29.6 C
Jakarta
BerandaBeritaDukung SIM Digital, LPKAN Minta Polda Jatim Siapkan Transisi Aman

Dukung SIM Digital, LPKAN Minta Polda Jatim Siapkan Transisi Aman

LPKAN Jatim Dukung Program SIM Digital Nasional Mabes Polri, Desak Polda Jatim *SURABAYA* – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia Provinsi Jawa Timur (DPD LPKAN INDONESIA Jatim) menyatakan mendukung penuh program *SIM Digital Nasional* yang resmi diluncurkan Korlantas Polri Mabes Polri pada 22 Mei 2026.

 

LPKAN Jatim menegaskan, SIM Digital adalah kebijakan nasional Mabes Polri yang pelaksanaannya ada di tangan Polda Jatim dan jajaran Satlantas Polres se-Jawa Timur. Agar program nasional yang bagus ini benar-benar berjalan baik dan dampak positifnya dirasakan warga, LPKAN Jatim mendesak Polda Jatim melakukan uji coba terbatas 60 hari di wilayah Jatim sebelum diterapkan penuh.

 

“Ini program bagus dari Mabes Polri untuk seluruh rakyat Indonesia. Kami apresiasi. Tapi kunci suksesnya ada di eksekusi lapangan. Dan eksekutor lapangannya adalah Polda Jatim. Maka uji coba 60 hari di Jatim ini wajib hukumnya, biar Mabes Polri dapat data nyata sebelum digas nasional,” tegas Mohammad Syarifudin Abdillah SH MH, Ketua DPD LPKAN INDONESIA Jatim.

 

*DAMPAK POSITIF PROGRAM NASIONAL SIM DIGITAL MABES POLRI:*

 

*1. Anti Ribet & Efisien*  

Warga Jatim tidak perlu takut SIM hilang/rusak. Cukup tunjukkan via aplikasi Digital Korlantas Polri.

 

*2. Tekan Pemalsuan & Pungli*  

Data terintegrasi database Korlantas Mabes Polri. Fitur keamanan dinamis mempersulit SIM palsu, memutus mata rantai pungli.

 

*3. Modernisasi Pelayanan Publik*  

Bukti Polri di bawah Mabes Polri adaptif dengan teknologi dan visi Polri Presisi.

 

*4. Ramah Lingkungan*  

Mengurangi cetak kartu plastik PVC secara nasional.

 

*DESAKAN LPKAN JATIM KE POLDA JATIM SELAKU PELAKSANA LAPANGAN:*

 

*1. Uji Coba 60 Hari + Laporkan ke Mabes*  

Polda Jatim wajib pilih 3 sampel Polres: Kota = Polrestabes Surabaya, Dataran = Polres Malang, 3T = Polres Pacitan. Hasil uji coba: kecepatan scan, error aplikasi, keluhan warga, harus dilaporkan ke Korlantas Mabes Polri sebagai bahan evaluasi nasional.

 

*2. Jamin Tidak Ada Diskriminasi*  

Selama transisi, Polda Jatim wajib tetap akui SIM fisik. Buat SOP “masa tenggang 7×24 jam” jika HP warga mati/rusak saat razia. Larang tilang langsung.

 

*3. Kawal Keamanan Data Warga Jatim*  

Wajibkan autentikasi biometrik + enkripsi di aplikasi Digital Korlantas. Polda Jatim siapkan hotline aduan cepat jika data warga Jatim disalahgunakan.

 

*4. Siapkan Infrastruktur Petugas*  

Pastikan semua Satlantas Polres jajaran Polda Jatim punya device mumpuni + pelatihan SOP “gagal scan/offline”. Server backup Korlantas Mabes Polri harus siap.

 

“DPD LPKAN INDONESIA Jatim mendukung Mabes Polri. Tapi kami mengawal Polda Jatim. Kolaborasi ini kami lakukan agar program nasional SIM Digital benar-benar sukses, tidak gagal di lapangan, dan manfaatnya dirasakan Pak Tani di Banyuwangi sampai driver ojol di Surabaya,” tutup Abdillah.

 

(Redho)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!