BerandaInfoRuslan Arif Soamole, SH: Alhamdulillah di Ujung Jalan Panjang Perjuangan

Ruslan Arif Soamole, SH: Alhamdulillah di Ujung Jalan Panjang Perjuangan

 

Catatan Editorial

Ada kalanya satu kata lebih bermakna daripada seribu kalimat.

Bagi Ruslan Arif Soamole, SH, alias Ucok, kata itu adalah:

Alhamdulillah.

Bukan teriakan kemenangan. Bukan pula ungkapan kesombongan.

Hanya sebuah kalimat syukur yang lahir dari perjalanan panjang yang penuh ujian.

Ketika majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon membacakan putusan yang mengabulkan gugatannya pada 17 Juni 2026, mungkin yang dilihat publik hanyalah sebuah putusan hukum. Namun bagi seseorang yang selama ini berada di tengah pusaran tuduhan, tekanan, dan berbagai opini negatif yang berkembang, putusan itu memiliki makna yang jauh lebih dalam.

Ada rasa lega.

Ada rasa haru.

Ada rasa syukur.

Sebab tidak semua orang mampu bertahan ketika nama baiknya dipertanyakan di ruang publik. Tidak semua orang kuat menghadapi tuduhan yang terus berulang tanpa mengetahui bagaimana akhir dari semuanya.

Tetapi Ucok memilih satu jalan: membiarkan hukum bekerja.

Ia tidak menjawab dengan kemarahan.

Ia tidak melawan dengan fitnah.

Ia memilih membawa persoalan itu ke ruang sidang, menyerahkan semuanya kepada proses hukum dan menunggu pengadilan berbicara.

Dan ketika pengadilan akhirnya berbicara, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya bukanlah tentang siapa yang kalah dan siapa yang menang.

Melainkan rasa syukur kepada Allah SWT.

Mungkin karena ia memahami bahwa kemenangan sejati bukanlah ketika lawan dikalahkan.

Kemenangan sejati adalah ketika seseorang tetap mampu menjaga keyakinannya di tengah badai persoalan.

Dalam kehidupan, tidak semua perjuangan berakhir dengan kemenangan. Tidak semua doa dijawab sesuai harapan. Namun setiap manusia selalu diajarkan untuk bersyukur, baik ketika diuji maupun ketika diberi kemudahan.

Karena itu, Alhamdulillah yang diucapkan Ucok sesungguhnya bukan hanya ungkapan atas putusan pengadilan.

Ia adalah ungkapan syukur karena masih diberi kekuatan untuk bertahan.

Syukur karena masih memiliki keluarga yang mendukung.

Syukur karena masih memiliki sahabat yang percaya.

Syukur karena masih diberi kesempatan untuk membuktikan keyakinannya melalui jalur hukum yang sah.

Di tengah hiruk-pikuk sengketa Gunung Botak yang selama ini dipenuhi berbagai kepentingan dan narasi, ada pelajaran sederhana yang bisa dipetik.

Bahwa pada akhirnya manusia boleh berdebat.

Manusia boleh menuduh.

Manusia boleh membangun opini.

Tetapi kebenaran akan menemukan jalannya sendiri untuk berbicara.

Dan ketika hari itu tiba, tidak ada kalimat yang lebih indah daripada mengembalikan semua rasa lega dan kebahagiaan kepada Sang Pencipta.

Karena bagi orang yang beriman, kemenangan bukanlah alasan untuk menyombongkan diri.

Kemenangan adalah alasan untuk bersujud lebih lama.

Mungkin itulah sebabnya, setelah perjalanan panjang yang penuh lika-liku, kata pertama yang keluar dari hati seorang Ucok hanyalah satu:

Alhamdulillah.

(Mus Ltc)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!