BerandaInfoGubernur Maluku Hendrik Lewerissa Bertemu Presiden Prabowo di Puncak PENAS Petani Nelayan...

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa Bertemu Presiden Prabowo di Puncak PENAS Petani Nelayan 2026 di Gorontalo

 

GORONTALO – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, memanfaatkan momentum Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVI Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo untuk bertemu Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Rabu (24/6/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela agenda nasional yang dihadiri ribuan petani, nelayan, penyuluh pertanian, pelaku usaha pangan, serta kepala daerah dari berbagai provinsi di Indonesia. Kehadiran Gubernur Maluku dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Maluku untuk mendukung program ketahanan pangan dan penguatan sektor perikanan nasional yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.

Momen pertemuan antara Gubernur Hendrik Lewerissa dan Presiden Prabowo Subianto menjadi perhatian tersendiri, mengingat Maluku merupakan salah satu daerah kepulauan yang memiliki potensi besar di sektor kelautan, perikanan, pertanian, dan ketahanan pangan berbasis wilayah pesisir.

PENAS Petani Nelayan merupakan forum nasional yang mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, nelayan, akademisi, serta pelaku usaha untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan sektor pertanian dan perikanan Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi wadah pertukaran inovasi, teknologi, dan pengalaman dalam meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani dan nelayan.

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada puncak acara menegaskan pentingnya peran sektor pertanian dan perikanan sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional. Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia harus mampu mewujudkan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani dan nelayan sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi nasional.

Bagi Maluku, agenda tersebut memiliki arti strategis. Sebagai provinsi maritim yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari lautan, penguatan sektor perikanan dan ekonomi kelautan menjadi salah satu kunci percepatan pembangunan daerah. Selain itu, pengembangan pertanian di wilayah-wilayah potensial juga menjadi bagian penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

Keikutsertaan Gubernur Hendrik Lewerissa dalam PENAS 2026 sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Pusat dalam mendorong berbagai program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya petani dan nelayan.

Puncak PENAS Petani Nelayan XVI Tahun 2026 di Gorontalo berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai inovasi pertanian, teknologi perikanan, pameran produk unggulan daerah, serta forum diskusi yang melibatkan peserta dari seluruh Indonesia.

Pertemuan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dengan Presiden Prabowo Subianto di tengah agenda nasional tersebut diharapkan semakin memperkuat dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan sektor pertanian, perikanan, dan ekonomi kerakyatan di Provinsi Maluku.

(Mus ltc)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!