Probolinggo, Mediaistana.com
Dinas Tenaga Kerja atau Disnaker Kabupaten Probolinggo berkomitmen menciptakan dunia kerja yang inklusif bagi disabilitas.
Komitmen itu dibahas lewat dialog Unit Layanan Disabilitas Ketenagakerjaan atau ULDK bersama organisasi disabilitas, Jumat (26/6/2026).
Dialog diikuti 20 peserta dari Pertuni, Gerkatin, dan PDKP Kabupaten Probolinggo. Kegiatan dipimpin Kepala Disnaker Saniwar didampingi Kabid Penempatan Didik Dali Historijanto Darmawan.
Saniwar menyebut ULDK dibentuk berdasarkan Permenaker Nomor 21 Tahun 2020 dan Kepbup Nomor 100.3.3.2/541/426.32/2023.
ULDK adalah layanan khusus yang memberi fasilitasi, pendampingan, dan akses kerja bagi disabilitas tanpa diskriminasi, katanya.
Ia menjelaskan ULDK tidak hanya menyalurkan kerja ke perusahaan. ULDK juga memberi konsultasi dan pendampingan agar disabilitas punya kesempatan setara.
Dalam dialog, organisasi disabilitas meminta percepatan Perbup Disabilitas. Aturan itu dinilai penting agar perusahaan taat mempekerjakan disabilitas.
Sesuai aturan, perusahaan swasta wajib mempekerjakan minimal 1 persen disabilitas. Instansi pemerintah minimal 2 persen.
Data kami, ada 2.002 disabilitas di Probolinggo. Sebanyak 3,6 persen sudah bekerja di 11 perusahaan swasta, tegasnya.
Untuk 2027, ULDK menyiapkan program peningkatan kompetensi, pendampingan pencari kerja, info lowongan, dan perluasan akses kerja. Kami harap disabilitas makin percaya diri dan tidak lagi merasa terpinggirkan, pungkasnya.