Lima Distributor Utama Didata
Polres Buru melakukan pendataan dan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) terhadap distributor bahan pokok di Kabupaten Buru guna memastikan ketersediaan pangan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026 tetap aman dan terkendali.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (21/5/2026) pukul 09.00 WIT itu menyasar sejumlah distributor utama di wilayah Kota Namlea dan sekitarnya.
Dari hasil monitoring lapangan yang dilakukan jajaran Polres Buru, diketahui saat ini terdapat lima distributor utama yang menguasai jalur distribusi bahan pokok di Kabupaten Buru.
Komoditas yang dipantau meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, susu, telur hingga ayam potong.
Kelima distributor tersebut yakni CV Ida Jaya, CV Oreba, CV Andika Pratama, PT Rahmat Utama (RH Mart), dan SV Gema Rezeki.
Hasil pendataan menunjukkan, stok bahan pokok di Kabupaten Buru secara umum masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat selama satu bulan ke depan menjelang Idul Adha.
Distributor CV Gema Rezeki milik Jhon Tuhuteru tercatat memiliki stok beras terbesar mencapai 6.603 karung, Sarimi 3.000 karton, tepung terigu 3.249 karung dan gula pasir 764 karung. Selain itu, distributor tersebut juga menyediakan telur, ayam, bawang merah dan bawang putih.
Sementara PT Rahmat Utama (RH Mart) memiliki stok tepung terigu terbesar yakni 7.104 karung dan Sarimi sebanyak 1.306 karton. Sedangkan CV Andika Pratama tercatat memiliki stok minyak goreng sebanyak 1.000 karton dan beras mencapai 1.700 karung.
Untuk CV Oreba yang mendistribusikan bahan pokok ke wilayah Waeapo, Waelata dan Buru Utara Barat, masih memiliki stok gula pasir 492 karung, minyak goreng 254 karton dan Sarimi 855 karton.
Namun stok tepung terigu di distributor tersebut saat ini kosong.
Dari hasil pemantauan Polres Buru, hanya CV Ida Jaya yang sementara tidak memiliki stok barang di gudang. Kondisi tersebut disebabkan pihak distributor belum melakukan pemesanan barang dari pemasok.
Polres Buru juga mencatat mayoritas pasokan bahan pokok ke Kabupaten Buru berasal dari Surabaya dan Ambon melalui jalur laut menggunakan kapal tol laut dan kapal kontainer swasta yang bersandar di Pelabuhan Laut Namlea setiap dua minggu sekali.
Selain memastikan ketersediaan stok, Polres Buru turut melakukan pengawasan guna mengantisipasi potensi penimbunan bahan pokok maupun permainan harga menjelang hari besar keagamaan.
Secara umum, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) terkait ketersediaan pangan di Kabupaten Buru masih terpantau aman dan kondusif. Hingga kini belum ditemukan adanya indikasi penimbunan bahan pokok oleh distributor maupun pelaku usaha lainnya.