Jakarta, Mediaistana.Com – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan kembali ditunjukkan oleh Aliansi Jurnalis Bersatu (AJB) yang dipimpin oleh Andi Mulyati Pananrangi, SE. Melalui aksi nyata bertajuk “Peduli Sungai Bersih dan Air Jernih”, AJB menggelar kegiatan bersih-bersih aliran kali di wilayah Kabupaten Bogor, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang melibatkan insan pers yang tergabung dalam AJB ini menjadi langkah awal dari gerakan lingkungan yang direncanakan akan dilakukan secara berkelanjutan di berbagai titik aliran sungai di Bogor,Titik pertama pelaksanaan aksi bersih sungai dipusatkan di RT 01 Kampung Batu, Desa Watu Layang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Aksi tersebut mendapat dukungan dari masyarakat setempat, Ketua RT 01 Kampung Batu, Deni mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam upaya mengurangi persoalan sampah di lingkungan sekitar,
“Alhamdulillah, kalau menurut saya kondisi saat ini sudah mencapai sekitar 75 hingga 80 persen lebih baik, Semua ini bisa berjalan karena adanya kerja sama dari berbagai unsur, mulai dari masyarakat hingga pihak kecamatan Cisarua, Kita bersama-sama berlomba untuk mengatasi persoalan sampah,Terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua AJB, Andi Mulyati Pananrangi, SE, menegaskan bahwa persoalan sampah di bantaran kali bukan hanya disebabkan oleh sampah kiriman dari aliran sungai, melainkan juga akibat rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian sungai sebagai sumber kehidupan,”Sampah yang menumpuk di bantaran kali bukan hanya datang dari aliran air, tetapi juga berasal dari ulah manusia yang masih membuang sampah sembarangan, Kita harus memiliki kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan dan tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan akhir,” tegas Andi.
Ia juga mendorong pemerintah daerah agar lebih aktif dan hadir secara langsung dalam menangani persoalan sampah, khususnya dengan menyediakan fasilitas pendukung berupa tempat pembuangan sampah di titik-titik strategis yang rawan dijadikan lokasi pembuangan liar.
“Pemerintah setempat seharusnya menyediakan tempat sampah di setiap titik yang membutuhkan agar masyarakat tidak membuang sampah ke bantaran kali, Jika sungai sudah tercemar oleh sampah, kualitas air akan menurun, ekosistem terganggu, bahkan dapat menyebabkan berbagai bencana lingkungan, Sungai adalah aset yang harus kita lestarikan dan jaga bersama,” tambahnya.
Aksi bersih-bersih sungai yang diinisiasi AJB ini tidak hanya bertujuan membersihkan tumpukan sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem sungai, Sungai yang bersih tidak hanya menciptakan lingkungan yang sehat, tetapi juga menjaga ketersediaan air bersih bagi generasi mendatang.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa insan pers tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial melalui aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Dengan semangat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai elemen sosial, AJB berharap gerakan “Peduli Sungai Bersih dan Air Jernih” dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Sungai yang bersih bukan warisan dari leluhur, melainkan titipan untuk generasi mendatang, Menjaganya adalah tanggung jawab kita bersama.”