JAKARTA, Mediaistana.Com – Malam gala premiere film “Jangan Buang Ibu” di Plaza Indonesia XXI, Kamis (11/6/2026), berubah menjadi ruang refleksi emosional bagi ratusan penonton yang hadir,Bukan sekadar menyaksikan sebuah film drama keluarga, mereka diajak menyelami kembali makna kasih sayang seorang ibu yang kerap luput dihargai di tengah kesibukan kehidupan modern.

Sejak awal acara, antusiasme tampak memenuhi area Plaza Indonesia,Deretan pemain, sineas, insan perfilman, hingga awak media turut memeriahkan malam perdana penayangan film produksi Leo Pictures tersebut, Namun sorotan utama malam itu bukan hanya kemeriahan karpet merah, melainkan suasana haru yang tercipta setelah film berakhir.
Disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu dan diproduseri Agung Saputra, Jangan Buang Ibu menghadirkan kisah tentang Restiana, seorang ibu yang mengabdikan hidupnya untuk membesarkan anak-anak dengan penuh cinta dan pengorbanan, Ironisnya ketika anak-anaknya beranjak dewasa, kehangatan keluarga perlahan memudar karena kesibukan dan ego masing-masing.
Cerita yang diangkat terasa begitu dekat dengan realitas banyak keluarga Indonesia, Tanpa dramatisasi berlebihan, film ini justru menyentuh melalui momen-momen sederhana yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, namun kerap dianggap sepele hingga akhirnya menghadirkan penyesalan.

Aktris Nirina Zubir tampil memukau sebagai Restiana, Dengan penghayatan yang kuat, ia berhasil menggambarkan sosok ibu yang tetap mencintai tanpa syarat meski harus menghadapi rasa kecewa dan kesepian akibat jarak emosional dengan anak-anaknya.
Penampilan Nirina didukung oleh jajaran pemain lainnya seperti Refal Hady, Amanda Manopo, dan Erika Carlina, yang mampu membangun dinamika keluarga secara autentik.
Interaksi antarpemain menghadirkan emosi yang mengalir natural, membuat penonton larut dalam setiap konflik yang tersaji,Sepanjang pemutaran film, beberapa adegan sukses memecah keheningan studio dengan isak tangis penonton, Banyak yang tampak terdiam saat kredit penutup bergulir, seolah sedang mengingat kembali percakapan yang tertunda, perhatian yang belum sempat diberikan, atau pelukan yang terlalu lama ditahan untuk sosok ibu di rumah.
Tepuk tangan panjang yang menggema usai film berakhir menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan Jangan Buang Ibu menyampaikan pesan yang universal: bahwa kasih sayang orang tua sering kali baru benar-benar disadari nilainya ketika waktu sudah tidak lagi berpihak.
Film ini juga menjadi pengingat bahwa kebahagiaan seorang ibu tidak selalu hadir dalam bentuk materi atau kemewahan, Kehadiran, perhatian, serta waktu yang diluangkan bersama keluarga justru menjadi hal sederhana yang memiliki makna paling besar.
Di tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, Jangan Buang Ibu hadir sebagai ajakan untuk berhenti sejenak dan merenungkan kembali hubungan dengan orang-orang tercinta, khususnya ibu yang selama ini menjadi tempat pertama mengenal arti cinta tanpa syarat.
Melalui gala premiere yang berlangsung penuh kehangatan dan emosi tersebut, Leo Pictures membuktikan bahwa film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mampu menjadi medium refleksi sosial yang menyentuh sisi kemanusiaan terdalam.
Jangan Buang Ibu dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026, Lebih dari sekadar tontonan drama keluarga, film ini menjadi pengingat berharga bahwa kesempatan untuk menunjukkan cinta kepada orang tua tidak datang dua kali.
Sebab pada akhirnya, bukan kehilangan yang paling menyakitkan, melainkan menyadari bahwa kita terlalu lama menunda untuk mengatakan, “Ibu, terima kasih telah mencintaiku tanpa syarat.