33.2 C
Jakarta
BerandaInfoWarga Perum Adimas Sobo Banyuwangi Tolak Rencana Pembangunan TPS3R

Warga Perum Adimas Sobo Banyuwangi Tolak Rencana Pembangunan TPS3R

Mediaistana.com

Banyuwangi – Warga Perumahan Adimas Sobo Regency, Kelurahan Sobo, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan TPS3R, yang sebelumnya disebut Stasiun Peralihan Antara (SPA) Sampah di wilayah mereka. Penolakan disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi) bersama PT SYSTEMIQ Lestari Indonesia, pada Selasa (27/01/2026).



TPS3R Sobo direncanakan mengelola sampah dengan kapasitas sekitar 50 ton per hari, yang akan menampung sampah dari wilayah Kecamatan Banyuwangi dan sekitarnya. Namun, rencana tersebut menuai keberatan warga karena dinilai berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan permukiman.

Ketua Paguyuban Perum Adimas Sobo, Guruh Kartiko, menyampaikan bahwa warga pada dasarnya mendukung upaya pengelolaan sampah, namun menolak lokasi pembangunan yang berada dekat dengan kawasan hunian dan lahan rawan banjir.

“Yang membuat kami tidak setuju adalah lokasi, karena di tempat kami itu ladangnya banjir, apalagi sekarang ditambahi sampah,” kata Guruh.

Ia menambahkan, warga juga khawatir terhadap keberlanjutan lingkungan tempat tinggal mereka untuk generasi mendatang, termasuk anak dan cucu.

“Kami ingin lingkungan yang sehat dan aman untuk anak cucu kami ke depan, bukan justru meninggalkan masalah,” imbuhnya.

Kekhawatiran serupa diungkapkan Firman Ramadhani, warga yang rumahnya paling dekat dengan lokasi rencana TPS3R. Ia menilai alih fungsi lahan sawah menjadi fasilitas pengelolaan sampah berpotensi menghilangkan fungsi alami penahan banjir.

“Ketika banjir kami beruntung karena masih ada sawah, airnya mengalir ke sana. Sawah itu seperti danau penampung air,” ujarnya.

Sementara itu, Bani, selaku Ketua RT di Lingkungan Wonosari, Sobo sekaligus Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), mempertanyakan bentuk tanggung jawab apabila keberadaan TPS3R berdampak pada kerusakan lahan atau lingkungan warga.

“Nanti kalau lahan kami berubah atau rusak, pertanggungjawabannya apa?” tanyanya.

Warga juga menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi bau sampah, pencemaran lingkungan, risiko banjir, penurunan nilai properti, serta dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup masyarakat sekitar.

Sosialisasi tersebut turut dihadiri oleh Kepala DLH Kabupaten Banyuwangi Dwi Handayani, Camat Banyuwangi, Lurah Sobo, serta perwakilan dari PT SYSTEMIQ Lestari Indonesia. Aspirasi penolakan warga kini menjadi salah satu perhatian dalam pembahasan lanjutan rencana pembangunan TPS3R di wilayah Sobo.(kevin)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!