
Mediaistana,com. Kota Kupang,NTT,6/08/2026. – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh salah satu putra terbaik Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Yakob Metboki, S. Pd., M. Pd., Ph. D, dosen Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang. Hanya satu minggu setelah kembali ke Kupang usai menyelesaikan studi doktor di Thailand, Yakob dinyatakan lolos seleksi administrasi dan wawancara untuk mengikuti UB Fellows Program 2026–2027, sebuah program kepemimpinan internasional yang disponsori oleh United Board for Christian Higher Education in Asia (UBCHEA).
United Board merupakan organisasi internasional yang berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan tinggi Kristen di Asia melalui pengembangan kepemimpinan, inovasi, dan kolaborasi. Bagi UKAW, United Board adalah salah satu mitra internasional strategis yang telah mendampingi pengembangan institusi sejak 1995 melalui berbagai program peningkatan kapasitas dosen, penguatan kepemimpinan, hibah institusional, dan jejaring akademik internasional.
UB Fellows Program berlangsung selama Januari 2026 hingga Juli 2027. Rangkaian kegiatannya meliputi Summer Leadership Institute di Singapura, Webinar Series, Asia Placement di negara pilihan peserta, Study Trip di Jepang, dan ditutup dengan Final Leadership Seminar di Thailand. Program ini dirancang untuk membentuk pemimpin perguruan tinggi yang mampu menjawab tantangan global melalui kolaborasi lintas negara, inovasi, dan kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan.

Menurut Yakob, pengalaman tersebut memperluas perspektif mengenai peran perguruan tinggi di tengah berbagai tantangan masa kini, mulai dari perkembangan kecerdasan buatan (AI), perubahan sosial-ekonomi, menurunnya kepercayaan publik, hingga tuntutan agar perguruan tinggi menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Program ini mengajarkan bahwa kepemimpinan bukan hanya mengelola institusi, tetapi membangun kolaborasi yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat. Jejaring internasional yang diperoleh akan menjadi modal untuk memperkuat pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kemitraan strategis di Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.
Keikutsertaan Yakob juga memberikan nilai strategis bagi Universitas Kristen Artha Wacana dalam memperkuat implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) 6, yaitu Kemitraan Kelas Dunia.
Melalui fellowship ini, UKAW semakin memperluas jejaring dengan perguruan tinggi, pemerintah, industri, perusahaan nasional maupun multinasional, lembaga riset, dan organisasi nonprofit internasional. Kolaborasi tersebut membuka peluang pengembangan berbagai program bersama, seperti magang mahasiswa, proyek pemberdayaan desa, keterlibatan dosen praktisi dalam pembelajaran, penelitian kolaboratif, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan kurikulum bersama yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.
Yakob menegaskan bahwa paradigma kemitraan perguruan tinggi kini telah bergeser. Keberhasilan kerja sama tidak lagi diukur dari banyaknya Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani, tetapi dari implementasi nyata, keluaran (output), hasil (outcome), serta manfaat yang dirasakan langsung oleh seluruh mitra. Sinergi antara dunia akademik, industri, pemerintah, dan organisasi nonprofit menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Timor Tengah Selatan dan Nusa Tenggara Timur bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk berprestasi di tingkat internasional. Bagi Yakob, pengalaman tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga amanah untuk memperkuat jejaring global UKAW dan menghadirkan kolaborasi yang berkontribusi pada pembangunan pendidikan tinggi yang lebih berkualitas, inovatif, dan berkelanjutan bagi Indonesia.