JAKARTA, Mediaistana.com — Sejarah tidak selalu datang dengan suara ledakan, Kadang, ia merangkak lewat teror, darah, misteri, dan sebuah lubang yang menyimpan pertanyaan besar,Atmosfer mencekam itu kembali dihadirkan film “Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah” yang menggelar press conference sekaligus peluncuran final poster dan official trailer pada Jumat (28/8/2026) di XXI Senayan City, Jakarta Selatan.
Mengusung horor, misteri, thriller dan drama detektif berlatar gejolak politik Indonesia menjelang tragedi 30 September 1965, film ini mencoba membawa penonton menelusuri sebuah fase yang jarang dibidik melalui pendekatan genre, Film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 1 Oktober 2026.

Bukan sekadar menjual ketakutan, “Lobang Buaya” menjadikan sejarah sebagai sumber teror, Ceritanya berpusat pada serangkaian pembunuhan misterius terhadap tokoh-tokoh desa, Para korban ditemukan dengan tubuh yang mengalami kekerasan mengerikan, sementara pesan-pesan penuh makna muncul di tubuh mereka.
Di tengah situasi tersebut, Letnan Soegeng, diperankan Baskara Mahendra, ditugaskan mengungkap rentetan pembunuhan yang mulai mengguncang masyarakat, Investigasinya justru menyeretnya semakin jauh ke dalam rahasia, intrik, dan teror supranatural.
Di sisi lain, Arum Wangi yang diperankan Carissa Perusset, istri baru Soegeng, mengalami gangguan dari sosok arwah perempuan, Teror tersebut perlahan mengarah pada misteri yang lebih besar dan ternyata memiliki keterkaitan dengan rangkaian peristiwa yang akan membawa bangsa Indonesia menuju salah satu tragedi paling kelam dalam sejarahnya.
Bukan Horor Biasa, Sejarah Dijadikan Sumber Ketakutan,Film ini merupakan kolaborasi Adhya Pictures dan Dapur Film, dengan Shierly Kosasih sebagai produser dan Ricky Wijaya sebagai executive producer, Sementara posisi sutradara sekaligus salah satu penulis ditempati Hanung Bramantyo, yang menggarap skenario bersama Haqi Achmad.
Deretan pemain yang memperkuat film ini antara lain Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Khiva Iskak, Anya Zen, dan Mathias Muchus,Kehadiran Hanung Bramantyo di kursi sutradara menjadi salah satu daya tarik utama,Film ini sebelumnya telah mencatat perjalanan internasional melalui International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026 dan kemudian masuk program B Extreme dalam Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026 di Korea Selatan.
Bahkan, programmer BIFAN Martin Lee menilai film tersebut mampu memadukan pembunuhan misterius dengan horor, misteri dan drama detektif sekaligus menghadirkan refleksi terhadap sejarah.
309 Hari Sebelum Darah Tumpah
Judul film ini menjadi pintu masuk untuk melihat sebuah pertanyaan besar: apa yang sebenarnya terjadi sebelum nama Lobang Buaya kemudian melekat begitu kuat dengan tragedi nasional?
Dengan final poster dan official trailer yang diperkenalkan hari ini, film produksi Adhya Pictures dan Dapur Film tersebut semakin menegaskan identitasnya sebagai horor berlatar sejarah yang tidak hanya mengandalkan sosok gaib, tetapi juga menghadirkan ketegangan dari manusia, kekuasaan, konflik sosial, dan rahasia masa lalu,“Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah” akan membawa penonton ke bioskop mulai 1 Oktober 2026.
Satu hal yang ditawarkan film ini cukup menantang: ketika sejarah mulai diteror oleh hantu, siapa sebenarnya yang paling menakutkan—arwah yang gentayangan atau manusia yang sengaja mengubur kebenaran?