Pedagang Sunter Tegas Tolak Revitalisasi: “Jangan Korbankan Kami!”

JAKARTA, MediaIstana.com — Gelombang penolakan terhadap rencana revitalisasi Pasar Jaya Sunter Podomoro, Jakarta Utara, kembali menguat. Para pedagang sepakat menolak revitalisasi dengan alasan kondisi ekonomi dan aktivitas pasar yang dinilai belum memungkinkan untuk menanggung beban biaya pembangunan kembali.

Sikap tersebut disampaikan setelah perwakilan pedagang menyampaikan aspirasi kepada pihak terkait. Dalam pertemuan itu, pedagang disebut mendapat waktu 14 hari kerja untuk menunggu jawaban resmi terkait tuntutan penolakan revitalisasi,“Untuk sementara waktu aman, Beliau meminta waktu 14 hari kerja untuk memberikan jawaban terkait penolakan revitalisasi ini,” ujar perwakilan pedagang.

Menurut pedagang, keputusan menolak revitalisasi bukan berarti mereka menginginkan kondisi pasar tetap seperti sekarang,Mereka mengaku justru mendukung perbaikan pasar, tetapi menilai revitalisasi dalam kondisi pasar yang sepi dan daya beli masyarakat yang belum pulih berpotensi semakin menekan keberlangsungan usaha pedagang lama,
“Pedagang Pasar Sunter sepakat menolak revitalisasi secara ekonomis, Kondisi ekonomi sulit, pasar juga sepi,” tegas perwakilan pedagang.

Minta Developer Tak Tekan Pedagang
Selain persoalan revitalisasi, pedagang juga meminta adanya kejelasan hubungan dan kesepakatan dengan pihak pengembang,Mereka menyatakan hingga kini belum terdapat perjanjian tertulis yang mereka sepakati terkait sejumlah hal yang menjadi persoalan.

Pedagang meminta seluruh proses ke depan dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan melalui tekanan terhadap pedagang,
“Intimidasi sudah tidak ada,Kami juga meminta developer memberikan secara tertulis,Jangan sampai ada persoalan yang kemudian merugikan pedagang,” ujarnya.

Pedagang menegaskan, tenggat waktu 14 hari kerja menjadi momentum penting untuk memperoleh kepastian dari pihak pengelola maupun pemerintah daerah.

Satu Suara: Tolak Revitalisasi
Dengan kondisi tersebut, para pedagang menyatakan sikap mereka saat ini cukup jelas: menolak rencana revitalisasi Pasar Sunter Podomoro.

Mereka berharap pemerintah tidak hanya melihat pembangunan fisik pasar, tetapi juga mempertimbangkan nasib pedagang lama yang selama bertahun-tahun menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan di lokasi tersebut,
“Setelah 14 hari kerja, kami menunggu jawaban dari direksi, Tuntutan kami jelas, pedagang menolak revitalisasi,” tegasnya.

Para pedagang berharap Pemprov DKI Jakarta dan Perumda Pasar Jaya membuka ruang dialog yang lebih luas sebelum mengambil keputusan final,Mereka meminta setiap kebijakan revitalisasi dilakukan secara transparan, melibatkan pedagang, serta tidak mengorbankan keberlangsungan usaha pedagang lama.

Hingga berita ini diterbitkan, pernyataan mengenai biaya revitalisasi, persoalan tunggakan, hubungan dengan developer, serta proses revitalisasi masih merupakan versi yang disampaikan pihak pedagang,Klarifikasi resmi dari Perumda Pasar Jaya, pihak pengembang, dan Pemprov DKI Jakarta diperlukan agar seluruh informasi dapat disajikan secara berimbang.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!