Oleh: A.Andar Charepesina, S.E.Dirt.Eksekutif Polam-Indonesia
Dalam setiap proses politik, komunikasi politik menempati posisi yang sangat strategis. Bahkan, komunikasi politik dapat dipandang sebagai “urat nadi” yang menghubungkan gagasan, kepentingan, dan kekuatan sosial dalam membangun konsolidasi politik yang berkelanjutan.
Dua figur anak muda Maluku yang saat ini berkiprah di Ibu Kota Jakarta, Bung Boy Sangadji, Ketua SOKSI Provinsi Maluku, dan Bung Muhammad Daniel Rigan (MDR), Ketua NasDem Kabupaten Buru, merupakan dua sosok yang tidak hanya dikenal dalam aktivitas politik, tetapi juga memiliki kiprah sebagai pengusaha.
Dalam dinamika tersebut, keduanya menunjukkan pentingnya membangun komunikasi melalui silaturahmi dan silaturahim. Bagi mereka, politik bukan semata-mata tentang kontestasi, tetapi juga tentang bagaimana menjaga hubungan, membangun kepercayaan, memperluas jejaring, serta merawat komunikasi antarsesama.
Politik yang sehat membutuhkan ruang dialog yang terbuka. Karena itu, silaturahmi menjadi bagian penting dalam memperkuat jejaring sosial sekaligus membangun ketahanan dan konsolidasi politik jangka panjang.
Di tengah dinamika demokrasi politik kekinian, keterlibatan anak muda semakin memiliki arti penting. Anak muda bukan hanya ditempatkan sebagai bagian dari massa politik, tetapi juga dapat hadir sebagai wadah pemikiran, pembaruan gagasan, dan energi perubahan.
Namun, gagasan saja tidak cukup. Diperlukan komitmen, konsistensi, militansi yang konstruktif, serta kemampuan membangun komunikasi yang baik untuk menggerakkan organisasi dan mesin politik secara terukur.
Pada akhirnya, kekuatan politik tidak hanya dibangun melalui struktur dan kekuasaan, tetapi juga melalui kepercayaan, komunikasi, silaturahmi, dan kemampuan merawat kebersamaan.
Sebab, politik yang mampu bertahan dalam perjalanan panjang bukan semata-mata politik yang kuat dalam kontestasi, melainkan politik yang mampu merawat persaudaraan, membangun kepercayaan, dan menjaga komunikasi dari waktu ke waktu.
Dari Jakarta, anak-anak muda Maluku terus menunjukkan bahwa ruang politik dapat menjadi ruang untuk membangun gagasan, memperluas jaringan, dan menghadirkan kontribusi bagi daerah serta Indonesia.
POLAM-INDONESIA
Dari Timur Untuk Indonesia