GWI PANDEGLANG GERAK! BERSAMA ALIANSI DAN PEMERINTAH, BEDAH RUMAH IBU ITOH 

MEDIAISTANA.COM — PANDEGLANG, BANTEN — Kepedulian terhadap warga kurang mampu kembali digaungkan. Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) DPC Kabupaten Pandeglang bersama Lembaga Aliansi Indonesia mengambil langkah nyata mengawal pengajuan program Bedah Rumah bagi Ibu Itoh, warga Kampung Bojong RT 007/RW 001, Desa Cikuya, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Bukan sekadar pemberitaan. Bukan pula hanya menyampaikan keluhan masyarakat. Kali ini insan pers bersama elemen masyarakat turun langsung mendorong agar kondisi rumah warga yang memprihatinkan mendapat perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah serta pihak terkait.16 September 2026.

Apresiasi disampaikan GWI Pandeglang dan Lembaga Aliansi Indonesia kepada seluruh elemen yang telah ikut berperan, baik insan pers, organisasi masyarakat, lembaga sosial, tokoh masyarakat maupun jajaran Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
Langkah konkret tersebut ditandai dengan penyerahan berkas kelengkapan administrasi pengajuan Bedah Rumah atas nama Ibu Itoh pada 15 September 2026 pukul 12.05 WIB.

Rumah yang ditempati Ibu Itoh disebut berada dalam kondisi memprihatinkan. Kondisi dinding bilik yang lapuk, atap yang mengalami kebocoran, serta lantai yang rusak menjadi gambaran nyata bahwa kebutuhan akan hunian yang lebih layak bukan sekadar wacana.
GWI Pandeglang menilai persoalan seperti ini tidak boleh berhenti sebagai bahan pemberitaan. Ketika masyarakat berada dalam kondisi membutuhkan, seluruh elemen memiliki ruang untuk bergotong royong mencari solusi sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang ikut bergerak. Sinergitas antara insan pers, pemerintah, masyarakat, dan elemen lainnya menjadi kekuatan untuk membantu warga yang membutuhkan. Kami tidak hanya menyoroti persoalan, tetapi juga ikut mengawal prosesnya agar pengajuan ini dapat ditindaklanjuti,” ujar Asep Kurniawan, perwakilan GWI Pandeglang.
Sementara itu, Heri Setiawan, tokoh Lembaga Aliansi Indonesia, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi Ibu Itoh.

Menurutnya, kepedulian sosial harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Ini bukan tentang siapa yang paling menonjol. Ini tentang bagaimana seluruh elemen bisa bersatu membantu masyarakat yang membutuhkan. Kalau semua bergerak dan bersinergi, insyaallah persoalan seperti ini bisa mendapatkan jalan keluar,” ungkap Heri.

M Sutisna menilai upaya tersebut merupakan bagian dari semangat kepedulian sosial dan gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Indonesia.
Rumah yang layak bukan hanya persoalan bangunan, tetapi berkaitan dengan keamanan, kenyamanan dan martabat keluarga yang menempatinya.
Karena itu, GWI Pandeglang berharap pemerintah dan pihak terkait dapat melakukan verifikasi lapangan, penelitian administrasi serta tindak lanjut sesuai mekanisme program bantuan perumahan yang berlaku.

GWI juga menegaskan bahwa proses tersebut harus dilakukan secara transparan, objektif dan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan pemerintah.
Dalam berita acara penyerahan berkas, disebutkan bahwa dokumen administrasi pengajuan Bedah Rumah telah diserahkan untuk warga atas nama Ibu Itoh, beralamat di Kampung Bojong RT 007/RW 001, Desa Cikuya, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang.
Data luas tanah yang tercantum dalam berkas adalah 132,70 meter persegi.
Adapun dokumen yang diserahkan meliputi:

1. Surat Pernyataan Tidak Sengketa;
2. Surat Pelepasan Hak Garap Tanah;
3. Foto dokumentasi para pihak.
Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya administratif untuk mendorong agar pengajuan bantuan dapat diproses oleh pihak yang memiliki kewenangan.

GWI Pandeglang bersama Lembaga Aliansi Indonesia berharap proses berikutnya tidak berhenti pada penyerahan dokumen, melainkan dilanjutkan dengan verifikasi dan tindak lanjut konkret di lapangan.
Peran pers, menurut GWI Pandeglang, tidak hanya menjalankan fungsi kontrol sosial, tetapi juga dapat menjadi jembatan informasi antara masyarakat dan pemerintah.

Ketika ada warga yang hidup dalam kondisi membutuhkan perhatian, persoalan tersebut layak disampaikan kepada publik secara proporsional sekaligus dikawal agar mendapatkan solusi sesuai aturan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pers bisa hadir bersama masyarakat. Kritik tetap penting, kontrol sosial tetap berjalan, tetapi ketika ada persoalan kemanusiaan, kita juga harus mampu mendorong solusi,” tegas Asep Kurniawan.
Kini perhatian diarahkan kepada tindak lanjut dari pengajuan Bedah Rumah Ibu Itoh.

Masyarakat tentu berharap rumah yang selama ini berada dalam kondisi memprihatinkan dapat segera mendapatkan perhatian melalui program bantuan yang tepat sasaran, setelah seluruh persyaratan diverifikasi oleh pihak berwenang.
Dari Kampung Bojong, suara kepedulian kembali digaungkan: ketika rakyat membutuhkan rumah yang layak, jangan biarkan kepedulian berhenti di atas kertas. Saatnya sinergitas dibuktikan dengan tindakan nyata.

RED David E SE.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!