29.6 C
Jakarta
BerandaInfoWaspada Gempa Megathrust Hantam RI

Waspada Gempa Megathrust Hantam RI

Jakarta, Mediaistana.Com – Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana besar yang diprediksi akan terjadi dalam waktu dekat, Sebagai negara yang terletak di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), wilayah Indonesia memiliki tingkat kerentanan yang sangat tinggi terhadap ancaman guncangan gempa bumi maupun hantaman tsunami.
Saat ini, Indonesia tengah dibayangi oleh risiko serius dari gempa megathrust yang menjadi perhatian para pakar. Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2024, jumlah titik rawan telah berkembang menjadi 14 zona megathrust, meningkat dari 13 zona yang sebelumnya teridentifikasi pada peta tahun 2017.

Anggota AIPI dan Guru Besar ITB Iswandi Imran menyoroti perbedaan kedua peta tersebut. Dia menjelaskan terdapat peningkatan bahaya gempa di sejumlah wilayah Indonesia dengan temuan tersebut.

“Antara yang sebelumnya 2017 dengan 2024 yang paling atas ya kalau kita lihat kontur lebih rapat ya yang pada 2024 yang mengindikasikan sebenarnya adanya peningkatan bahaya gempa di daerah-daerah tertentu di Indonesia,” ujarnya dalam acara Sosialisasi dari Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Terkini ke Ketahanan Infrastruktur, beberapa saat lalu.

Peta itu juga mencatat terdapat zona megathrust Jawa dengan potensi gempa berkekuatan maksimal 9,1. Beberapa zona tercatat memiliki potensi gempa hingga 8,9, seperti Enggano dan Mentawai-Pagai.

Berikut daftar 14 zona megathrust yang tercatat dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2024:

1. Zona Megathrust Aceh-Andaman                   berpotensi mengeluarkan gempa                  dengan magnitudo maksimal 9,2.

2. Zona Megathrust Nias-Simelue                      berpotensi mengeluarkan gempa                  dengan magnitudo maksimal 8,7.

3. Zona Megathrust Batu berpotensi                   mengeluarkan gempa dengan                         magnitudo maksimal 7,8.

4. Zona Megathrust Mentawai-Siberut              berpotensi mengeluarkan gempa                  dengan magnitudo maksimal 8,9.

5. Zona Megathrust Mentawai-Pagai                berpotensi mengeluarkan gempa                  dengan magnitudo maksimal 8,9.

6. Zona Megathrust Enggano berpotensi          mengeluarkan gempa dengan                        magnitudo maksimal 8,9.

7. Zona Megathrust Jawa berpotensi                mengeluarkan gempa dengan                        magnitudo maksimal 9,1.

8. Zona Megathrust Jawa bagian barat            berpotensi mengeluarkan gempa                  dengan magnitudo maksimal 8,9.

9. Zona Megathrust Jawa bagian timur            berpotensi mengeluarkan gempa                  dengan magnitudo maksimal 8,9.

10. Zona Megathrust Sumba berpotensi            mengeluarkan gempa dengan                        magnitudo maksimal 8,9.

11. Zona Megathrust Sulawesi Utara                  berpotensi mengeluarkan gempa                  dengan magnitudo maksimal 8,5.

12. Zona Megathrust Palung Cotobato                 berpotensi mengeluarkan gempa                  dengan magnitudo maksimal 8,3.

13. Zona Megathrust Filipina Selatan                   berpotensi mengeluarkan gempa                   dengan magnitudo maksimal 8,2.

14. Zona Megathrust Filipina Tengah                   berpotensi mengeluarkan gempa                   dengan magnitudo maksimal 8,1.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono sudah memberikan peringatan bahwa gempa dari 2 zona Megathrust tinggal menunggu waktu,
Masing-masing zona tersebut adalah Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut, Kedua zona itu sudah lama tidak mengalami gempa atau seismic gap, yakni berabad-abad, Biasanya gempa besar memiliki siklus sendiri dalam rentang hingga ratusan tahun,
Beberapa waktu lalu tepatnya pada 7 Mei 2025 gempa berkekuatan M5,2 yang mengguncang wilayah Nias Barat dikaitkan dengan Megathrust Mentawai-Siberut.

Gempa di Nias Barat merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia,Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),
Murni gempa berpusat di zona Megathrust Mentawai Siberut,”ungkap Daryono.

Gempa Dahsyat Ancam Jawa Barat
Secara terpisah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan perlunya sikap waspada terhadap dampak Megathrust untuk selatan Jawa Barat yang memanjang hingga Selat Sunda,
Para peneliti memperingatkan, energi yang terkunci di zona subduksi ini terus bertambah seiring waktu, Jika energi ini dilepaskan sekaligus maka bisa menimbulkan dampak berupa gempa besar hingga magnitudo 8,7.

Pelepasan energi ini tidak hanya memicu guncangan kuat, melainkan juga menggerakkan kolom air laut dan membentuk tsunami besar,
Mengacu pada hitungannya, jika Megathrust di wilayah Pangandaran pecah maka gelombang tsunami setinggi 20 meter bisa terjadi dan menjalar ke berbagai wilayah, termasuk Banten, Lampung, bahkan sampai ke Jakarta,” jelas Nuraini Rahma Hanifah selaku Peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN.

“Semua pesisir Banten akan terdampak hanya saja tinggi tsunaminya berbeda-beda,Di kawasan pesisir Banten tsunami diprediksi bisa mencapai ketinggian antara 4 meter hingga 8 meter, Sementara di pesisir Lampung, seluruh wilayah yang menghadap Selat Sunda disebut akan terkena dampaknya,Untuk kawasan Jakarta bencana tsunami diperkirakan mencapai pesisir utara dengan ketinggian sekitar 1 hingga 1,8 meter, Namun waktu kedatangannya lebih lambat dibanding daerah lain, Tsunami diperkirakan baru tiba di Jakarta setelah 2,5 jam sejak gempa terjadi,
Kalau di selatan Jawa tsunami sampai dalam waktu 40 menit, bahkan di Lebak hanya 18 menit, Tapi di Jakarta Utara tsunami datang 2,5 jam setelah gempa,” jelas Rahma.

BRIN mengajak masyarakat Indonesia untuk waspada terhadap risiko Megathrust, Risiko megathrust bukan hanya gempa dan tsunami melainkan kerusakan infrastruktur, gangguan layanan dasar, dampak sosial ekonomi, hingga korban jiwa.

Belum ada yang dapat memastikan kapan bencana alam Megathrust Hantam RI akan terjadi termasuk BMKG.

Membicarakan isu ini agar masyarakat bersiap menghadapi efek dari megathrust di Indonesia,
Sebenarnya isu Megathrust itu bukan isu yang baru,Itu isu yg sudah sangat lama, Tapi kenapa BMKG dan beberapa pakar mengingatkan? Tujuannya adalah untuk ‘ayo, tidak hanya ngomong aja, segera mitigasi (tindakan mengurangi dampak bencana),
Pembahasan mengenai isu Megathrust ini disebut BMKG memiliki tujuan untuk mitigasi, edukasi, persiapan, dan kesiapsiagaan dari seluruh masyarakat, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah antisipasi megathrust, Pertama menempatkan sensor-sensor sistem peringatan dini tsunami InaTEWS menghadap ke zona-zona megathrust, InaTEWS itu sengaja dipasang untuk menghadap ke arah megathrust, BMKG hadir untuk menghadapi, memitigasi megathrust,” jelas Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Kedua, edukasi terhadap masyarakat lokal dan internasional, Salah satu bentuk nyatanya adalah mendampingi pemerintah daerah (pemda) untuk menyiapkan berbagai infrastruktur mitigasi seperti jalur evakuasi, sistem peringatan dini, hingga shelter tsunami.

Selain itu, BMKG juga berkolaborasi dengan Indian Ocean Tsunami Information Center, Komunitas ini bertujuan buat mengedukasi 25 negara di Samudra Hindia dalam menghadapi gempa dan tsunami. “Kami edukasi publik bagaimana menyiapkan masyarakat dan pemda sebelum terjadi gempa dengan kekuatan tinggi yang menyebabkan tsunami,”lanjutnya.

Ketiga, BMKG senantiasa mengecek secara berkala sistem peringatan dini yang sudah dihibahkan ke pemda,Sirine [peringatan tsunami] harusnya tanggung jawab pemerintah daerah, hibah dari BNPB, hibah dari BMKG, tapi pemeliharaan dari pemerintah daerah, kan otonomi daerah, Ternyata sirine selalu kita tes tanggal 26 tiap bulan kebanyakan bunyi tapi yang macet ada,” tambahnya.

Keempat, BMKG berupaya terus menyebarluaskan peringatan dini bencana, jika masyarakat harus siap berarti harus ada penyebarluasan informasi,” pungkasnya.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!