Probolinggo, Mediaistana.com
Polres Probolinggo Kota membongkar praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di empat lokasi berbeda. Lima orang tersangka diamankan beserta ribuan liter BBM sebagai barang bukti, Senin (4/5/2026).
Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri mengatakan, pengungkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif Satreskrim selama Maret hingga April 2026 menyusul maraknya keluhan masyarakat soal sulitnya mendapatkan BBM subsidi.
Dari empat kasus yang kami ungkap, total lima tersangka kami amankan. Modus mereka hampir sama, yakni menyelewengkan distribusi BBM subsidi untuk keuntungan pribadi, ujarnya.
Dalam operasi tersebut, polisi menyita barang bukti 1.000 liter bio solar dan 307 liter pertalite. Turut diamankan sejumlah kendaraan yang dimodifikasi, barcode MyPertamina, puluhan jerigen, dan alat penyedot BBM.
Modus para pelaku yakni membeli BBM subsidi jenis bio solar dan pertalite di SPBU secara berulang. Mereka menggunakan beberapa kendaraan dan barcode MyPertamina berbeda, lalu memindahkan BBM ke jerigen untuk dijual kembali dengan harga industri atau non-subsidi.
Praktik ini jelas merugikan negara dan masyarakat. BBM subsidi itu hak warga yang berhak, bukan untuk ditimbun dan diperjualbelikan dengan harga komersial, tegasnya.
Kelima tersangka saat ini ditahan di Mapolres Probolinggo Kota untuk penyidikan lebih lanjut. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam distribusi ilegal ini.
Para tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.
Ancaman pidananya penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar, jelasnya.
Ia menegaskan Polres Probolinggo Kota akan terus melakukan penindakan terhadap penyalahgunaan BBM subsidi. Masyarakat diimbau melapor jika menemukan praktik penimbunan atau penjualan BBM subsidi secara ilegal.
Kami tidak akan toleransi. Laporkan ke polisi terdekat atau call center 110 jika melihat ada penyimpangan distribusi BBM subsidi, pungkasnya.