
Gosesan; Yustus Tefi, M.Pd
Alumni UNIKAMA
Papan tulis itu sudah penuh.
BODOH
BINATANG
Dua kata yang kau ajarkan
lebih keras dari semua teori.
Maka hari ini,
kami tutup buku.
Kami angkat suara.
Di depan rektorat,
kami berdiri.
Bukan kerbau. Bukan kambing. Bukan ayam.
Kami mahasiswa.
Topeng binatang yang kami pakai
bukan identitas—
tapi cermin untukmu, Bapak.
Biar kau lihat, seperti apa kami di matamu.
Poster kami bicara:
“STOP KEKERASAN VERBAL”
Karena luka di telinga
lebih lama sembuhnya dari nilai E.
“DOSEN BUKAN HAKIM”
Kelasmu ruang belajar,
bukan ruang sidang.
“KAMI BUKAN BINATANG”
Kami bayar UKT,
bukan bayar untuk dihina.
“HORMATI MARTABAT MAHASISWA”
Karena sebelum ada IPK,
kami punya harga diri.
Bapak Rektor,
Dengar kami sekali ini saja.
Kami tidak minta nilai A.
Kami tidak minta skripsi dilancarkan.
Kami hanya minta satu:
Ajarkan dosen kami
bahwa mulut juga bisa membunuh,
tanpa menyentuh.
Kalau hari ini kami demo,
itu karena kemarin kami diam
dan diam kami kau kira setuju.
Hari ini kami memilih mengaum,
bukan karena kami binatang,
tapi karena terlalu lama
suara kami kau anggap gonggongan.