Kabupaten Buru — Pemerintah daerah bersama panitia pelaksana resmi membuka kegiatan Gerakan Literasi Budaya Remaja melalui Cerpen di Kabupaten Buru yang berlangsung dengan penuh antusias dan semangat pelestarian budaya daerah. Kegiatan ini dihadiri oleh para pelajar, guru, pegiat literasi, akademisi, serta unsur pemerintah daerah.
Acara pembukaan diawali dengan pembacaan doa, dilanjutkan dengan laporan ketua pelaksana mengenai tujuan pelaksanaan kegiatan. Dalam laporannya, panitia menyampaikan bahwa program ini menjadi wadah kreatif bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan mengekspresikan budaya lokal melalui karya sastra, khususnya cerpen.
Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Buru yang dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Bupati, Latif Efendi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, gerakan literasi budaya menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya daerah di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi.
Melalui cerpen, para remaja tidak hanya belajar menulis, tetapi juga belajar memahami identitas budaya daerahnya sendiri. Tradisi, bahasa daerah, cerita rakyat, hingga nilai-nilai kearifan lokal dapat hidup kembali melalui karya sastra,” ujarnya.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan karya-karya cerpen terbaik yang mengangkat kekayaan budaya Pulau Buru, seperti tradisi adat, kehidupan masyarakat, nilai gotong royong, serta hubungan masyarakat dengan alam dan lingkungan sekitar.
Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan tari sawat yang dibawakan oleh mahasiswa Fakultas Sastra, Universitas Iqra Buru. Jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 70 orang pelajar dari 10 sekolah mitra dalam kegiatan ini. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama 2 hari ke depan, mulai dari pelatihan menulis cerpen, diskusi literasi budaya, hingga pendampingan penulisan karya.
Melalui Gerakan Literasi Budaya Remaja ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cakap dalam literasi, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya lokal sebagai bagian penting dari identitas bangsa.