Jakarta | Mediaistana.com – Suasana Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, dipenuhi antusiasme para insan perfilman, awak media, tamu undangan, dan pecinta film dalam gelaran Gala Premiere Juminten Edan, Kamis (16/7/2026), Momen ini menjadi langkah awal sebelum film horor psikologis tersebut resmi menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia pada 23 Juli 2026.
Acara gala premiere berlangsung meriah dengan kehadiran para pemain, sutradara, produser, serta tim produksi yang turut menyapa para tamu di red carpet, Penayangan perdana ini menjadi kesempatan eksklusif bagi undangan untuk menyaksikan lebih awal film yang menawarkan nuansa berbeda dibandingkan film horor Indonesia pada umumnya.

Juminten Edan mengangkat kisah seorang perempuan penyandang disabilitas bernama Juminten, yang harus menjalani hidup di bawah bayang-bayang trauma, stigma sosial, serta masa lalu yang menyimpan banyak rahasia kelam, Seiring perjalanan cerita, berbagai misteri perlahan terungkap dan membawa penonton ke dalam atmosfer penuh ketegangan sekaligus emosi yang mendalam.
Tidak hanya mengandalkan adegan-adegan menyeramkan, film ini juga menyuguhkan drama keluarga yang kuat dengan sentuhan horor psikologis, Perpaduan tersebut menghadirkan pengalaman sinematik yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga mengajak penonton merenungkan makna penerimaan, kemanusiaan, dan perjuangan menghadapi luka batin.
Melalui konsep cerita yang lebih kompleks, Juminten Edan diharapkan mampu memberikan warna baru bagi perkembangan genre horor nasional yang selama ini masih didominasi kisah supranatural konvensional, Pendekatan psikologis yang menjadi kekuatan utama film ini diyakini akan menghadirkan sensasi berbeda bagi para penikmat film Indonesia.
Dengan dukungan jajaran pemain, tim produksi, serta antusiasme yang terlihat dalam gala premiere, Juminten Edan digadang-gadang menjadi salah satu film horor Indonesia yang paling dinantikan pada Juli 2026.

Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 23 Juli 2026, siap mengajak penonton menyelami kisah penuh misteri yang memadukan teror, emosi, dan sisi kemanusiaan dalam satu sajian yang mencekam.