31.5 C
Jakarta
BerandaInfoMenuduh Kapolda Maluku dan Pangdam Pattimura: Menjaga Marwah Hukum dan Akal...

Menuduh Kapolda Maluku dan Pangdam Pattimura: Menjaga Marwah Hukum dan Akal Sehat

Editorial Redaksi

Di tengah gemuruh perdebatan tentang pertambangan emas Gunung Botak, satu hal yang tak boleh hilang adalah kejernihan akal dan kehormatan hukum. Tuduhan yang menyeret nama Kapolda Maluku dan Pangdam XV/Pattimura dalam pusaran isu tambang, tanpa dasar dan bukti yang terverifikasi, bukan sekadar kabar angin—ia berpotensi menjadi preseden buruk dalam kehidupan demokrasi kita.

PT Wanshuai Indo Mining telah menyampaikan bantahan tegas. Perusahaan menilai narasi yang berkembang sebagai fitnah dan penggiringan opini. Terlepas dari posisi dan kepentingan masing-masing pihak, ada prinsip mendasar yang harus kita jaga bersama: tuduhan serius terhadap pejabat negara tidak boleh dilontarkan sembarangan. Nama baik adalah hak setiap orang, dan hukum adalah pagar yang melindunginya.

Gunung Botak bukan sekadar kawasan tambang; ia adalah simbol pergulatan panjang antara harapan ekonomi, kepentingan masyarakat, dan tanggung jawab negara dalam menata sumber daya alam. Di ruang yang sensitif seperti ini, informasi yang tidak akurat dapat menjadi percikan yang menyulut api ketidakpercayaan. Ketika opini dibentuk bukan oleh fakta, melainkan oleh asumsi dan sentimen, maka yang dirugikan bukan hanya individu atau korporasi, tetapi juga stabilitas sosial dan wibawa institusi.

Dalam negara hukum, setiap klaim harus berdiri di atas bukti. Jika ada dugaan pelanggaran, jalurnya jelas: investigasi, verifikasi, dan proses hukum yang transparan. Bukan trial by opinion di ruang publik. Demokrasi memang memberi ruang bagi kritik, tetapi kritik yang sehat menuntut tanggung jawab moral dan intelektual.

Penataan tambang Gunung Botak melalui skema Izin Pertambangan Rakyat (IPR) yang diberikan kepada koperasi adalah langkah yang patut diawasi bersama. Pengawasan publik adalah keniscayaan. Namun pengawasan yang efektif hanya mungkin jika dilandasi data, bukan desas-desus. Tuduhan tanpa dasar justru mengaburkan persoalan substantif: bagaimana memastikan tata kelola pertambangan berjalan adil, legal, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Editorial ini bukan untuk membela satu pihak, melainkan untuk membela prinsip. Bahwa di tengah dinamika politik dan ekonomi, kita tetap harus berpijak pada etika. Bahwa dalam menyampaikan informasi, ada tanggung jawab untuk memastikan kebenaran. Dan bahwa reputasi, baik institusi negara maupun pelaku usaha, tidak boleh menjadi korban dari narasi yang tak teruji.

Gunung Botak membutuhkan tata kelola yang bersih. Masyarakat membutuhkan transparansi. Negara membutuhkan kepercayaan. Semua itu hanya dapat tumbuh di tanah yang sama: fakta, hukum, dan itikad baik.

Mari kita jaga ruang publik dari kegaduhan yang tak perlu, dan kembalikan perdebatan pada substansi. Karena pada akhirnya, yang akan dinilai sejarah bukanlah siapa yang paling lantang bersuara, melainkan siapa yang paling setia pada kebenaran.

Reporter (Ahmad)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!