Dari Ruang Kelas ke Layar Digital: Guru dan Siswa SMAN 3 Amabi Oefeto Timur Belajar Memanfaatkan AI

 

 Mediaistana,com. KUPANG, NTT, 17/09/26. – Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang kerap dianggap sebagai teknologi kompleks dan jauh dari jangkauan daerah, kini hadir lebih dekat di ruang kelas. Di SMA Negeri 3 Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang, AI diperkenalkan sebagai teman belajar yang membantu guru dan siswa untuk berkreasi, salah satunya dengan menciptakan lagu.

Pengenalan itu berlangsung dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang digelar oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, pada Rabu (16/9/2026).

Mengusung tema “Penguatan Literasi Digital dan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Pengembangan Pembelajaran dan Komunikasi Bahasa Inggris,” kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat kompetensi digital guru dan siswa, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris.

Kegiatan PKM ini dirancang oleh Dr. Naniana Nimrod Benu, S.Pd., M.Hum., bersama Alfred Snae, S.Pd., M.Pd., dan dibiayai penuh oleh UKAW melalui Skema Pengabdian Dosen Fakultas. Skema ini merupakan komitmen institusi untuk mendorong hilirisasi ilmu pengetahuan dari kampus ke sekolah dan masyarakat.

Tim pengabdi yang terdiri dari dosen dan mahasiswa tidak hanya memberikan materi teoritis, tetapi mengajak peserta untuk praktik langsung.

Dr. Peggy M. Jonathans, S.Pd., MA (TESOL), dalam sesinya memaparkan pemanfaatan ChatGPT sebagai perangkat bantu pembelajaran bagi guru dan peningkatan literasi siswa di daerah terpencil. Menurutnya, di tengah keterbatasan akses, AI dapat membuka ruang baru dalam memperoleh dan mengolah informasi, dengan catatan harus digunakan secara tepat, kritis, dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Yakob Metboki, S.Pd., M.Pd., Ph.D., memberikan penguatan mengenai pemanfaatan media digital dalam pembelajaran. Ia menekankan bahwa media digital bukan sekadar alat tambahan, melainkan bagian dari strategi pembelajaran yang mampu menciptakan proses belajar yang lebih interaktif dan kontekstual.

Sesi yang paling menarik perhatian siswa adalah praktik kreatif yang dipandu oleh Tiarma Marpaung, S.Pd., M.Pd., dan Alfriani Ndandara, S.S., M.Hum. Dalam sesi tersebut, siswa diajak memanfaatkan AI untuk mengembangkan keterampilan, termasuk mengubah gagasan sederhana menjadi sebuah karya lagu dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa AI tidak hanya berfungsi untuk mencari informasi atau hiburan, tetapi juga dapat menjadi medium untuk belajar, berekspresi, dan berkreasi.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sebagian besar guru dan siswa SMAN 3 Amabi Oefeto Timur dan dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Jhoni Pairikas, S.Pd.Gr.

Kehadiran tim PKM UKAW menjadi ruang perjumpaan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam merespons disrupsi teknologi. Bagi guru, perkembangan AI merupakan peluang sekaligus tuntutan untuk terus memperbarui kompetensi digital. Bagi siswa, teknologi tersebut membuka kemungkinan baru untuk belajar dan menghasilkan karya.

“Persoalannya hari ini bukan lagi apakah siswa akan berhadapan dengan AI, tetapi bagaimana mereka belajar menggunakannya secara cerdas dan bertanggung jawab,” ujar salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan di SMAN 3 Amabi Oefeto Timur, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UKAW berupaya membawa kursus tentang AI keluar dari ruang akademik dan mendekatkannya kepada guru dan siswa di sekolah, terutama di wilayah 3T.

Langkah ini dinilai penting agar perkembangan teknologi tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga dapat diakses secara merata. Penguatan literasi digital dan kemampuan memanfaatkan AI diharapkan dapat menjadi bagian dari keterampilan abad 21 bagi generasi muda, termasuk dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan Bahasa Inggris.****

 

#SUMBERBERITA#TIMPKM#UKAWKUPANG202#

@Dr.Nani, Dr. Yakob, Dr. Peggy@

 

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!