dan pelepasan kepemimpinan.

Dalam sambutan perpisahannya, Kombes Pol Ardi Sutriono menyampaikan pernyataan yang sarat emosi dan refleksi pengabdian.

“Mamuju bukan sekadar tempat tugas bagi saya, tetapi telah menjadi bagian dari perjalanan hidup dan pengabdian. Saya menyaksikan sendiri bagaimana personel Polresta Mamuju bekerja dengan hati, menghadapi tantangan, tekanan, bahkan risiko, demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran yang selama ini menjadi mitra kerja dan keluarga besar dalam menjalankan tugas negara.

“Saya bangga pernah memimpin Polresta Mamuju. Saya titipkan institusi ini kepada Kapolresta yang baru, untuk terus dijaga marwahnya, diperkuat pelayanannya, dan didekatkan dengan rakyat,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolresta Mamuju yang baru, Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dengan pendekatan profesional, humanis, dan terbuka terhadap masyarakat.

“Kami akan bekerja bersama seluruh jajaran, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan, menegakkan hukum secara adil, serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Mamuju,” tegasnya.

Momen pergantian kepemimpinan ini juga meninggalkan kesan mendalam di tengah masyarakat. Salah seorang warga Mamuju berinisial Al turut menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Kombes Pol Ardi Sutriono.

“Pak Adi itu pemimpin yang sederhana dan mau mendengar. Banyak warga merasa lebih berani menyampaikan keluhan karena beliau terbuka. Kami sebagai masyarakat merasa aman dan dihargai selama beliau memimpin Polresta Mamuju,” ujar Al.

Upacara pedang pora ditutup dengan pemberian ucapan selamat Secara berurutan kepada Kapolresta lama dan baru, dilanjutkan prosesi pelepasan pejabat lama dengan penghormatan khusus, sebagai simbol berakhirnya satu bab pengabdian dan dimulainya kepemimpinan baru.

Dengan berlangsungnya prosesi ini, Polresta Mamuju berharap sinergi antara kepolisian dan masyarakat semakin kuat, demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, kondusif, dan berkeadilan di Kabupaten Mamuju.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!