Probolinggo, Mediaistana.com
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo memperkuat sinergi untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Kegiatan sosialisasi dan persiapan pelaksanaan SE2026 dilaksanakan di ruang pertemuan Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (8/4/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, menekankan pentingnya kolaborasi antara BPS dan pemerintah daerah dalam mengawal seluruh tahapan kegiatan agar berjalan optimal, akurat, dan tepat waktu. BPS bersama pemerintah daerah harus menjalin kerja sama yang solid untuk memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan dengan baik dan lancar, katanya.
Ugas menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mendukung kegiatan tersebut, khususnya dalam hal sosialisasi kepada masyarakat. Upaya ini penting untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi pelaku usaha maupun responden dalam memberikan data yang valid, lanjutnya.
Kepala BPS Kabupaten Probolinggo, Lilik Hariyanti, menyatakan bahwa SE2026 merupakan kegiatan strategis nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Pendataan ini dijadwalkan berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026 dan mencakup seluruh aktivitas ekonomi non-pertanian.
Lilik menekankan bahwa keberhasilan SE2026 sangat bergantung pada sinergi antara BPS dan pemerintah daerah, termasuk dukungan penuh dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Peran OPD sangat strategis, terutama dalam mempercepat koordinasi, menyampaikan informasi dua arah, serta membantu menyelesaikan berbagai kendala di lapangan, jelasnya.
Pemkab Probolinggo dan BPS juga menggagas program “Ngisi Bareng” (NGIBAR), yaitu pendampingan pengisian kuesioner sensus kepada pelaku usaha. Program ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses pendataan.
Dengan kolaborasi erat antara BPS dan pemerintah daerah, SE2026 diharapkan dapat menghasilkan data yang komprehensif, mencakup struktur ekonomi, karakteristik usaha, hingga perkembangan ekonomi digital dan ekonomi lingkungan. Dengan data yang akurat, kita bisa menyusun kebijakan yang tepat sasaran. Ini adalah langkah bersama untuk mewujudkan pembangunan ekonomi Kabupaten Probolinggo yang lebih baik dan berkelanjutan, pungkas Lilik.