BANYUWANGI – Pelaksanaan Pemilihan Antar Waktu (PAW) Kepala Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juni 2026 menjadi perhatian masyarakat. Momentum tersebut dianggap sebagai kesempatan penting untuk menentukan arah pembangunan desa dan memilih pemimpin yang benar-benar memahami kebutuhan masyarakat.
Di antara para kandidat yang akan mengikuti kontestasi PAW, nama Slamet Hariyanto menjadi salah satu sosok yang banyak diperbincangkan. Tokoh masyarakat yang dikenal dekat dengan warga tersebut dinilai memiliki rekam jejak pengabdian, kepedulian sosial, serta pengalaman yang cukup dalam memahami berbagai persoalan masyarakat Desa Tamansari.
Bagi sebagian warga, pemimpin desa tidak cukup hanya memiliki kemampuan administratif, namun juga harus memiliki kepekaan sosial, jiwa pelayanan, dan kemauan untuk hadir di tengah masyarakat. Kriteria tersebut dinilai telah lama melekat pada sosok Slamet Hariyanto.
Selama ini, Slamet Hariyanto dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Kehadirannya dalam kegiatan gotong royong, kegiatan keagamaan, pendampingan masyarakat, hingga kepedulian terhadap warga yang membutuhkan bantuan menjadi catatan positif yang terus dikenang masyarakat.
Menurut sejumlah tokoh masyarakat, sosok Slamet Hariyanto bukanlah figur yang muncul menjelang pemilihan semata, melainkan telah lama berinteraksi dan berkontribusi dalam kehidupan sosial masyarakat Tamansari.
“Beliau dikenal sederhana, mudah berkomunikasi dengan masyarakat, dan tidak membeda-bedakan warga. Ketika ada kegiatan sosial maupun persoalan masyarakat, beliau sering hadir dan ikut mencarikan solusi,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.
Kepedulian sosial yang dimiliki Slamet Hariyanto dinilai menjadi modal penting dalam memimpin desa. Pasalnya, tantangan pembangunan saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut kesejahteraan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan pelayanan publik, serta penguatan kebersamaan antarwarga.
Selain itu, masyarakat juga menilai Slamet Hariyanto memiliki kemampuan membangun komunikasi yang baik dengan berbagai kalangan. Kemampuan tersebut dianggap penting dalam upaya memperjuangkan program pembangunan desa agar mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah maupun berbagai pihak lainnya.
Desa Tamansari sendiri memiliki potensi besar di sektor pertanian, pariwisata, UMKM, dan ekonomi masyarakat. Potensi tersebut membutuhkan pemimpin yang mampu mengelola dan mengembangkannya secara maksimal demi meningkatkan kesejahteraan warga.
Banyak warga berharap kepala desa yang terpilih nantinya mampu menjadi penggerak pembangunan yang berpihak kepada masyarakat serta mampu menjaga stabilitas dan persatuan warga desa. Dalam pandangan sejumlah masyarakat, Slamet Hariyanto dianggap memiliki kapasitas untuk menjalankan peran tersebut.
Menjelang pelaksanaan PAW pada 24 Juni 2026, masyarakat diharapkan dapat menggunakan hak pilihnya dengan penuh tanggung jawab dan mempertimbangkan rekam jejak, integritas, pengalaman, serta kepedulian sosial setiap calon.
Bagi para pendukungnya, Slamet Hariyanto merupakan figur yang selama ini telah membuktikan pengabdiannya kepada masyarakat. Kedekatannya dengan warga, semangat gotong royong yang dimiliki, serta kepeduliannya terhadap persoalan sosial menjadi alasan kuat mengapa dirinya dinilai layak mendapatkan kepercayaan untuk memimpin Desa Tamansari.
PAW Kepala Desa Tamansari bukan sekadar memilih pemimpin baru, tetapi juga menentukan arah masa depan desa. Oleh karena itu, masyarakat berharap proses demokrasi yang akan berlangsung pada 24 Juni 2026 dapat berjalan aman, damai, dan menghasilkan pemimpin terbaik yang mampu membawa Desa Tamansari semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.