Mediaistana.com || Kabupaten Bogor, Jabar
Pemerintah Kabupaten Bogor setelah mengoperasionalkan Pasar Petani Garuda sebagai langkah strategis dalam memperkuat sektor pertanian, ekonomi kerakyatan, serta ketahanan pangan daerah. Minggu, 12/04/2026.
Dalam keterangannya, Rudy mengungkapkan bahwa pembangunan Pasar Petani Garuda saat ini sudah mencapai sekitar 100 persen. Sejumlah fasilitas penunjang seperti lapak, toilet, dan musholla.
Pasar ini telah ditetapkan sebagai proyek percontohan (pilot project) dalam pengembangan sentra petani di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.
“Petani tidak hanya ada di Cibinong. Kabupaten Bogor memiliki potensi besar, mulai dari petani buah, tanaman hias, hingga sentra ikan konsumsi dan ikan hias. Ke depan, kami akan membuka sentra petani di kecamatan lain serta merevitalisasi pasar-pasar ikan,” ujar Rudy.
Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan Pasar Petani Garuda dilakukan secara tertib dan transparan. Para petani dikenakan biaya administrasi sebesar Rp100.000 per tahun untuk mencegah praktik jual beli lapak serta memastikan seluruh pelaku usaha terdata secara resmi di Distanhorbun.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor turut mendorong pemanfaatan lahan tidur milik pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan dan revitalisasi hutan kota yang diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pengurangan risiko banjir.
Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan penghijauan, Pemkab Bogor juga menyiapkan program desa sentra buah yang akan diterapkan di 416 desa dan 19 kelurahan. Program ini dilengkapi dengan stimulus serta perlombaan guna mendorong setiap wilayah memiliki ketahanan pangan dan potensi unggulan masing-masing.
Saat ini, sebanyak 71 lapak telah mulai beroperasi dari total sekitar 150 lapak yang direncanakan. Seluruh pedagang nantinya akan diikat melalui perjanjian kerja sama dengan Distanhorbun guna menjaga ketertiban dan keberlanjutan pasar.
Ke depan, Pemkab Bogor juga berkomitmen memprioritaskan pengadaan tanaman dan bibit dari petani lokal untuk kebutuhan taman serta ruang terbuka hijau. Tak hanya itu, program penyaluran bibit gratis kepada masyarakat juga akan terus digencarkan.
Beragam produk unggulan petani ditampilkan di Pasar Petani Garuda, mulai dari buah segar dan tanaman hias dengan harga terjangkau hingga tanaman koleksi bernilai tinggi. Salah satu yang menjadi daya tarik adalah varietas alpukat khas Kabupaten Bogor yang telah tersertifikasi oleh Kementerian Pertanian.
Hadirnya Pasar Petani Garuda diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi kesejahteraan petani sekaligus memperkuat kemandirian pangan di Kabupaten Bogor.
Mediaistana.com || Kabupaten Bogor, Kabar
Pemerintah Kabupaten Bogor setelah mengoperasionalkan Pasar Petani Garuda sebagai langkah strategis dalam memperkuat sektor pertanian, ekonomi kerakyatan, serta ketahanan pangan daerah. Minggu, 12/04/2026.
Dalam keterangannya, Rudy mengungkapkan bahwa pembangunan Pasar Petani Garuda saat ini baru mencapai sekitar 100 persen. Sejumlah fasilitas penunjang seperti lapak, toilet, dan musholla.
Meski belum sepenuhnya selesai, pasar ini telah ditetapkan sebagai proyek percontohan (pilot project) dalam pengembangan sentra petani di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.
“Petani tidak hanya ada di Cibinong. Kabupaten Bogor memiliki potensi besar, mulai dari petani buah, tanaman hias, hingga sentra ikan konsumsi dan ikan hias. Ke depan, kami akan membuka sentra petani di kecamatan lain serta merevitalisasi pasar-pasar ikan,” ujar Rudy.
Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan Pasar Petani Garuda dilakukan secara tertib dan transparan. Para petani dikenakan biaya administrasi sebesar Rp100.000 per tahun untuk mencegah praktik jual beli lapak serta memastikan seluruh pelaku usaha terdata secara resmi di Distanhorbun.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor turut mendorong pemanfaatan lahan tidur milik pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan dan revitalisasi hutan kota yang diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pengurangan risiko banjir.
Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan penghijauan, Pemkab Bogor juga menyiapkan program desa sentra buah yang akan diterapkan di 416 desa dan 19 kelurahan. Program ini dilengkapi dengan stimulus serta perlombaan guna mendorong setiap wilayah memiliki ketahanan pangan dan potensi unggulan masing-masing.
Saat ini, sebanyak 71 lapak telah mulai beroperasi dari total sekitar 150 lapak yang direncanakan. Seluruh pedagang nantinya akan diikat melalui perjanjian kerja sama dengan Distanhorbun guna menjaga ketertiban dan keberlanjutan pasar.
Ke depan, Pemkab Bogor juga berkomitmen memprioritaskan pengadaan tanaman dan bibit dari petani lokal untuk kebutuhan taman serta ruang terbuka hijau. Tak hanya itu, program penyaluran bibit gratis kepada masyarakat juga akan terus digencarkan.
Beragam produk unggulan petani ditampilkan di Pasar Petani Garuda, mulai dari buah segar dan tanaman hias dengan harga terjangkau hingga tanaman koleksi bernilai tinggi. Salah satu yang menjadi daya tarik adalah varietas alpukat khas Kabupaten Bogor yang telah tersertifikasi oleh Kementerian Pertanian.
Hadirnya Pasar Petani Garuda diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi kesejahteraan petani sekaligus memperkuat kemandirian pangan di Kabupaten Bogor.