Madiun, mediaistana.com
Semangat pelestarian lingkungan yang beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi sorotan utama dalam gelaran Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026. Mengusung tema “Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera”, acara yang berlangsung di Alun-Alun Reksogati Caruban, Kabupaten Madiun, pada Sabtu (13/6/2026) itu dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Kegiatan ini dinilai sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi tripartit antara pemerintah, masyarakat desa hutan, dan para pelaku perhutanan sosial. Tujuannya jelas: menjaga kelestarian hutan sembari mendongkrak nilai ekonomi warga sekitar kawasan hutan.
Dalam sambutannya, H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap perhatian Pemprov Jatim. Menurutnya, model pengelolaan hutan yang melibatkan masyarakat secara langsung telah terbukti menciptakan keseimbangan antara konservasi alam dan pertumbuhan ekonomi warga.
“Besar harapan kami agar berbagai program strategis dapat terus berlanjut. Salah satunya adalah Program Strategis Nasional Jalur Lingkar Wilis. Kami berharap program ini terlaksana dengan baik guna mendorong pertumbuhan ekonomi, pariwisata, serta konektivitas wilayah di lereng Gunung Wilis,” ujar Hari Wuryanto.
Sorotan khusus tertuju pada Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Sumarji (76), Ketua Lembaga Desa Bodag yang mewakili Lembaga Desa Wilis Sejahtera, berhasil meraih piagam penghargaan sebagai Pemenang Terbaik Kategori Pemegang Persetujuan Pengelolaan Hutan Desa.
Penghargaan ini bukan tanpa alasan. Sumarji menceritakan perjalanan panjang yang dimulai sejak 2022, ketika pihaknya mendapat amanah mengelola lahan kosong seluas 144 hektare dari Kementerian Kehutanan.
“Awalnya lahan tersebut belum produktif. Pada 2023, kami mulai menanam durian dan alpukat, namun prioritas utama kami adalah kopi. Saat itu, kami menanam kopi di area seluas 14 hektare,” kenang Sumarji.
Usaha keras tersebut kini membuahkan hasil manis. Tanaman kopi robusta milik warga Desa Bodag telah memasuki masa produksi dan rencananya akan diperluas hingga 30 hektare. Dukungan pemerintah berupa bantuan mesin roasting dan penggilingan kopi juga menjadi kunci peningkatan kualitas.
“Awalnya kapasitas mesin hanya 5 kilogram, kini meningkat menjadi 10-15 kilogram. Dampaknya sangat terasa. Jika sebelumnya penjualan hanya 100 bungkus per hari, kini melonjak hampir 400 bungkus per hari,” jelasnya.
Lebih membanggakan lagi, produk kopi asal Kare ini telah menembus pasar internasional, termasuk diekspor ke Filipina dan Belanda.
Sumarji tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa atas dukungan berkelanjutan. “Bantuan yang kami terima telah meningkatkan produktivitas dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat desa,” tutupnya.
Gelaran Jambore Perhutanan Sosial Jatim 2026 ini kian mempertegas bahwa kolaborasi pemerintah dan masyarakat mampu menghadirkan model pengelolaan hutan yang berkelanjutan, sekaligus sejahtera.bagi masarakat (Tukiyo)