34.8 C
Jakarta
BerandaPEMERINTAHANPasar Petani Garuda Beroperasi, Pemkab Bogor Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan

Pasar Petani Garuda Beroperasi, Pemkab Bogor Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan

‎‎‎Mediaistana.com || Kabupaten Bogor, Jabar
‎Pemerintah Kabupaten Bogor setelah mengoperasionalkan Pasar Petani Garuda sebagai langkah strategis dalam memperkuat sektor pertanian, ekonomi kerakyatan, serta ketahanan pangan daerah. Minggu, 12/04/2026.

‎Dalam keterangannya, Rudy mengungkapkan bahwa pembangunan Pasar Petani Garuda saat ini sudah mencapai sekitar 100 persen. Sejumlah fasilitas penunjang seperti lapak, toilet, dan musholla.

‎Pasar ini telah ditetapkan sebagai proyek percontohan (pilot project) dalam pengembangan sentra petani di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.

‎“Petani tidak hanya ada di Cibinong. Kabupaten Bogor memiliki potensi besar, mulai dari petani buah, tanaman hias, hingga sentra ikan konsumsi dan ikan hias. Ke depan, kami akan membuka sentra petani di kecamatan lain serta merevitalisasi pasar-pasar ikan,” ujar Rudy.

‎Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan Pasar Petani Garuda dilakukan secara tertib dan transparan. Para petani dikenakan biaya administrasi sebesar Rp100.000 per tahun untuk mencegah praktik jual beli lapak serta memastikan seluruh pelaku usaha terdata secara resmi di Distanhorbun.

‎Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor turut mendorong pemanfaatan lahan tidur milik pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan dan revitalisasi hutan kota yang diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pengurangan risiko banjir.

‎Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan penghijauan, Pemkab Bogor juga menyiapkan program desa sentra buah yang akan diterapkan di 416 desa dan 19 kelurahan. Program ini dilengkapi dengan stimulus serta perlombaan guna mendorong setiap wilayah memiliki ketahanan pangan dan potensi unggulan masing-masing.

‎Saat ini, sebanyak 71 lapak telah mulai beroperasi dari total sekitar 150 lapak yang direncanakan. Seluruh pedagang nantinya akan diikat melalui perjanjian kerja sama dengan Distanhorbun guna menjaga ketertiban dan keberlanjutan pasar.

‎Ke depan, Pemkab Bogor juga berkomitmen memprioritaskan pengadaan tanaman dan bibit dari petani lokal untuk kebutuhan taman serta ruang terbuka hijau. Tak hanya itu, program penyaluran bibit gratis kepada masyarakat juga akan terus digencarkan.

‎Beragam produk unggulan petani ditampilkan di Pasar Petani Garuda, mulai dari buah segar dan tanaman hias dengan harga terjangkau hingga tanaman koleksi bernilai tinggi. Salah satu yang menjadi daya tarik adalah varietas alpukat khas Kabupaten Bogor yang telah tersertifikasi oleh Kementerian Pertanian.

‎Hadirnya Pasar Petani Garuda diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi kesejahteraan petani sekaligus memperkuat kemandirian pangan di Kabupaten Bogor.

‎Mediaistana.com || Kabupaten Bogor, Kabar
‎Pemerintah Kabupaten Bogor setelah mengoperasionalkan Pasar Petani Garuda sebagai langkah strategis dalam memperkuat sektor pertanian, ekonomi kerakyatan, serta ketahanan pangan daerah. Minggu, 12/04/2026.

‎Dalam keterangannya, Rudy mengungkapkan bahwa pembangunan Pasar Petani Garuda saat ini baru mencapai sekitar 100 persen. Sejumlah fasilitas penunjang seperti lapak, toilet, dan musholla.

‎Meski belum sepenuhnya selesai, pasar ini telah ditetapkan sebagai proyek percontohan (pilot project) dalam pengembangan sentra petani di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.

‎“Petani tidak hanya ada di Cibinong. Kabupaten Bogor memiliki potensi besar, mulai dari petani buah, tanaman hias, hingga sentra ikan konsumsi dan ikan hias. Ke depan, kami akan membuka sentra petani di kecamatan lain serta merevitalisasi pasar-pasar ikan,” ujar Rudy.

‎Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan Pasar Petani Garuda dilakukan secara tertib dan transparan. Para petani dikenakan biaya administrasi sebesar Rp100.000 per tahun untuk mencegah praktik jual beli lapak serta memastikan seluruh pelaku usaha terdata secara resmi di Distanhorbun.

‎Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor turut mendorong pemanfaatan lahan tidur milik pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan dan revitalisasi hutan kota yang diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pengurangan risiko banjir.

‎Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan penghijauan, Pemkab Bogor juga menyiapkan program desa sentra buah yang akan diterapkan di 416 desa dan 19 kelurahan. Program ini dilengkapi dengan stimulus serta perlombaan guna mendorong setiap wilayah memiliki ketahanan pangan dan potensi unggulan masing-masing.

‎Saat ini, sebanyak 71 lapak telah mulai beroperasi dari total sekitar 150 lapak yang direncanakan. Seluruh pedagang nantinya akan diikat melalui perjanjian kerja sama dengan Distanhorbun guna menjaga ketertiban dan keberlanjutan pasar.

‎Ke depan, Pemkab Bogor juga berkomitmen memprioritaskan pengadaan tanaman dan bibit dari petani lokal untuk kebutuhan taman serta ruang terbuka hijau. Tak hanya itu, program penyaluran bibit gratis kepada masyarakat juga akan terus digencarkan.

‎Beragam produk unggulan petani ditampilkan di Pasar Petani Garuda, mulai dari buah segar dan tanaman hias dengan harga terjangkau hingga tanaman koleksi bernilai tinggi. Salah satu yang menjadi daya tarik adalah varietas alpukat khas Kabupaten Bogor yang telah tersertifikasi oleh Kementerian Pertanian.

‎Hadirnya Pasar Petani Garuda diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi kesejahteraan petani sekaligus memperkuat kemandirian pangan di Kabupaten Bogor.

HERI
HERI
“Cepat, Tepat, Akurat.”
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!