Probolinggo, Mediaistana.com
Semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan melalui aksi sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Sebanyak 91 anak mengikuti khitan massal gratis yang digelar Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kraksaan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo dan Yayasan Al-Ishlah di Desa Tempuran, Kecamatan Bantaran, Minggu (2/8/2026).
Program sosial di bidang kesehatan itu mendapat dukungan luas dari berbagai pihak. Antara lain Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Probolinggo, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), UPT Puskesmas Bantaran, serta Pemerintah Kecamatan Bantaran. Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan masyarakat bisa diwujudkan melalui sinergi.
Sejak pagi, halaman Yayasan Al-Ishlah di Desa Tempuran sudah dipenuhi peserta bersama orang tua. Beragam ekspresi terlihat menjelang proses khitan. Sebagian anak tampak santai bermain ponsel, sebagian lain menangis karena gugup. Meski demikian, dukungan keluarga dan tenaga medis membuat seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.
Sebanyak 35 tenaga dikerahkan untuk melayani peserta. Mulai dari operator, asisten medis, petugas farmasi, hingga tim yang bertugas membagikan paket. Selain layanan khitan gratis, setiap anak juga menerima paket perlengkapan berupa sarung, songkok, dan baju sebagai bentuk perhatian panitia.
Ketua PC LKNU Kraksaan, Sugianto, mengatakan kegiatan ini merupakan implementasi program kerja LKNU di bidang kesehatan. Tahun ini sengaja dipusatkan di wilayah pedesaan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
Tujuan kegiatan ini adalah melaksanakan program LKNU sekaligus menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Tahun lalu dilaksanakan di Kantor Bupati, tahun ini kami pilih desa agar lebih dekat dan manfaatnya lebih terasa, katanya.
Menurut Sugianto, target awal hanya 80 anak. Namun antusiasme masyarakat tinggi sehingga jumlah peserta bertambah menjadi 91 anak. Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan sosial seperti ini cukup tinggi, lanjutnya.

Sugianto menegaskan keberhasilan kegiatan tidak lepas dari dukungan Baznas, PPNI, IDI, IAI, dan UPT Puskesmas Bantaran yang memberikan tenaga dan pelayanan kesehatan. Total ada sekitar 35 petugas yang terlibat, mulai operator, asisten medis hingga petugas obat dan pembagian paket, jelasnya.
Lebih lanjut ia berharap orang tua mengawal proses pemulihan anak setelah khitan. Mulai dari kepatuhan minum obat, menjaga pola makan, hingga perawatan luka sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Kami berharap orang tua benar-benar mendampingi anak-anaknya. Dengan begitu program ini bisa memberikan manfaat maksimal dan meringankan beban masyarakat, harapnya.
Ia menambahkan, khitan massal ini juga bentuk dukungan LKNU terhadap program SAE Kesehatan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Ini salah satu program LKNU untuk mendukung pelayanan kesehatan yang menjangkau masyarakat melalui dimensi sosial kemasyarakatan, tambahnya.
Wakil Ketua 4 Baznas Kabupaten Probolinggo, Hj. Nurayati, menegaskan komitmen Baznas menghadirkan layanan sunatan massal bagi keluarga kurang mampu. Program ini bertujuan meringankan beban ekonomi sekaligus meningkatkan kesehatan dan kebersihan anak melalui penanganan tenaga profesional.
Layanan ini sudah kami laksanakan di berbagai kecamatan, dari barat hingga timur Probolinggo. Selama pengajuan memenuhi syarat dan alasannya kuat, Insya Allah akan kami tindaklanjuti, ujarnya.
Ketua Yayasan Al-Ishlah, Kiai Muhammad Husen, bersyukur kegiatan berjalan lancar. Sempat ada enam anak mengundurkan diri, namun langsung diganti peserta cadangan. Antusiasme melebihi perkiraan. Kami mohon maaf jika ada kekurangan dan akan jadikan evaluasi ke depan, katanya.
Camat Bantaran, Junaedi, mengajak orang tua memberi dukungan moral agar anak lebih tenang. Ia juga berpesan agar masyarakat tidak berlebihan dalam perayaan khitan. Kalau bisa dihemat, tabung untuk pendidikan anak. Itu lebih bermanfaat, ungkapnya.

Junaedi menutup dengan apresiasi kepada semua pihak. Alhamdulillah persiapan berjalan baik, ambulans dan tenaga kesehatan siap. Kami dari Kecamatan Bantaran akan terus mendukung kegiatan seperti ini agar manfaatnya dirasakan masyarakat, pungkasnya.