Upaya menumbuhkan kegemaran membaca di kalangan anak-anak terus dilakukan Perpustakaan Jakarta Timur melalui program roadshow ke sekolah-sekolah. Kegiatan tersebut kali ini menyambangi SDN Jati 01, Jalan Kakap Raya No. 36, Jati, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Rabu (12/8/2026).
Ratusan siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti kegiatan yang digelar di halaman sekolah. Suasana kegiatan berlangsung meriah. Anak-anak tidak hanya mendapatkan edukasi mengenai pentingnya membaca, tetapi juga diajak mengikuti berbagai permainan dan lomba ketangkasan yang disertai pembagian hadiah.
Antusiasme siswa semakin tinggi ketika pendongeng nasional Kak Harris, yang memiliki nama lengkap Harris Rizki Akhiruddin, hadir sebagai bintang tamu. Melalui gaya mendongeng yang interaktif, Harris berhasil membuat anak-anak tertawa dan terlibat langsung dalam kegiatan.
Sosok boneka Ayis yang dibawakan Kak Harris menjadi salah satu pusat perhatian. Tingkah Ayis mengundang gelak tawa para siswa. Bahkan setelah acara berakhir, sejumlah anak masih mengerubungi Kak Harris dan boneka Ayis untuk berinteraksi serta menanyakan media sosial pribadinya.
Bagi Harris, kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian roadshow yang dilakukannya di sejumlah kota di Indonesia. Kehadirannya menjadi cara untuk memperkenalkan kegiatan membaca melalui pendekatan yang lebih dekat dengan dunia anak-anak: menghibur, interaktif, sekaligus edukatif.
Kepala Perpustakaan Jakarta Timur, Fitria Aulia, selaku Plt. (Pelaksana Tugas), mengatakan kegiatan roadshow kegemaran membaca tersebut merupakan agenda yang rutin dilaksanakan sebagai salah satu upaya meningkatkan budaya membaca di kalangan pelajar sekolah dasar di Jakarta Timur.
Menurutnya, pengenalan budaya membaca tidak cukup hanya dilakukan melalui imbauan. Anak-anak perlu mendapatkan pengalaman membaca dan belajar yang menyenangkan sehingga perpustakaan maupun buku tidak dipandang sebagai sesuatu yang membosankan.
Sementara itu, Kepala SDN Jati 01 Jakarta Timur, Nuryanti, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia berharap program seperti ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat terus diagendakan setiap tahun.
“Kami ingin sekali kegiatan seperti ini tetap terus diagendakan setiap tahunnya,” ujar Nuryanti.
Harapan tersebut menjadi penting di tengah tantangan meningkatkan minat baca anak. Kegiatan membaca perlu dikemas dengan pendekatan yang mampu menarik perhatian anak, terutama ketika mereka juga berhadapan dengan beragam hiburan digital yang semakin mudah diakses.
Roadshow di SDN Jati 01 menunjukkan bahwa kampanye kegemaran membaca bisa dilakukan dengan cara yang tidak kaku. Dongeng, permainan, lomba, hadiah, serta interaksi langsung dengan pendongeng menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan dunia literasi kepada anak-anak.
Namun, tantangan berikutnya bukan sekadar membuat anak-anak tertawa dan antusias selama acara berlangsung. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kegembiraan itu berlanjut menjadi kebiasaan membaca setelah rombongan roadshow meninggalkan sekolah.
Karena itu, keberlanjutan program, ketersediaan buku yang menarik dan sesuai usia, peran guru, dukungan orang tua, serta akses anak terhadap perpustakaan menjadi pekerjaan bersama. Roadshow dapat menjadi pemantik, tetapi budaya membaca hanya akan tumbuh jika terus dipelihara.
Kegiatan di SDN Jati 01 setidaknya memperlihatkan satu hal: ketika membaca diperkenalkan dengan cara yang menyenangkan, anak-anak masih memiliki antusiasme yang besar untuk belajar, berimajinasi, dan mengenal dunia melalui cerita.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan berbagai lomba ketangkasan dan pembagian hadiah kepada para siswa. Kemeriahan di halaman SDN Jati 01 menjadi bagian dari ikhtiar Perpustakaan Jakarta Timur untuk membawa pesan bahwa membaca bukan sekadar kewajiban sekolah, melainkan kegiatan yang dapat menyenangkan dan membuka cakrawala anak-anak.