Mediaistana.com || Kabupaten Purwakarta, Jabar
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menegaskan pentingnya pembangunan hunian pekerja yang berlokasi dekat dengan tempat kerja sebagai kunci efisiensi dan peningkatan kualitas hidup.
Hal tersebut disampaikan saat peninjauan lokasi rencana pembangunan apartemen atau rumah susun (rusun) subsidi di kawasan industri PT. MOS, Kabupaten Purwakarta, bersama Dedi Mulyadi, Selasa (15/04/2026).
Menurut Maruarar, pekerja yang tinggal dekat dengan tempat kerja akan mendapatkan berbagai manfaat, mulai dari penghematan biaya hingga efisiensi waktu.
“Kalau pekerja tinggal dekat, mereka tidak perlu menghabiskan banyak bahan bakar, waktu perjalanan lebih efisien, dan tentu kualitas hidup meningkat,” ujarnya.
Pemerintah saat ini tengah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mendukung program tersebut, di antaranya penerbitan keputusan menteri (Kepmen) terkait rusun subsidi, skema pembiayaan dengan tenor hingga 30 tahun, serta dukungan subsidi dari pemerintah.
Maruarar juga mengapresiasi langkah kawasan industri yang mulai aktif berkontribusi dalam penyediaan hunian bagi para pekerja. Ia menekankan bahwa pembangunan hunian tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus terintegrasi dengan fasilitas pendukung.
“Ini bukan hanya membangun rumah, tapi membangun ekosistem. Harus ada akses ke sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan,” tambahnya.
Sementara itu, Dedi Mulyadi menyambut baik rencana tersebut dan berharap proyek ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
Pemerintah menargetkan program ini mampu memberikan solusi nyata bagi pekerja untuk memiliki hunian yang layak, terjangkau, dan strategis.
“Ke depan, ini bisa jadi percontohan nasional. Target kita jelas, pekerja harus punya rumah layak,” tutup Maruarar
Mediaistana.com || Kabupaten Purwakarta, Jabar
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menegaskan pentingnya pembangunan hunian pekerja yang berlokasi dekat dengan tempat kerja sebagai kunci efisiensi dan peningkatan kualitas hidup.
Hal tersebut disampaikan saat peninjauan lokasi rencana pembangunan apartemen atau rumah susun (rusun) subsidi di kawasan industri PT. MOS, Kabupaten Purwakarta, bersama Dedi Mulyadi, Selasa (15/04/2026).
Menurut Maruarar, pekerja yang tinggal dekat dengan tempat kerja akan mendapatkan berbagai manfaat, mulai dari penghematan biaya hingga efisiensi waktu.
“Kalau pekerja tinggal dekat, mereka tidak perlu menghabiskan banyak bahan bakar, waktu perjalanan lebih efisien, dan tentu kualitas hidup meningkat,” ujarnya.
Pemerintah saat ini tengah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mendukung program tersebut, di antaranya penerbitan keputusan menteri (Kepmen) terkait rusun subsidi, skema pembiayaan dengan tenor hingga 30 tahun, serta dukungan subsidi dari pemerintah.
Maruarar juga mengapresiasi langkah kawasan industri yang mulai aktif berkontribusi dalam penyediaan hunian bagi para pekerja. Ia menekankan bahwa pembangunan hunian tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus terintegrasi dengan fasilitas pendukung.
“Ini bukan hanya membangun rumah, tapi membangun ekosistem. Harus ada akses ke sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan,” tambahnya.
Sementara itu, Dedi Mulyadi menyambut baik rencana tersebut dan berharap proyek ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
Pemerintah menargetkan program ini mampu memberikan solusi nyata bagi pekerja untuk memiliki hunian yang layak, terjangkau, dan strategis.
“Ke depan, ini bisa jadi percontohan nasional. Target kita jelas, pekerja harus punya rumah layak,” tutup Maruarar