28.6 C
Jakarta
BerandaInfoPuncak Gerakan Literasi Budaya Remaja di Kabupaten Buru Ditandai Lomba Cerpen dan...

Puncak Gerakan Literasi Budaya Remaja di Kabupaten Buru Ditandai Lomba Cerpen dan Penganugerahan Pemenang

Desa Namlea — Rangkaian inti kegiatan Gerakan Literasi Budaya Remaja melalui Cerpen di Kabupaten Buru dilaksanakan pada Jumat, 23 Mei 2026 di Aula Abdurrahman Tukuboya. Kegiatan ini menjadi puncak pelaksanaan program literasi budaya yang telah berlangsung selama dua hari dengan melibatkan puluhan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Buru.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan lomba menulis cerpen yang diikuti oleh 70 peserta dari tingkat SMP/sederajat dan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB). Dalam perlombaan tersebut, para peserta menuangkan gagasan, pengalaman, serta nilai-nilai budaya lokal ke dalam karya sastra berbentuk cerpen. Beragam tema budaya lokal, kehidupan masyarakat, tradisi daerah, hingga nilai-nilai kearifan lokal Pulau Buru menjadi inspirasi utama dalam tulisan para peserta.

Setelah seluruh rangkaian lomba selesai, kegiatan dilanjutkan dengan acara penganugerahan pemenang penulis cerpen terbaik. Para pemenang yang diumumkan terdiri atas Juara I, Juara II, Juara III, Harapan I, Harapan II, Harapan III dan Juara Favorit berdasarkan hasil penilaian dewan juri.

Acara penganugerahan diawali dengan sambutan ketua pelaksana, Susiati. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat, kreativitas, dan kepedulian terhadap budaya daerah melalui karya sastra.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar perlombaan menulis, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan penguatan identitas budaya bagi generasi muda di Kabupaten Buru. Ia berharap gerakan literasi budaya dapat terus berlanjut dan menjadi motivasi bagi para pelajar untuk mencintai budaya daerah melalui dunia literasi.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama Universitas Iqra Buru, Saidna Zulfikar Bin Tahir. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada panitia, sekolah mitra, dewan juri, dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia menilai bahwa gerakan literasi budaya merupakan langkah penting dalam membangun generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan memiliki kesadaran terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal. Melalui karya cerpen, para pelajar dinilai mampu menjadi agen pelestari budaya sekaligus penggerak literasi di lingkungan masyarakat.

Di akhir sambutannya, Saidna Zulfikar Bin Tahir secara resmi menutup kegiatan Gerakan Literasi Budaya Remaja melalui Cerpen di Kabupaten Buru.

Usai sambutan penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan tentang para pemenang lomba oleh salah satu dewan juri, Risman Iye. Pembacaan keputusan tersebut disambut antusias oleh para peserta, guru pendamping, dan para tamu undangan yang hadir dalam aula kegiatan.

Selain pengumuman para juara utama, juara harapan dan juara favorit, panitia juga membacakan daftar 40 cerpen terbaik hasil pemeringkatan dewan juri yang nantinya akan diterbitkan dalam sebuah buku antologi cerpen yang berjudul Suara Remaja Buru: Cerita Budaya dari Timur Nusantara.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi peserta, seluruh siswa yang mengikuti kegiatan mendapatkan sertifikat penghargaan dari panitia pelaksana. Sertifikat tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat literasi, kreativitas, dan kontribusi para peserta dalam mendukung pelestarian budaya daerah melalui karya sastra.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Gerakan Literasi Budaya Remaja tidak hanya menjadi agenda seremonial semata, tetapi mampu melahirkan generasi muda yang aktif berkarya, mencintai budaya lokal, serta memiliki kesadaran literasi yang kuat demi keberlanjutan budaya daerah di masa mendatang.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!